Definisi Lafaz Umum
Lafaz umum adalah:
lafaz yang mencakup seluruh individu yang layak termasuk di dalamnya tanpa batasan.
Bentuk-bentuk (Shighat) Lafaz Umum
1. Kata “كلّ” (semua)
Bisa sebagai permulaan kalimat:
“كلُّ مَنْ عليها فانٍ”
“Semua yang ada di atasnya (bumi) akan binasa.”
Bisa sebagai penegas (taukid):
“فسجد الملائكة كلهم أجمعون”
“Maka para malaikat semuanya bersujud.”
2. Kata sambung (isim maushul) seperti:
الذي، التي dan bentuk tasniyah serta jamaknya
Contoh:
“والذي قال لوالديه أفٍّ لكما…”
Maksudnya mencakup setiap orang yang berkata demikian.
3. Kata-kata umum seperti:
من، ما، أيّ dalam bentuk:
syarat
istifham (pertanyaan)
maushul
Contoh:
“أيًّا ما تدعوا فله الأسماء الحسنى”
“Apa saja yang kalian seru, milik-Nya nama-nama yang indah.”
“من يعمل سوءًا يجز به”
“Siapa yang berbuat buruk akan dibalas.”
4. Bentuk jamak yang diidhafahkan (disandarkan)
Contoh:
“يوصيكم الله في أولادكم”
“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang anak-anak kalian.”
(mencakup semua anak)
5. Isim yang dimasuki “أل” (alif lam)
Contoh:
“قد أفلح المؤمنون”
“Sungguh beruntung orang-orang beriman.”
(semua orang beriman)
6. Isim jenis (اسم الجنس)
Contoh:
“وأحلّ الله البيع”
“Allah menghalalkan jual beli.”
(semua bentuk jual beli)
“إن الإنسان لفي خسر”
“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”
(seluruh manusia)
7. Nakirah dalam سياق tertentu (konteks tertentu)
a. Dalam nafiy (peniadaan):
“فلا تقل لهما أفٍّ”
“Jangan mengatakan ‘ah’ kepada keduanya (orang tua).”
b. Dalam larangan dan penafian umum:
“وإن من شيء إلا عندنا خزائنه”
“Tidak ada sesuatu pun kecuali di sisi Kami خزانه (perbendaharaannya).”
c. Dalam syarat:
“وإن أحد من المشركين استجارك فأجره”
“Jika salah seorang musyrik meminta perlindungan, lindungilah dia.”
d. Dalam nikmat (imtinan):
“وأنزلنا من السماء ماءً طهورًا”
“Kami turunkan dari langit air yang suci.”
Macam-macam Lafaz Umum
Lafaz umum terbagi menjadi tiga:
1. Umum yang tetap pada keumumannya
Contoh:
“حرمت عليكم أمهاتكم”
“Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian.”
Ayat ini tetap umum tanpa pengecualian.
2. Umum tetapi yang dimaksud adalah khusus
Contoh:
“الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم…”
Kata “الناس” di sini tampak umum, tetapi yang dimaksud hanya satu orang, yaitu:
Nu‘aim bin Mas‘ud al-Asyja‘i, atau
seorang Arab dari Khuza‘ah.
3. Umum yang dikhususkan (عام مخصوص)
Ini adalah yang paling banyak dalam Al-Qur’an.
Hampir tidak ada lafaz umum kecuali ada pengkhususannya, kecuali beberapa ayat seperti:
“والله بكل شيء عليم” (Allah Maha Mengetahui segala sesuatu)
“هو الذي خلقكم…”
“حرمت عليكم أمهاتكم”
Contoh Pengkhususan (تخصيص)
1. Dikhususkan oleh Al-Qur’an
Contoh:
Ayat iddah:
“والمطلقات يتربصن بأنفسهن ثلاثة قروء”
Dikhususkan oleh:
wanita yang belum digauli
wanita hamil
Ayat:
“حرمت عليكم الميتة والدم”
Dikhususkan oleh:
bangkai ikan
darah yang tidak mengalir
Ayat:
“الزانية والزاني فاجلدوا…”
Dikhususkan pada budak dengan setengah hukuman.
2. Dikhususkan oleh Hadis
Contoh:
Ayat warisan → pembunuh tidak mewarisi
Bangkai → halal belalang
Pencurian → tidak dipotong tangan jika kurang dari seperempat dinar
---
3. Dikhususkan oleh Ijma’
Contoh:
Ayat warisan → budak tidak mewarisi (berdasarkan ijma’)
4. Dikhususkan oleh Qiyas
Contoh:
Hukuman zina 100 cambukan
→ budak diqiyaskan menjadi setengahnya (50 cambukan)
Kesimpulan
Lafaz umum mencakup seluruh individu tanpa batas.
Namun dalam praktiknya, banyak lafaz umum yang:
tetap umum,
dimaksudkan khusus,
atau dikhususkan oleh dalil lain.
Pemahaman ini sangat penting dalam istinbath hukum (pengambilan hukum syariat).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar