Pendahuluan
Al-Qur’an terdiri dari 114 surat yang memiliki panjang ayat berbeda-beda. Ada surat yang sangat panjang, ada pula yang sangat pendek. Karena itu, para ulama sejak dahulu membagi surat-surat Al-Qur’an ke dalam beberapa kelompok agar lebih mudah dipelajari, dihafal, dan diamalkan.
Pembagian yang paling terkenal adalah menjadi empat kelompok:
1. Ath-Thiwāl (surat-surat panjang)
2. Al-Mi’ūn (surat-surat sekitar 100 ayat)
3. Al-Matsānī (surat-surat di bawah Al-Mi’ūn)
4. Al-Mufashshal (surat-surat bagian akhir Al-Qur’an)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ الطِّوَالَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمِئِينَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِي، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ
“Aku diberi sebagai ganti Taurat tujuh surat panjang, diberi sebagai ganti Zabur surat-surat Mi’ūn, diberi sebagai ganti Injil surat-surat Matsānī, dan aku diberi keutamaan dengan Al-Mufashshal.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menjadi salah satu dasar pembagian surat Al-Qur’an.
1. Ath-Thiwāl: Tujuh Surat Panjang
Ath-Thiwāl berarti surat-surat panjang. Jumlahnya 7 surat, yang dikenal dengan As-Sab‘ Ath-Thiwāl.
Surat-surat tersebut adalah:
1. Al-Baqarah
2. Ali ‘Imran
3. An-Nisa’
4. Al-Ma’idah
5. Al-An‘am
6. Al-A‘raf
7. Diperselisihkan:
Al-Anfal dan At-Taubah dihitung satu karena tidak dipisah basmalah, atau
Yunus sebagai surat ketujuh.
Inilah satu-satunya kelompok yang jumlahnya paling jelas dan hampir disepakati.
2. Al-Mi’ūn: Surat-Surat Sekitar 100 Ayat
Al-Mi’ūn berasal dari kata mi’ah (seratus).
Kelompok ini berisi surat-surat yang ayatnya sekitar 100 atau mendekati jumlah tersebut.
Jumlahnya tidak baku, namun umumnya sekitar 11–16 surat.
Disebut demikian karena ukurannya lebih pendek dari Ath-Thiwāl, tetapi masih tergolong panjang.
Contohnya mencakup surat-surat seperti:
Yunus
Hud
Yusuf
An-Nahl
Al-Isra’
Jumlahnya bisa berbeda karena tidak semua surat tepat 100 ayat.
3. Al-Matsānī: Surat-Surat Menengah
Al-Matsānī adalah surat-surat yang berada setelah Al-Mi’ūn.
Menurut pendapat Al-Farrā’, Al-Matsānī adalah surat-surat yang kurang dari 100 ayat dan lebih sering diulang dalam tilawah.
Jumlahnya juga tidak pasti, biasanya sekitar 20-an surat.
Kelompok ini mencakup surat-surat menengah sebelum masuk ke bagian akhir Al-Qur’an.
4. Al-Mufashshal: Surat-Surat Akhir Al-Qur’an
Al-Mufashshal adalah kumpulan surat pada bagian akhir mushaf.
Disebut Al-Mufashshal karena banyak dipisahkan dengan basmalah antar surat.
Tentang awalnya, para ulama berbeda pendapat:
ada yang memulai dari Qaf,
ada yang memulai dari Al-Hujurat.
Pendapat yang dikuatkan oleh Al-Nawawī adalah bahwa Al-Mufashshal dimulai dari Al-Hujurat.
Jika dihitung dari Al-Hujurat (surat ke-49) sampai An-Nas (114), maka jumlahnya sekitar 66 surat.
Perhitungannya:
114 - 49 + 1 = 66 surat
Karena itu, Al-Mufashshal adalah bagian dengan jumlah surat terbanyak.
Al-Mufashshal dibagi lagi menjadi tiga:
a. Thiwāl Al-Mufashshal
Dari Al-Hujurat sampai Al-Buruj.
b. Awsāth Al-Mufashshal
Dari At-Tariq sampai Al-Bayyinah.
c. Qishār Al-Mufashshal
Dari Az-Zalzalah sampai An-Nas.
Bagian inilah yang paling sering dibaca dalam salat sehari-hari.
Ringkasan Jumlah Surat
Kelompok Jumlah
Ath-Thiwāl 7 surat
Al-Mi’ūn ± 11–16 surat
Al-Matsānī ± 20-an surat
Al-Mufashshal ± 65–66 surat
Penutup
Dari seluruh pembagian ini, hanya Ath-Thiwāl yang jumlahnya tetap dan terkenal, yaitu 7 surat. Adapun Al-Mi’ūn, Al-Matsānī, dan Al-Mufashshal lebih merupakan kategori berdasarkan panjang surat, sehingga jumlahnya bisa berbeda menurut pendapat ulama.
Pembagian ini menunjukkan perhatian besar para ulama terhadap struktur Al-Qur’an, sehingga umat Islam lebih mudah membaca, menghafal, dan memahami kitabullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar