عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ تُلُقِّيَ بِصِبْيَانِ أَهْلِ بَيْتِهِ، قَالَ: وَإِنَّهُ قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَسُبِقَ بِي إِلَيْهِ، فَحَمَلَنِي بَيْنَ يَدَيْهِ، ثُمَّ جِيءَ بِأَحَدِ ابْنَيْ فَاطِمَةَ، فَأَرْدَفَهُ خَلْفَهُ، قَالَ: فَأُدْخِلْنَا الْمَدِينَةَ، ثَلَاثَةً عَلَى دَابَّةٍ
Dari Abdullah bin Ja'far, ia berkata: "Rasulullah ﷺ apabila pulang dari perjalanan (safar), beliau disambut oleh anak-anak kecil dari keluarganya. Suatu ketika beliau pulang dari perjalanan, lalu aku lebih dulu menemui beliau, maka beliau menggendongku di depan beliau. Kemudian didatangkan salah seorang dari kedua putra Fatimah (Hasan atau Husain), lalu beliau memboncengkannya di belakang beliau. Maka kami masuk ke Madinah dalam keadaan bertiga di atas satu tunggangan." (HR. Muslim)
Dalam lembaran sejarah Islam, terekam sebuah momen yang sangat menyentuh tentang bagaimana Nabi Muhammad ﷺ menyambut keluarga dan anak-anak kecil sepulang dari perjalanan jauh (safar). Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Ja'far radhiyallahu 'anhu memberikan gambaran visual yang indah tentang kasih sayang seorang pemimpin besar kepada generasi penerus.
1. Tradisi Penyambutan yang Penuh Kasih
Setiap kali Rasulullah ﷺ kembali ke Madinah setelah bepergian, beliau tidak langsung sibuk dengan urusan pemerintahan atau militer. Beliau justru mendahulukan perasaan anak-anak kecil dari keluarganya yang sudah menanti di pintu gerbang kota. Sikap ini menunjukkan bahwa sesibuk apa pun seseorang, keluarga—terutama anak-anak—adalah prioritas yang harus mendapatkan perhatian pertama.
2. Membonceng Anak: Metode Kedekatan (Bonding)
Abdullah bin Ja'far menceritakan bagaimana ia menjadi orang pertama yang menyongsong Nabi ﷺ, lalu beliau segera menggendongnya di depan. Tak lama kemudian, salah satu cucu beliau (Hasan atau Husain) datang, dan beliau memboncengkannya di belakang.
Tindakan "membonceng bertiga" dalam satu tunggangan ini bukan sekadar efisiensi transportasi, melainkan metode pengasuhan (parenting) nabawi untuk membangun kedekatan emosional. Dengan posisi yang sangat dekat secara fisik, anak-anak merasa aman, dicintai, dan dihargai.
3. Pesan Moral untuk Orang Tua Modern
Ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik dari fragmen hadis ini:
Kesetaraan dalam Kasih Sayang
Nabi ﷺ memberikan ruang bagi Abdullah bin Ja'far (keponakan) dan cucu beliau secara bersamaan, tanpa membeda-bedakan.
Kehangatan Setelah Lelah
Meski safar seringkali melelahkan dan disebut sebagai "potongan dari azab," Nabi ﷺ tetap menunjukkan wajah ceria dan pelukan hangat kepada anak-anak.
Waktu Berkualitas (Quality Time)
Perjalanan masuk ke kota Madinah dengan membonceng anak-anak adalah momen emas untuk berkomunikasi dan memberikan rasa bahagia kepada mereka.
Penutup
Melalui hadis ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pendidikan anak dimulai dari keteladanan dan kasih sayang. Beliau membuktikan bahwa wibawa seorang pemimpin tidak akan berkurang hanya karena ia menggendong anak kecil atau membonceng mereka bertiga di atas seekor hewan tunggangan. Justru, itulah puncak dari kemuliaan akhlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar