Penulis menjelaskan enam rahasia mengapa Surat Al-Baqarah diletakkan setelah Al-Fatihah:
1. Al-Baqarah adalah rincian Al-Fatihah
Setiap surat dalam Al-Qur’an umumnya menjelaskan isi global surat sebelumnya.
Karena itu, Al-Baqarah menjadi penjelasan rinci dari kandungan Al-Fatihah, seperti:
الحمد لله → dijelaskan dengan ayat dzikir, doa, dan syukur
رب العالمين → dijelaskan dengan ayat penciptaan langit, bumi, dan Adam
الرحمن الرحيم → dijelaskan dengan kisah rahmat dan ampunan Allah
مالك يوم الدين → dijelaskan dengan ayat tentang hari kiamat dan hisab
إياك نعبد → dijelaskan dengan hukum-hukum ibadah dan muamalah
اهدنا الصراط المستقيم → dijelaskan dengan jalan orang beriman dan penyimpangan Yahudi-Nasrani
2. Urutan Yahudi lalu Nasrani
Dalam Al-Fatihah:
المغضوب عليهم = Yahudi
الضالين = Nasrani
Maka setelah Al-Fatihah:
Al-Baqarah banyak membahas Yahudi
Ali ‘Imran banyak membahas Nasrani
Ini sesuai urutan penyebutan dalam Al-Fatihah.
3. Al-Baqarah paling lengkap hukum
Al-Baqarah menghimpun hukum, kisah, dan perumpamaan paling banyak.
Karena itu disebut:
فسطاط القرآن
“kemah besar Al-Qur’an”.
Maka layak didahulukan.
4. Surat terpanjang dalam Al-Qur’an
Al-Baqarah adalah surat paling panjang.
Karena Al-Qur’an setelah Al-Fatihah dibuka dengan kelompok surat panjang (السَّبْعُ الطِّوَال), maka wajar dimulai dari yang paling panjang.
5. Surat pertama Madaniyah
Al-Baqarah adalah surat pertama yang turun di Madinah.
Karena itu cocok dijadikan pembuka surat-surat Madaniyah.
6. Penutup Al-Baqarah selaras dengan Al-Fatihah
Al-Fatihah ditutup dengan doa:
jangan jadikan kami seperti orang yang dimurkai dan sesat.
Al-Baqarah ditutup dengan doa rinci:
ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا
dan doa-doa lainnya agar umat ini tidak dibebani seperti umat terdahulu.
Juga terdapat ayat:
لا نفرق بين أحد من رسله
sebagai pembeda dari Yahudi dan Nasrani yang membeda-bedakan nabi.
Kesimpulan
Urutan Al-Qur’an sangat teratur dan penuh hikmah:
Al-Fatihah = ringkasan agama
Al-Baqarah = penjelasan rinci dan fondasi hukum
Ali ‘Imran = fokus dialog dengan Nasrani
Sehingga susunan surat menunjukkan keindahan, kesinambungan, dan kesempurnaan Al-Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar