Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2025

Macam-macam Zuhud Menurut Imam Ahmad

 

Imam Ahmad bin Hanbal berkata bahwa zuhud itu ada tiga tingkatan: Meninggalkan yang haram, meninggalkan yang berlebihan dari yang halal, dan meninggalkan segala sesuatu yang dapat melalaikan dari mengingat Allah.


1. Meninggalkan yang haram:

Ini adalah zuhud yang paling dasar dan berlaku bagi masyarakat umum. Artinya, seorang Muslim harus menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh agama.

2. Meninggalkan yang berlebihan dari yang halal:

Tingkatan ini lebih tinggi dari yang pertama. Seorang Muslim tidak hanya menjauhi yang haram, tetapi juga tidak berlebihan dalam menggunakan atau mengonsumsi hal-hal yang halal.

3. Meninggalkan segala sesuatu yang dapat melalaikan dari mengingat Allah:

Ini adalah tingkatan zuhud tertinggi. Seorang Muslim harus berusaha untuk tidak melakukan apapun yang dapat mengganggu atau melalaikannya dari mengingat Allah, bahkan jika hal tersebut adalah sesuatu yang mubah (boleh).

Referensi: Al-Adab Asy-Syariyah : 2/230, Madarij As-Salikin 2/12

قال أحمد بن حنبل: الزهد على ثلاثة أوجه: ترك الحرام وهو زهد العوام، والثاني: ترك الفضول من الحلال، وهو زهد الخواص، والثالث: ترك ما يشغل العبد عن اللَّه عز وجل، وهو زهد العارفين


Selasa, 11 Februari 2025

Agar Berwibawa & Disegani



1. Tunjukan Kualitas Diri Tanpa Banyak Bicara

Pernah mendengar pepatah ‘mulutmu harimaumu’? Ya, pepatah itu adalah pepatah yang sangat relevan dalam kasus ini. Orang pasti ingin dilihat dengan segenap kelebihannya, maka tak jarang jika orang sangat suka memamerkan kelebihannya melalui perkataan-perkataan. Contoh yang sesuai adalah pada penggunaan sosial media. Banyak orang yang ramai membuat status hingga mengirim postingan yang isinya menunjukkan segala kelebihan yang ia miliki. Si pelaku mungkin tak menyadari bahwasanya tindakan seperti itu justru akan mengurangi rasa hormat dan segan dari orang yang ada di sekitarnya. Malahan, orang di sekitar malah menjadi risih atas kelakukan tersebut.

Singa tak perlu mengaum untuk terihat sangar. Ia hanya diam. Begitupun yang berlaku pada manusia. Tak perlulah menunjukkan segala kelebihan dengan banyak bicara melalui lisan ataupun sosial media. Tunjukkan kualitasmu di dunia nyata, maka orang-orang akan menyegani dan menghormatimu.



2. Tegas

Menjadi orang baik memanglah perbuatan yang baik. Namun berbeda halnya dengan menjadi orang yang terlalu baik. Orang yang terlalu baik dan selalu bersedia memenuhi permintaan orang-orang akan cenderung dimanfaatkan oleh orang di sekitarnya. Maka dari itu, seseorang perlu berlaku tegas agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain. Baik boleh, namun harus disertai dengan sifat tegas. Karena orang yang terlalu baik justru cenderung menjadi orang yang tidak disegani dan dihormati.



3. Atur Cara Bicara (Public Speaking)

Salah satu hal yang membuat orang menjadi segan dan hormat adalah kemampuan seseorang dalam public speaking. Orang akan mudah kagum dan menaruh hormat pada orang yang pandai public speaking. Sebab public speaking yang bagus dapat menarik perhatian lawan bicaranya sehingga para lawan bicara dapat menaruh respect terhadap orang tersebut.

Public speaking yang baik dapat dilakukan dengan cara:

Cara berpenampilan

Berbicara sesuai dengan tingkat pemahaman lawan bicara, sehingga lawan bicara dapat mengerti maksud apa yang sedang dibicarakan.

Perhatikan gestur tubuh

Perhatikan kontak mata

Melatih suara dan artikulasi

Memperhatikan jeda

Memperhatikan tempo saat berbicara
Santai


4. Kendalikan Emosi

Orang yang kehilangan kesabaran dengan amarah yang meledak-ledak akan kehilangan rasa hormat dari orang sekitar. Bahkan orang yang sering marah akan dihindari oleh banyak orang. Maka dari itu, salah satu cara untuk menjadi orang yang disegani dan dihormati adalah dengan belajar mengendalikan emosi. Berbagai cara dapat dilakukan agar seseorang bisa terhindar dari marah, diantaranya:

Selalu berfikiran positif

Memikirkan dampak buruk jika marah

Mengubah posisi, jika saat itu berdiri, cobalah untuk ududk
Berhenti bicara
Mencuci muka dengan air


5. Jaga Penampilan

First impression itu penting, apalagi untuk mendapat perhatian orang lain. Orang cenderung akan segan kepada orang yang berpenampilan rapi dan menjaga penampilannya. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga penampilan adalah:

Berpakaian sesuai dengan situasi dan kondisi
Berpakaian yang pas sehingga enak dipandang
Perawatan, misalnya perawatan untuk mencegah jerawat, mencerahkan kulit wajah, dan lain sebagainya.
Memotong rambut untuk menjaga penampilan
Berolahraga agar tetap bugar


6. Tepati janji

Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang dinilai dari perkataanya. Apakah orang itu menepati setiap perkatannya dan janji yang dibuat atau tidak. Orang yang dapat menepati janjinya dinilai bisa menjaga komitmen. Dan salah satu hal yang dapat membuat orang disegani adalah dengan menjadi orang yang menepati janjinya.



7. Tepat Waktu

Indonesia memang terkenal dengan budaya jam karet. Apapun selalu telat dan molor. Namun jika ingin disegani dan dihormati orang, baiknya jangan mengikuti budaya ini. Menunggu itu memang membosankan. Dan orang lain tidak suka menunggu. Orang yang ditunggu juga akan kehilangan respect. Namun beda halnya dengan orang yang ditunggu. Biasanya, orang yang ditunggu dan ia telat, ia merasa segan terhadap orang yang menunggunya. Maka dari itu, lebih baik menjadi tepat waktu dan menunggu daripada telat dan menjadi yang ditunggu.



8. Leadership

Menjadi leader atau pemimpin berbeda dengan menjadi bos. Menjadi bos cenderung menjadi orang yang sering memerintah tanpa merangkul bawahannya. Berbeda dengan bos, seorang leader adalah orang yang memimpin dengan tak hanya memerintah, namun juga membantu kelompok mencapai tujuan bersama. Umumnya, seorang leader adalah orang yang dihormati dan disegani. Seseorang tidak perlu menjadi leader dalam satu kelompok, namun lebih kepada memiliki jiwa leadership. 

Sabtu, 11 Januari 2025

Shalat Jumat kurang dari 40 orang

Shalat Jumat kurang dari 40 orang

(مسألة: ج)
: المذهب عدم صحة الجمعة بمن لم يكمل فيهم العدد، واختار بعض الأصحاب جوازها بأقل من أربعين تقليداً للقائل به،

Manurut madhab Syafi'i tidak sah salat jum'at dengan hitungan kurang dari 40 orang. Dan sebagian Ash-habus Syafi'iyyah memilih pada boleh nya salat jum'at dengan hitungan kurang dari 40 dengan taqlid pada pendapat yang membolehkannya. Masalah hitungn jema'ah dalam jum'at itu ulama' berbeda2 pendapat hingga nyampe 25 pendapat.. Namun pendapat yang paling mu'tamat adalah 40. Menurut abu yusuf dan muhammad yang di ceritakan oleh awza'I dan abi nashir adalah 4 orang sah. Menurut ibnu hazim 2 orang cukup seperti jema'ah biasa.. [ Bughyah bab salat jum'at ].

ثم قال الشيخ سالم الحضري في كتابه المذكورة نمرة 21 ان للشافعي رحمهالله تعالى فب العدد الذي تنعقد به الجمعة اربعة اقوال قول معتمد وهو الجديد وهو كونهم اربعين بالشروط المذكورة , وثلاثة اقوال في المذهب القديم ضعيفة احدها اربعة احدهم الامام والثاني ثلاثة احدهم الامام والثالث اثنى عشر احدهم الامام , فعلى العاقل الطالب ما عند الله تعالى من ثوابه ورضاه ان لايترك الجمعة ما نأتي فعلها على واحد من هذه الاقوال الاربعة ولكن اذا لم تعلم الجمعة انها متوفرة فيها الشروط على القول الاول وهو القول الجديد فيسن اعادة الظهر بعدها احتياطا فرارا من خلاف من منعها بدون اربعين اهـ . رسالة الجمعة

[ Risalah Jum'ah Halaman 5 ] Berkata as-syaikh salim al-hudlori dalam kitabnya hal.21 : dalam madzhab syafi’i mengenai jumlah yang menjadi ketentuan jum’at ada empat qoul, yang mu’tamad adalah qoul jadid mengharuskan jumlah jum’at 40 orang. Tiga qoul lain adalah qoul qodim dan hukumnya dlo’if yaitu :

- 4 orang salah satunya imam

- 3 orang salah satunya imam

- 12 orang salah satunya imam

Bagi orang ‘Aqil yang mencari ridlo Alloh hendaknya tidak meninggalkan jum’at dengan cara menjalankan salah satu dari empat qoul yang telah disebutkan. Tetapi jika tidak tahu/ yaqin apakah jum’at nya memenuhi syarat qoul pertama maka di sunnahkan mengulang sholat dhuhur, untuk berhati2 dan menghindar dari dari ulama’ yang melarang jum’at kurang dari 40. Pernah juga baca keterangan serupa di kitab Fatawi Kubro

Dalam Qoul Qodimnya Imam Syafi'i disebutkan boleh shalat jum'at dengan 4 orang saja, dan Qoul Qodim tersebut boleh diikuti/ diamalkan karena Qoul tersebut telah dikuatkan oleh AL ASHHABUS SYAFI'I yaitu Imam Al-Muzaniy, Imam Ibnu Al-Mundzir, dan Imam As Suyuthiy. Fihris Ianah 2/58-59 dan Bughyah Al-Mmustarsyidin halaman 81

قوله أى غير الإمام الشافعي أى باعتبار مذهبه الجديد فلا ينافي أن له قولين قديمين في العدد أيضا أحدهما أقلهم أربعة حكاه عنه صاحب التلخيص وحكاه في شرح المهذب واختاره من أصحابه المزني كما نقله الأذرعي في القوت وكفى به سلفا في ترجيحه فإنه من كبار أصحاب الشافعي ورواة كتبه الجديدة وقد رجحه أيضا أبو بكر بن المنذر في الأشراف كما نقله النووي في شرح المهذب ثاني القولين اثنا عشر وهل يجوز تقليد أحد هذين القولين الجواب نعم فإنه قول للإمام نصره بعض أصحابه ورجحه وقولهم القديم لا يعمل به محله مالم يعضده الأصحاب ويرجحوه وإلا صار راجحا من هذه الحيثية وإن كان مرجوحا من حيث نسبته للإمام وقال السيوطي كثيرا ما يقول أصحابنا بتقليد أبي حنيفة في هذه المسئلة وهو إختياري إذ هو قول للشافعي قام الدليل على رجحانه إه وحينئذ تقليد أحد هذه القولين أولى من تقليد أبي حنيفة فتنبه وقد ألفت رسالة تتعلق بجواز العمل بالقول القديم للإمام الشافعي رضي الله عنه في صحة الجمعة بأربعة وبغير ذلك فانظرها إن شئت. إعانة الطالبين ٢/٥٨-٥٩

Dalam kasus di atas menurut imam Al Bulqiniy harus shalat zhuhur, akan tetapi kalau shalat jum'at karena taqlid pada imam yang memperboleh kurang dari 40 orang jga boleh dan lebih baik lagi bla shalat jum'at kemudian disertai dengan shalat zhuhur. Bahkan menurut sebagian Ulama, takutlah meninggalkan shalat jum'at walawpun kurang dari 40 orang karena shalat jum'at bagian dari rahmat Allah dan pelebur dosa dalam seminggu. :

.وسئل البلقيني عن أهل قرية لا يبلغ عددهم أربعين يصلون الجمعة أو الظهر فأجاب رحمه الله يصلون الظهر على مذهب الشافعي وقد أجاز جمع من العلماء أن يصلون الجمعة وهو قوي فإذا قلدوا أى جميعهم من قال هذه المقالة فإنهم يصلون الجمعة وإن احتاطوا فصلوا الجمعة ثم الظهر كان حسنا، والذي يظهر عدم اشتراط تقليد جميعهم إذا كان المقلد بفتح اللام يقول باكتفائه في الجمعة. وقال بعضهم إعلم أن أمر الجمعة عظيم وهي نعمة جسيمة إمتن الله بها على عباده فهي من خصائصنا جعلها الله محط رحمته ومطهرة لأثام الأسبوع ولشدة إعتناء السلف الصالح بها كانوا يبكرون لها على السرج فاحذر أن تتهاون بها مسافرا أومقيما ولو مع دون أربعين بتقليد والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم.إعانة الطالبين ٢/٥٨-٥٩

Rabu, 08 Januari 2025

Jangan Tertipu Dengan Dosa Kecil


DOSA BESAR BISA DIAMPUNI BILAMANA BERTOBAT DAN DOSA KECIL BISA DISIKSA BILAMANA TIDAK BERTOBAT

قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:

إن الله يغفر الكبائر فلا تيئسوا و يُعذِّب على الصغائر فلا تغتَّروا.

Berkata sayyidina Abu Bakar Radiallahu Anh

Sesungguhnya allah SWT akan mengampuni orang-orang yang berbuat dosa besar, maka janganlah kalian putus asa. Dan Allah SWT akan mengadzab orang-orang yang berbuat dosa kecil, maka janganlah tertipu.

كتاب: شرح صحيح البخاري ﻹبن بطال ٢٦٧/١٩

Minggu, 29 Desember 2024

NASEHAT SYAIKH SAID FAUDAH KEPADA PENUNTUT ILMU

NASEHAT SYAIKH SAID FAUDAH KEPADA PENUNTUT ILMU 

Menjawab pertanyaan salah seorang santri Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga tentang bagaimana langkah efektif yang perlu ditempuh oleh seorang santri dalam menuntut ilmu, Syaikh Said Faudah menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang perlu ditempuh oleh seorang santri secara bertahap agar berhasil dalam menuntut ilmu.

1. Menghafal Matan

Saat baru memulai belajar suatu fan ilmu, hal yang paling penting dilakukan oleh seorang santri adalah menghafal satu matan dalam fan tersebut. Pada fase ini, menghafal matan menjadi prioritas utama, walaupun tidak paham sedikit pun matan yang dihafal. Sebagai contoh dalam fan Mantiq, bisa menghafal matan sulam atau isaghuji, dalam bidang aqidah bisa saja menghalal Kharidah, Jauharah, Sanusiyyah, Bad-ul Amali, dan semisalnya, begitu juga dalam bidang ilmu lainnya.

Tanpa menghafal matan, akan membuat banyak masail ilmu terabaikan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menata ulang maklumat yang sudah dipelajari. Padahal, semua maklumat itu sudah ditata oleh para ulama dengan begitu rapi dan akurat. Matan ini merupakan kharithah irsyadiyyah, yaitu skema tentang garis-garis besar pembelajaran yang akan menuntun seorang santri untuk memahami langkah apa saja yang perlu ia tempuh dari satu tahap ke tahap berikutnya.

2. Tasawwur Ijmali

Tahap berikutnya yang perlu ditempuh oleh seorang santri adalah berusaha untuk memiliki pemahaman secara umum terhadap semua matan yang dihafal. Pada tahap ini, tidak tepat seorang santri mengkaji bab tertentu secara mendalam. Hal ini seperti yang biasa terjadi pada madrasah kelompok Wahabiyyah, dimana ketika mereka mengajarkan akidah, porsi pembahasan asma wa sifat terlalu banyak, sehingga mereka kerap melupakan pembahasan tentang pembuktian wujud Allah, nubuwwat, sam'iyyat, dan kaidah-kaidah lainnya yang sangat banyak dalam bidang akidah.

3. Menentukan Kitab Utama Pembelajaran (Madar al-Dars) dan Kitab Muthala'ah

Setelah memiliki pemahaman dasar secara menyeluruh terhadap fan ilmu yang dikaji, pada level pertengahan, seorang penuntut sudah boleh melangkah ke tahapan menjadikan kitab syarah tertentu sebagai pegangan utama pembelajaran, yang diistilahkan dengan madar al-dars. Kitab syarah yang dijadikan sebagai pegangan utama ini harus diberikan perhatian yang besar oleh seorang santri sebagai bekal memperoleh pemahaman lanjutan dari kitab matan.

Setelah memilih kitab tertentu sebagai madar al-dars, penuntut ilmu harus memperkaya wawasan keilmuannya dengan mencari beberapa kitab syarah lainnya sebagai kitab muthala'ah. Ketika mendapatkan faidah atau tambahan tertentu dari kitab muthala'ah, faidah atau tambahan ini kemudian harus ditulis kembali dengan teks yang kecil pada pinggiran (hamisy) kitab madar al-dars. Ini mesti ditulis. Ketika seorang penuntut ilmu telah melakukan langkah ini dari awal kitabnya sampai akhir, kitabnya telah menjadi kumpulan maraji' dari fan yang sedang ia geluti. 

Jika kitab madar al-dars sudah dipahami dengan baik, ditambah dengan adanya maklumat lainnya dari kitab muthala'ah yang telah dikaji dan ditulis pada kitab madar al-dars, dengan sendirinya maklumat itu akan melekat dalam ingatan. Tentu saja ini membutuhkan kesabaran dan menghabiskan banyak waktu. Seorang penuntut ilmu sudah seharusnya memiliki kesabaran dan kesungguhan yang tinggi.

4. Mubahasah 

Hal yang tidak kalah pentingnya bagi seorang penuntut ilmu adalah melakukan mubahasah, yaitu berdiskusi dua arah dengan teman-teman. Pada fase ini, sebagian penuntut ilmu yang memiliki sedikit keunggulan dibandingkan dengan temannya merasa dirinya seakan pada posisi guru bagi teman-temannya. Sikap sombong ini sangat berbahaya dan berakibat fatal bagi seorang penuntut ilmu. Oleh karena itu, sebagai penuntut ilmu, seberapa pun ia memiliki kelebihan dibandingkan teman-temannya, tetaplah memposisikan mereka sebagai teman yang dapat saling berdiskusi, saling membantu dan saling bertukar pikiran antara satu sama lain.

5. Memilih Guru yang Cerdas 

Seorang penuntut ilmu juga perlu memilih Guru yang cerdas, untuk bertanya dan merujuk kepadanya ketika berhadapan dengan masalah yang rumit. Jangan bertanya kepada Guru sebelum Engkau memeriksa dan mengkajinya sendiri. Jika seorang guru bijak, ia tidak akan memanjakan muridnya dengan menjawab apa saja yang ditanyakan, tetapi mendorong mereka agar mau meneliti hingga kemudian pertanyaannya berangkat dari kendala yang dihadapi dalam penelitiannya. 

6. Belajar dalam Keadaan Senang

Seorang penuntut ilmu juga harus mencari waktu yang baik untuk belajar, sehingga ia belajar keadaan senang kepada ilmu. Jika seandainya memiliki rasa bosan untuk belajar, tidak ada salahnya untuk menghibur diri dengan bermain untuk sementara waktu. Jika bosan dengan satu fan ilmu, beralih lah kepada fan ilmu yang lain, jika masih bosan juga, maka tidak ada salahnya rehat satu dua hari untuk bermain dan refreshing sehingga kemudian kembali belajar dalam keadaan senang terhadap ilmu. Jika semua cara ini tidak mempan, mungkin sudah saatnya untuk segera berkeluarga.

Selain cara-cara di atas, seorang penuntut ilmu harus senantiasa menghormati guru, dan menghormati teman belajarnya. Apabila seorang pelajar sombong kepada temannya, ini akan membuat tidak sempurna perjalanannya dalam menuntut ilmu. Apalagi sombong kepada guru. Pada fase tertentu, seorang pelajar memang sangat merasa butuh kepada guru. Tetapi dalam fase berikutnya, seorang pelajar bisa saja mencapai pencapaian yang lebih tinggi dari gurunya. Di saat itu, jika ia memandang rendah gurunya, menganggap siapa dia, dan lupa bagaimana dulu Sang Guru menuntun dan membimbingnya, ini akan memberikan dampak yang sangat berbahaya.

[Catatan dari Muhadharah 'Ammah bersama Syaikh Dr Said Abdul Latif Faudah, Ulama Ahli Kalam dari Yordania di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga]

Senin, 18 November 2024

Hal-hal yang menyebabkan disuka dan dibenci (Trik Psikologi Ulama Salaf - Part II)


Trik Psikologi Salaf Part-II

 والكبر يوجب المقت

Sombong akan dimurkai

والتواضع يوجب الرفعة

Rendah Hati akan mulia

والجود يوجب المدح

Dermawan Akan Dipuji

والبخل يوجب الذم

Kikir Akan dibenci

والتواني يوجب التضييع

Berleha-leha akan banyak waktu yang terbuang

والحزم يوجب السرور

Fokus pada pekerjaan akan bahagia

والحذر يوجب السلامة

Waspada akan selamat

وإصابة التدبير توجب بقاء النعمة

Pengelolaan yang tepat akan menyebabkan tetapnya nikmat

وبالتأني تسهل المطالب

Tak tergesa-gesa akan mudah mendapatkan yang dituju

وبحسن المعاشرة تدوم المحبة

Berinteraksi yang baik akan melanggengkan rasa cinta

وبخفض الجانب تأنس النفوس

Berlaku sopan akan memikat banyak hati

وبسعة خلق المرء يطيب عيشه

Menjadi pribadi yang luwes hidup akan tenang

والاستهانة توجب التباعد

Suka menghina akan dijauhi

وبكثرة الصمت تكون الهيبة

banyak diam akan berwibawa

وبعدل المنطق تجلب الجلالة

Bicara yang seimbang akan menyebabkan kemulyaan

وبالنصفة تكثر المواصلة

dengan tidak memihak akan menyebabkan banyak jaringan teman

وبالأفضال يعظم القدر

memilih yang lebih utama akan membuat kedudukanmu jadi mulia

وبصالح الأخلاق تزكو الأعمال

Akhlak yang baik menjadikan amal juga baik

وباحتمال المؤن يجب السؤدد

Suka menanggung biaya akan menjadikanmu menjadi pemimpinnya

وبالحلم على السفيه تكثر أنصارك عليه

Sabar terhadap orang bodoh akan banyak yang menolongmu

وبالرفق والتودد تستحق اسم الكرامة

dengan halus dan rasa cinta akan membuat dirimu mulia

وبترك ما لا يعنيك يتم لك الفضل

meninggalakna yang tak berguan membuatmu sempurna dalam keunggulan


Al-Mustadzraf: 35

Minggu, 17 November 2024

Menahan Diri Untuk Membalas Hujatan Orang Lain

 


TIDAK MEMBALAS HUJATAN ORANG, BERARTI MENPERBESAR PAHALA

ويروى أن رجلاً سبه فقال له زين العابدين: يا هذا بيني وبين جهنم عقبة إن أنا أجزتها فما أبالي وإن أنا لم أجزها فأنا أكثر مما تقول.

Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang mencaci Imam Zainal Abidin, lalu beliau berkata:  wahai orang ini, diantara aku dan neraka jahanam ada penghalang jika aku membalasnya maka aku termasuk orang yang tidak peduli, namun jika aku tidak membalasnya maka aku akan mendapatkan pahala lebih dari apa yang kamu katakan.

كتاب: التبر المسبوك في نصيحة الملوك للامام الغزالي ص ٢٥

Sabtu, 16 November 2024

Hal-hal yang menyebabkan disuka dan dibenci (Trik Psikologi Ulama Salaf - Part I)


Trik Psikologi Ulama Salaf


المنفعة توجب المحبة

Memberi kemanfaatan kepada orang lain akan menyebabkan dicintai

والمضرة توجب البغضة

Membahayakan orang lain menyebabkan kamu dibenci

والمخالفة توجب العداوة

Menentang akan menyebabkan permusuhan

والمتابعة توجب الألفة

patuh akan menyebabkan disenangi

والعدل يوجب اجتماع القلوب

keadilan menyebabkan persatuan

والجور يوجب الفرقة

penyalah gunaan kekuasaan menyebabkan perpecahan

وحسن الخلق يوجب المودة

Budi pekerti yang baik menyebabkan diganrungi

وسوء الخلق يوجب المباعدة

Pekerti yang buruk menyebabkan dijauhi

والانبساط يوجب المؤانسة

Royal menyebabkan mudah akrab

والانقباض يوجب الوحشة

Perhitungan akan menyebabkan dihindari


Refrensi: Al-Mustadzraf 35

Senin, 11 November 2024

Hukum Membalas Makian Orang Lain


Bagaima hukumnya kita membalas orang yang mengejek/memaki kita?

Jawab:

Pada asalnya boleh-boleh saja kita membalas, asal ejekan kita sesuai kadar ejekan mereka, tidak lebih. 

Namun tidak membalas dan memaafkan mereka adalah tindakan yang lebih utama


 

 " إذا سب إنسانٌ إنسانا جاز للمسبوب أن يسب الساب بقدر ما سبه ، لقوله تعالى : ( وجزاء سيئة سيئة مثلها ) ، ولا يجوز أن يسب أباه ولا أمه ، وروي أن زينب لما سبت عائشة قال لها النبي صلى الله عليه وسلم – كما في سنن ابن ماجة وصححه الألباني - : ( دونك فانتصري ) فأقبلت عليها حتى يبس ريقها في فيها ، فتهلل وجه النبي صلى الله عليه وسلم . وإنما يجوز السب بما ليس كذبا ولا قذفا ، كقوله : يا ظالم ، يا أحمق ، لأن أحدا لا يكاد ينفك عن ذلك ، وإذا انتصر بسبه فقد استوفى ظلامته ، وبرئ الأول من حقه ، وبقي عليه إثم الابتداء ، أو الإثم لحق الله تعالى " انتهى.

" مغني المحتاج " (4/157)


( وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ ) الشورى/40

وقال صلى الله عليه وسلم :

( يَا عُقبَةَ بنَ عَامِر : صِلْ مَنْ قَطَعَكَ ، وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ ، وَاعْفُ عَمَّن ظَلَمَكَ )

رواه أحمد (4/158) وصححه الألباني (السلسلة الصحيحة/891)

وعنْ عائشة رضي الله عنْها قالت :

( سُرِقَتْ مِلْحفةٌ لَهَا ، فَجَعَلَتْ تَدْعُو عَلَى مَن سَرَقَهَا ، فَجَعَلَ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم يقولُ : لَاْ تُسَبِّخِي عَنْهُ ) قال أبو داود : لا تسبخي : أي : لا تخففي عنه .

رواه أبو داود برقم (1497 ) وصححه الألباني في (صحيح الترغيب/2468)


قال الهيثم بن معاوية :

" من ظُلِمَ فلمْ ينتصرْ بيدٍ ولا لسانٍ ، ولم يحقدْ بقلبٍ ، فذاك يضيء نوره في الناس " انتهى.

رواه البيهقي في شعب الإيمان (6/264)

Rabu, 06 November 2024

Jangan Membuang-membuang Waktu Saat Mendidik Masyarakat

Tak Perlu Bercerita Yang Aneh-Aneh


إشغال عامة الناس بالمنامات والكرامات مع حاجة الناس لتصحيح عباداتهم مضيعة 


للأوقات، وهو مسلك مخالف للهدي النبوي، فهدي سيدنا رسول الله التزكية للروح والتعليم لانضباط الجسم.

"Menyibukkan masyarakat umum dengan (cerita tentang) mimpi-mimpi dan karomah-karomah padahal masyarakat butuh memperbaiki kualitas ibadah-ibadah mereka itu adalah menyia-nyiakan waktu, karena hal itu merupakan metode (dakwah) yang bertentangan dengan petunjuk kenabian. Petunjuk baginda kita, Rasulullah (dalam dakwah) itu adalah penyucian jiwa/ruhani (dari sifat-sifat yang tercela), dan pengajaran (agama) untuk mendisiplinkan jasmani."

كتاب: فرائد وفوائد للحبيب زين بن محمد بن حسين العيدروس ص٥٤٢

Sabtu, 02 November 2024

Manfaat bergaul dengan orang sholeh


Duduk bersama orang-orang sholeh akan merubah dirimu dari 6 hal menuju 6 hal :

1.] Dari keragu-raguan menuju keyakinan.

2.] Dari riya' menuju ikhlas.

3.] Dari lupa menuju ingat kepada-Nya.

4.] Dari keinginan menggebu kepada dunia menuju keinginan menggebu kepada akhirat.

5.] Dari sombong menuju rendah hati.

6.] Dari buruknya niat menuju nasihat(baiknya niat & hati)

Maka seseorang yg tidak berteman,tidak kumpul dgn para kaum sholihin bagaikan tangan tangan jari-jari...

Senin, 28 Oktober 2024

Potret Guru Ngaji Di Masa Abbasiyah



Alkisah ada seorang ibu-ibu guru ngaji yang diminta mengajar privat mengaji anak-anak salah satu tetangganya. Jarak rumahnya dengan rumah si pengundang sekitar 10 menitan jalan kaki. Belajarnya enam hari dalam sepekan. Mengajar tiga orang anak. 

Di bulan pertama digaji 100 ribu rupiah. Di bulan berikutnya tidak digaji sama sekali. Padahal si pengundang tersebut terlihat mampu. Rumahnya gedong, punya usaha gilingan padi dan travel. Adapun si guru ngaji tersebut bukan orang yang berada.

Itulah sekelumit potret nasib guru ngaji di zaman ini.

Mari kita melihat ke belakang. Ke masa puncak kejayaan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah. Guna menyaksikan betapa besar perhatian negara terhadap para ulama, dan betapa fantastisnya gaji para guru ngaji dan ulama saat itu.

Dalam kitab an-Nafaqât wa Idâratuhâ fî ad-Daulah al-‘Abbâsiyyah, karya Dr. Dhaifullah az-Zahrâniy (hal. 202) disebutkan, bahwa gaji para pengajar di masa itu sama dengan gaji para mu'adzin. Yaitu sebesar 1000 dinar pertahun (± 3,9 M, berarti perbulan 325 juta). 

Sedangkan para ulama yang sibuk dengan al Qur'an, yakni mengajar ilmu al Qur'an dan juga mengurusi para santri, gajinya adalah 2.000 dinar (± 7,8 M, berarti perbulan 650 juta).

Adapun ulama dengan kemampuan khusus yang mengkaji ilmu-ilmu al Qur'an, mengumpulkan riwayat hadits dan juga ahli ilmu fiqih memperoleh gaji 4.000 dinar pertahun (± 15.6 M, berarti gaji perbulan 1,3 M)

Selain gaji umum, tercatat ada beberapa ulama yang diberi gaji khusus oleh negara karena jasanya yang dianggap besar. Semisal di masa Khalifah al Watsiq, ia memberi gaji seorang ulama yang bernama al-Jari, awalnya 100 dinar perbulan (± 390 juta), lalu ia menaikannya menjadi 500 dinar (± 3,9 M)! Khalifah Harun ar-Rasyid pernah memberi Imam Malik dana sebesar 3000 dinar (± 11,7 M) untuk membeli rumah. 

Inilah salah satu rahasia mengapa ilmu dan peradaban umat Islam berjaya di masa itu. Karena para guru dan ulama diposisikan sebagai pahlawan dengan tanda jasa sepenuhnya! Pemerintah sangat menghargai mereka.

URGENSI SINERGI

Bila realitanya pemerintah belum maksimal dalam menjalankan kewajibannya, maka kita tidak boleh pasrah duduk berpangku tangan. Justru perlu ada sinergi antar semua pihak yang peduli dengan keberlangsungan dakwah Islam. 

Para pemilik lembaga pendidikan seharusnya menjadikan kesejahteraan para guru sebagai prioritas utama lembaganya. 

Para takmir masjid seyogyanya lebih menghargai para khatib, imam dan muadzin, dengan memberikan insentif yang lebih layak bagi mereka. 

Begitu halnya para panitia pengajian. 

Selanjutnya adalah para orang kaya. Mereka perlu menjadikan salah satu pos utama infaknya adalah kepedulian terhadap kesejahteraan para guru ngaji. Sehingga waktu mereka bisa lebih maksimal digunakan untuk mengajar dan berdakwah.

Pahamilah bahwa ikhlas itu tidak berkonotasi diabaikannya kesejahteraan para guru ngaji. Justru disejahterakannya kebutuhan materi mereka, akan membantu mereka untuk ikhlas dan fokus dalam mengajar. Tidak lagi pontang-panting mencari tambahan penghasilan, hanya untuk membelikan susu formula si kecil. Atau kebingungan mencari tambahan uang untuk membayar kontrakan rumah yang sudah jatuh tempo. 


Refrensi: An-Nafaqât wa Idâratuhâ fî ad-Daulah al-‘Abbâsiyyah, karya Dr. Dhaifullah az-Zahrâniy (hal. 202) 

Sumber: Alkayis

Minggu, 27 Oktober 2024

Pujian Nabi Untuk Pekerja Keras Demi Keluarga



Suatu ketika nabi dan sahabatnya berjalan melihat seorang yang semangat dan gigih dalam bekerja, kemudian para sahabat berkata: Andai kegigihan dia digunakan dalam berjihad di jalan Allah

Maka Nabi menjawab: jika dia bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil, maka dia termasuk berjihad di jalan allah, dan jika dia keluar berkerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah sepuh maka dia termasuk berjihad di jalan Allah, jika dia keluar bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak meminta-minta maka dia termasuk berjihad di jalan Allah. Namun jika dia keluar bekerja karena pamer atau sombong maka dia berada di jalan setan

 مرَّ على النَّبيِّ صلّى اللهُ عليه وسلَّم رجلٌ فرأى أصحابُ رسولِ اللهِ صلّى اللهُ عليه وسلَّم من جلَدِه ونشاطِه فقالوا يا رسولَ اللهِ ! لو كان هذا في سبيلِ اللهِ فقال رسولُ اللهِ صلّى اللهُ عليه وسلَّم إن كان خرج يسعى على ولدِه صِغارًا فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعى على أبوَيْن شيخَيْن كبيرَيْن فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعى على نفسِه يعفُّها فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعى رياءً ومُفاخَرةً فهو في سبيلِ الشَّيطانِ

 الترغيب والترهيب (٣/١٠٧) • رجاله رجال الصحيح

Sabtu, 26 Oktober 2024

Pendusta adalah orang yang tidak tahu malu dan akhlaknya buruk

 

Pendusta adalah orang yang tidak tahu malu dan akhlaknya buruk

‏قال وهب بن منبه : قال لقمان لابنه :

‏" من كذب ذهب ماء وجهه، ومن ساء خلقه كثر غمه، ونقل الصخور من مواضعها أيسر من إفهام من لا يفهم

‏

Berkata Imam Wahab bin Munabbih, berkata Imam Luqman kepada anaknya :

“Barang siapa yang suka berbohong, akan hilang rasa malunya..

Dan barang siapa yang budi pekertinya buruk akan sering dirundung kesedihan..

Dan orang yang dusta tsb sulit memberi pemahaman kepada orang seperti sulitnya: memindahkan  batu besar dari tempatnya.

كتاب: شعب الإيمان للامام البيهقي  ٤٥٧/٦

Jumat, 25 Oktober 2024

Darah Kegururan, Masuk Darah Nifas?

 

Deskripsi Masalah 


Ada seorang perempuan sebut saja Matsniyah yang mana dia mengalami keguguran. Pada saat keguguran terlihat darahnya keluar mengalir.


Pertanyaan:


Apakah wanita tersebut boleh mandi besar dan  shalat ?


Jawaban:


 Hukum Di Tafshil 


Jika keguguran tersebut sudah berupa alaqoh atau mudgoh , maka itu adalah darah nifas . Setelah keguguran jangan dulu mandi besar dan sholat, mandi besar di laksanakan setelah darah nifas berhenti dan mandi besar nya cukup satu kali . 


Namun jika darah keguguran itu belum berupa alaqoh atau mudgoh maka darah tersebut hukum nya adalah darah haid jika memenuhi syarat haid , yakni darah mencapai 24 jam dan tidak melebihi 15 hari 15 malam . Mandi wajib di laksanakan setelah darah haid berhenti dan wajib melaksanakan sholat .


Jika darah nya tidak memenuhi syarat haid maka tidak perlu mandi wajib namun wajib sholat , karena itu bukan darah haid melainkan darah istihadoh , dan orang yang keluar darah istihadoh tetep wajib sholat .


Referensi:


درية العيطة فقه العبادات على المذهب الشافعي ج ١ ص ١٣٦

 

▪️دم النفاس يحرم ما يحرمه الحيض ويسقط ما يسقطه الحيض لأنه حيض مجتمع احتبس لأجل الحمل فكان حكمه حكم الحيض فإن خرج قبل الولادة شئ لم يكن نفاسا وإن خرج بعد الولادة كان نفاسا المجموع ٢ ص -3- الولادة: ولو علقة *(العلقة هي ما تصير إليه البيضة الملقحة بعد مرور أربعين يوماً على الإلقاح) أو مضغة (هي ما تصير إليه العلقة بعد أربعين يوماً من تشكلها، أي بعد الإلقاح بثمانين يوماً) أو قيصرية، إن لم تنفس، أما إن نفست فغسل النفاس يجزئها.


الإبانة والإفاضة ص ٣٦/٣٧


ثانيا : شروط النفاس لا يتحقق كون النفاس نفاسًا إلا بأربعة شروط :

١- أن يكون خروجه بعد فراغ الرحم ولو من علقة أو مضغة قالت قابلة إنها تبدأ خلق آدمي ، أما الدم الخارج قبل الولادة – وهو المسمى بالطلق - فليس بنفاس ، ولا بحيض إلا إن اتصل بحيض قبله ، فإن اتصل بحيض قبله فهو حيض ؛ لما تقدم : أن الأصح أن الدم الذي تراه الحامل حيض .

 ٢ـ أن يكون قبل انقضاء خمسة عشر يوما من فراغ الرحم ، أما بعد انقضاء خمسة عشر يوما فليس بنفاس ، بل هو حيض . 

٣- أن لا يتخلل بين دمي النفاس الأول والثاني أقل الطهر  ، وهو خمسة عشر يوما ، فإن تخلل بينها ذلك فالثاني ليس بنفاس ، وإنما هو حيض . 

٤- أن يكون ذلك في الستين ، فلو رأت بعد الستين دما ولو بزمن يسير فليس بنفاس ، ثم إن وجد فيه شرط الحيض -وهو بلوغ يوم وليلة- فهو حيض ، وإلا فلا ) .


النواوى شرح النووي على المسلم ج ١٦ ص ١٩١


▪️وَلِكَلَامِ الْمَلَكِ وَتَصَرُّفِهِ أَوْقَاتٌ أَحَدُهَا حِينَ يَخْلُقُهَا اللَّهُ تَعَالَى نُطْفَةً ثُمَّ يَنْقُلُهَا عَلَقَةً وَهُوَ أَوَّلُ عِلْمِ الْمَلَكِ بِأَنَّهُ وَلَدٌ لِأَنَّهُ لَيْسَ كُلُّ نُطْفَةٍ تَصِيرُ وَلَدًا وَذَلِكَ عَقِبَ الْأَرْبَعِينَ الْأُولَى وَحِينَئِذٍ يَكْتُبُ رِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَعَمَلَهُ وَشَقَاوَتَهُ أَوْ سَعَادَتَهُ ثُمَّ لِلْمَلَكِ فِيهِ تَصَرُّفٌ آخَرَ فِي وَقْتٍ آخَرَ وَهُوَ تَصْوِيرُهُ وخلق سمعه وبصره وجلده ولحمه وَعَظْمِهِ وَكَوْنُهُ ذَكَرًا أَمْ أُنْثَى وَذَلِكَ إِنَّمَا يَكُونُ فِي الْأَرْبَعِينَ الثَّالِثَةِ وَهِيَ مُدَّةُ الْمُضْغَةِ وَقَبْلَ انْقِضَاءِ هَذِهِ الْأَرْبَعِينَ وَقَبْلَ نَفْخِ الرُّوحِ فِيهِ لِأَنَّ نَفْخِ الرُّوحِ لَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ صُورَتِهِ


 Tambahan Referensi 


الحاوى الكبير ج ١١ ص ١٩٧


وَلَهُ فِي هَذِهِ الْأَحْكَامِ ثَلَاثَةُ أَحْوَالٍ : أَحَدُهَا : أَنْ تَكُونَ مُضْغَةً .

 وَالثَّانِي : أَنْ تَكُونَ دُونَهَا .

وَالثَّالِثُ: أَنْ تَكُونَ فَوْقَهَا، وَإِنْ كَانَ دُونَ الْمُضْغَةِ نُطْفَةً أَوْ عَلَقَةً لَمْ يَتَعَلَّقْ بِإِلْقَائِهِ شَيْءٌ مِنْ هَذِهِ الْأَحْكَامِ الثَّلَاثَةِ فَلَا تَنْقَضِي الْعِدَّةُ وَلَا تَصِيرُ بِهِ أُمَّ وَلَدٍ وَلَا يَجِبُ فِيهِ الْغُرَّةُ لِأَنَّهُ دَمٌ فَصَارَ كَدَمِ الْحَيْضِ وَلَا يَتِمُّ بِهِ الْقُرُوءُ بِخِلَافِ الْحَيْضِ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يَدُمْ دَوَامَ الْحَيْضِ فَإِنِ اتَّصَلَ بِهِ الدَّمُ حَتَّى صَارَ يَوْمًا وَلَيْلَةً فَهُوَ دَمُ حَيْضٍ يَتِمُّ بِهِ الطُّهْرُ وَلَا يَكُونُ نِفَاسًا لِأَنَّ النِّفَاسَ مَا اتَّصَلَ بِوَضْعِ الْوَلَدِ، فَإِنْ كَانَ قَوِيَّ الْمُضْغَةِ فَهُوَ مَا اسْتَكْمَلَ خَلْقُهُ وَتَشَكَّلَتْ أَعْضَاؤُهُ وَلَمْ يَبْقَ عَلَيْهِ إِلَّا التَّمَامُ وَالِاشْتِدَادُ فَهَذَا تَتَعَلَّقُ الْأَحْكَامُ الثَّلَاثَةُ بِهِ فَتَنْقَضِي بِهِ الْعِدَّةُ وَتَصِيرُ بِهِ أُمَّ وَلَدٍ وَتَجِبُ فِيهِ الْغُرَّةُ وَيَكُونُ مَا اتَّصَلَ بِهِ مِنَ الدَّمِ نِفَاسًا



Jika seorang wanita yg keguguran sedang usia baru 2bulan belum terbentuk alaqoh atau mudhgoh yg sudah bisa di kata bahwa itu awal terbentuknya jabang bayi,kegugurannya itu tidak  ada efek sama sekali dlm 3 urusan hukum:


1. Urusan iddah ,iddah tdk bisa selesai hanya dg sebab keguguran jika ada anggapan bahwa keguguran itu sama hukumnya sprt melahirkan.(عدة الحمل)

2. Urusan menjadinya ummu walad jika statusnya amat

3. Tdk wajibnya membayar diyat atas insiden terjadinya kematian calon bayi karena hanya keguguran yg blm  sampai masa usia di tiupkan ruh di dlm kandungan si wanita tbs


 Catatan :


darah keguguran yang belum sampai usia dimana bisa di katakan calon bayi yang sebenar2nya karena belum ada tanda2 kehidupan akan calon bayi tsb hukumnya  justru malah seperti darah haid jika darahnya memenuhi syarat haid.dan ia tidak bisa di katakan darah nifas karena nifas itu adalah darah yg terjadi setelah betul2 adanya kelahiran seorang bayi/calon bayi



Sabtu, 19 Oktober 2024

Allah Akan Mengganti Segala Yang Kita Belanjakan


 

Nafkah Seseorang Pada Keluarganya


أخرج ابن المنذر عن الضحاك أنه سئل عن قوله :وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ(السباء: ٣٩)  في سبيل الله؟ قال : لا، ولكن نفقة الرجل على نفسه وأهله فالله يخلفه .

Ibnu al-Mundhir meriwayatkan dari hadis al-Dahhak bahwa beliau ditanya tentang firman Allah SWT: Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dijalan Allah? Beliau menjawab: Tidak, namun pengeluaran laki-laki untuk dirinya sendiri dan keluarganya, maka Allah akan menggantikannya.


كتاب: الدر المنثور السيوطي للامام جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي ٢٢٤/٢

Kamis, 17 Oktober 2024

Ungkapan Kecil Namun Berdampak Besar



Berikut hal-hal kecil yang sunah diucapkan karena mempunyai dampak besar:

Jika anda dipanggil
✅maka katakanlah Labbaik (Aku penuhi panggilanmu) 
Jika ada tamu baru datang
✅maka katakanlah Marhaban (selamat datang) 
Jika ada yang berbuat baik padamu
✅maka setelah berterimakasih katakanlah: jazakallah atau Hafidzokallah dll (Semoga Allah Membalasmu, semoga Allah melindungimu) 

(قوله: ويسن إجابة الداعي) 
أي المنادي له.
(وقوله: بلبيك) بأن يقول له لبيك فقط، أو لبيك وسعديك.
ويسن أيضا أن يرحب بالقادم عليه، بأن يقول له مرحبا، وأن يدعو لمن أحسن إليه، بأن يقول جزاك الله خيرا، أو حفظك الله ونحوهما، للاخبار المشهورة بذلك.
[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,4/221]

Senin, 14 Oktober 2024

Doa Masuk Pasar Dan Khasiatnya



Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga – ”

[HR Tirmizi 3428, Dinyatakan hasan oleh imam al-Mundziri]

Senin, 07 Oktober 2024

Menjual Harta Anak Yatim Karena Mendesak




Deskripsi Masalah :
Ada sebidang tanah milik anak yatim terkena pelebaran jalan. Lalu tanah tersebut dibeli/diberi ganti rugi.

Pertanyaan :
Bagaimana hukum menjual harta anak yatim oleh walinya?

Jawaban :
Hukum menjual harta anak yatim oleh walinya adalah boleh apabila diperlukan (seperti khawatir diganggu orang) atau nyata-nyata mendatangkan keuntungan.

Selain Itu Tidak Boleh

Referensi :
(حاشية إعانة الطالبين, 3/72)

وَلاَ يَبِيْعُ أي الْوَلِيُّ عقَارَهُ أي عقارَ الْمَوْلِيِّ إِلاَّ لِحَاجَةٍ أَوْ غِبْطَةٍ ظَاهِرَةٍ (قَوْلُهُ إِلاَّ لِحَاجَةٍ) أي كَخَوْفِ ظَالِمٍ أَوْ خَرَابِهِ أَوْ عِمَارَةِ بَقِيَّةِ أَمْلاَكِهِ أَوْ لِنَفَقَتِهِ وَلَيْسَ لَهُ غَيْرُهُ وَلَمْ يَجِدْ مُقْرِضًا اهـ

Copyright © 2021 IASS

Kamis, 03 Oktober 2024

Tak Usah Muluk-Muluk, Yang Penting Ibadahnya Benar

 

Yang penting ibadah mereka bener 

إشغال عامة الناس بالمنامات والكرامات مع حاجة الناس لتصحيح عباداتهم مضيعة 


للأوقات، وهو مسلك مخالف للهدي النبوي، فهدي سيدنا رسول الله التزكية للروح والتعليم لانضباط الجسم.

"Menyibukkan masyarakat umum dengan (cerita tentang) mimpi-mimpi dan karomah-karomah padahal masyarakat butuh memperbaiki kualitas ibadah-ibadah mereka itu adalah menyia-nyiakan waktu, karena hal itu merupakan metode (dakwah) yang bertentangan dengan petunjuk kenabian. Petunjuk baginda kita, Rasulullah (dalam dakwah) itu adalah penyucian jiwa/ruhani (dari sifat-sifat yang tercela), dan pengajaran (agama) untuk mendisiplinkan jasmani."

كتاب: فرائد وفوائد للحبيب زين بن محمد بن حسين العيدروس ص٥٤٢

Ngaji Itqon (27): Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama?

Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama? Memahami Hikmah Ibham dalam Al-Qur’an Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat...