Senin, 18 Mei 2026

Ngaji Itqon: Mengenal Lafadz Umum dan Khusus


Ngaji Itqon: Mengenal Lafadz Umum dan Khusus


Definisi Lafaz Umum

Lafaz umum adalah:

lafaz yang mencakup seluruh individu yang layak termasuk di dalamnya tanpa batasan.



Bentuk-bentuk (Shighat) Lafaz Umum

1. Kata “كلّ” (semua)

Bisa sebagai permulaan kalimat:

“كلُّ مَنْ عليها فانٍ”
“Semua yang ada di atasnya (bumi) akan binasa.”



Bisa sebagai penegas (taukid):

“فسجد الملائكة كلهم أجمعون”
“Maka para malaikat semuanya bersujud.”





2. Kata sambung (isim maushul) seperti:

الذي، التي dan bentuk tasniyah serta jamaknya
Contoh:


 “والذي قال لوالديه أفٍّ لكما…”
Maksudnya mencakup setiap orang yang berkata demikian.




3. Kata-kata umum seperti:

من، ما، أيّ dalam bentuk:

syarat

istifham (pertanyaan)

maushul
Contoh:



“أيًّا ما تدعوا فله الأسماء الحسنى”
“Apa saja yang kalian seru, milik-Nya nama-nama yang indah.”



 “من يعمل سوءًا يجز به”
“Siapa yang berbuat buruk akan dibalas.”


4. Bentuk jamak yang diidhafahkan (disandarkan)

Contoh:

“يوصيكم الله في أولادكم”
“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang anak-anak kalian.”
(mencakup semua anak)


5. Isim yang dimasuki “أل” (alif lam)

Contoh:

 “قد أفلح المؤمنون”
“Sungguh beruntung orang-orang beriman.”
(semua orang beriman)


6. Isim jenis (اسم الجنس)

Contoh:

“وأحلّ الله البيع”
“Allah menghalalkan jual beli.”
(semua bentuk jual beli)


“إن الإنسان لفي خسر”
“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”
(seluruh manusia)


7. Nakirah dalam سياق tertentu (konteks tertentu)

a. Dalam nafiy (peniadaan):

“فلا تقل لهما أفٍّ”
“Jangan mengatakan ‘ah’ kepada keduanya (orang tua).”



b. Dalam larangan dan penafian umum:

 “وإن من شيء إلا عندنا خزائنه”
“Tidak ada sesuatu pun kecuali di sisi Kami خزانه (perbendaharaannya).”



c. Dalam syarat:

 “وإن أحد من المشركين استجارك فأجره”
“Jika salah seorang musyrik meminta perlindungan, lindungilah dia.”



d. Dalam nikmat (imtinan):

 “وأنزلنا من السماء ماءً طهورًا”
“Kami turunkan dari langit air yang suci.”



Macam-macam Lafaz Umum

Lafaz umum terbagi menjadi tiga:

1. Umum yang tetap pada keumumannya

Contoh:

“حرمت عليكم أمهاتكم”
“Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian.”


Ayat ini tetap umum tanpa pengecualian.



2. Umum tetapi yang dimaksud adalah khusus

Contoh:

 “الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم…”



Kata “الناس” di sini tampak umum, tetapi yang dimaksud hanya satu orang, yaitu:

Nu‘aim bin Mas‘ud al-Asyja‘i, atau

seorang Arab dari Khuza‘ah.


3. Umum yang dikhususkan (عام مخصوص)

Ini adalah yang paling banyak dalam Al-Qur’an.

Hampir tidak ada lafaz umum kecuali ada pengkhususannya, kecuali beberapa ayat seperti:

“والله بكل شيء عليم” (Allah Maha Mengetahui segala sesuatu)

“هو الذي خلقكم…”

“حرمت عليكم أمهاتكم”


Contoh Pengkhususan (تخصيص)

1. Dikhususkan oleh Al-Qur’an

Contoh:

Ayat iddah:
 
“والمطلقات يتربصن بأنفسهن ثلاثة قروء”
Dikhususkan oleh:



wanita yang belum digauli

wanita hamil


Ayat:

“حرمت عليكم الميتة والدم”
Dikhususkan oleh:



bangkai ikan

darah yang tidak mengalir


Ayat:

 “الزانية والزاني فاجلدوا…”
Dikhususkan pada budak dengan setengah hukuman.


2. Dikhususkan oleh Hadis

Contoh:

Ayat warisan → pembunuh tidak mewarisi

Bangkai → halal belalang

Pencurian → tidak dipotong tangan jika kurang dari seperempat dinar



---

3. Dikhususkan oleh Ijma’

Contoh:

Ayat warisan → budak tidak mewarisi (berdasarkan ijma’)


4. Dikhususkan oleh Qiyas

Contoh:

Hukuman zina 100 cambukan
→ budak diqiyaskan menjadi setengahnya (50 cambukan)



Kesimpulan

Lafaz umum mencakup seluruh individu tanpa batas.

Namun dalam praktiknya, banyak lafaz umum yang:

tetap umum,

dimaksudkan khusus,

atau dikhususkan oleh dalil lain.


Pemahaman ini sangat penting dalam istinbath hukum (pengambilan hukum syariat).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngaji Fathul Muin: Saat Saksi Tidak Memenuhi Syarat

Ketika Akad Nikah Dinyatakan Batal: Kapan Pengakuan Diterima dan Kapan Ditolak? Pernikahan dalam Islam adalah akad yang sangat agung (mitsaq...