Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2024

Sejarah Pembuatan Kertas Dalam Islam (Part -II, Habis)


Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya

Perang Talas pada 751 di Asia Tengah memperhadapkan antara Kekhalifahan Abbasiyah dan Dinasti Tang. Waktu itu, balatentara Muslimin bersekutu dengan Kerajaan Tibet yang kian terjepit oleh ekspansi dari Cina. Kedua belah pihak pun saling unjuk kekuatan di tepian Sungai Talas, yang alirannya membelah negeri Kirgizstan dan Kazakhstan modern.


Pertempuran itu pada akhirnya dimenangkan Abbasiyah. Cukup banyak musuh yang berhasil ditangkap sebagai tawanan. Beberapa di antaranya belakangan diketahui sebagai pengrajin kertas.


Menurut sejarawan Muslim dari abad ke-11, Thaalibi, inilah awal mulanya peradaban Islam mengadopsi kertas. Tak membutuhkan waktu lama, pabrik kertas pertama dalam wilayah Islam pun berdiri di Samarkand.


Khalifah Abbasiyah menyadari betapa revolusionernya penemuan yang dirintis seorang Cina, Ts'ai Lun, berabad-abad silam itu. Sebab, kertas yang diproduksi orang-orang Cina memiliki kualitas yang lebih halus, dengan bobot yang lebih ringan pula. Alhasil, bahan itu jauh lebih praktis sebagai alas menulis bila dibandingkan gulungan papirus, kulit hewan atau batu.


Memang, masyarakat yang menghuni Asia Tengah sudah membuat dan memakai kertas sejak ratusan tahun sebelum perang itu terjadi. Bagaimanapun, kontak budaya dengan Islam membuat teknologi pembuatan kertas itu lebih dikenal secara mondial.


Sejak zaman Abbasiyah, makin banyak pabrik kertas didirikan di berbagai kawasan dunia Islam. Dan, ratusan tahun berikutnya, masyarakat Eropa pun mengetahui kertas melalui kontak budaya dengan peradaban Islam, terutama di Andalusia (Spanyol).


Menjelang abad kedelapan, toko-toko kertas menjamur di Baghdad, ibu kota Kekhilafahan Abbasiyah. Seturut dengan itu, gerakan literasi pun semakin berkembang pesat. Teks-teks yang sebelumnya tercatat dalam berbagai medium--seperti gulungan papirus, permukaan batu, atau kulit hewan--kini disalin ulang pada kertas.


Secara otomatis, makin banyak perpustakaan di kota berjulukan seribu satu malam itu. Akhirnya, Baghdad kian solid sebagai kota kosmopolitan, tempat kejayaan Islam berpadu dengan keunggulan sains dan teknologi.


Pada periode awal, sempat ada beberapa kendala dalam menyebarluaskan teknik pembuatan kertas ke seluruh dunia Islam. Misalnya, tidak semua daerah Muslimin banyak ditumbuhi pohon murbai (mulberry) atau cendana (sandalwood).


Para ilmuwan Muslim pun memutar otak. Sebuah terobosan lain akhirnya tercipta. Mereka mengganti kulit pohon murbai dengan pohon linen, kapas, dan serat kayu yang ketebalannya kira-kira sama.


Inovasi lainnya berkaitan dengan proses fermentasi untuk mempercepat pemotongan linen dan serat. Para teknisi Muslim masa itu menambahkan pemutih atau bahan kimiawi lainnya sehingga permukaan kertas yang diperoleh menjadi lebih bersih.


Awalnya, proses pembuatan kertas sangat mengandalkan tenaga manusia (tukang). Namun, sejak 1151 M kaum Muslimin di Spanyol telah memanfaatkan kincir air untuk menggerakkan godam penumbuk adonan atau bubur kertas. Penggilingan bahan-bahan kertas pun tak lagi semata-mata bertopang pada tukang dalam jumlah banyak.


Oleh karena adanya efisiensi tenaga, kertas yang dihasilkan pun dapat dijual dengan harga yang lebih murah. Sejak saat itu, industri kertas menyebar dengan cepat ke negeri-negeri Muslim.


Tak hanya kertas, peradaban Islam pun mengadopsi teknik pembuatan tinta dari Cina. Bangsa Tiongkok umumnya membuat tinta dari campuran jelaga hasil pembakaran kayu cemara, lampu minyak, dan jelatin dari kulit binatang. Produksi tinta berkembang di setiap kerajaan dari masa ke masa, seperti Abbasiyah (749-1258), Seljuk (1055- 1243), Safawiyah (1520-1736), dan Mughal (1526-1857).


Sumber: Republika

Selasa, 23 Juli 2024

Sejarah Pembuatan Kertas Dalam Islam(Part-I)



Tradisi tulis menjadi tonggak pembeda antara masa prasejarah dan awal sejarah. Sejak 3000 tahun sebelum Masehi (SM), berbagai bangsa telah mengenal komunikasi melalui tulisan.


Sebut saja peradaban kuno yang tumbuh dan berkembang di Meso potamia (kini Irak), Mesir, atau Cina. Bermacam-macam alat mereka pakai untuk alas menulis, semisal batu, loh dari lempung yang dibakar, atau kulit hewan yang telah disamak.


Di antara perangkat itu, papirus menjadi medium yang cukup tersohor karena keandalannya. Peradaban Mesir Kuno menggunakan papirus sebagai media tulis-menulis.


Benda itu berasal dari olahan saripati tanaman Cyperus papyrus, yang banyak ditemui di sekitar Sungai Nil. Papirus cukup tebal sehingga tidak mudah koyak. Bobotnya pun ringan sehingga cukup ringkas untuk dibawa-bawa, tidak seperti prasasti batu atau kayu.


Pada masa sebelum Masehi, papirus banyak dipakai beragam bangsa di Asia, Afrika Utara, dan Eropa. Pengaruhnya terus bertahan hingga ratusan tahun, khususnya sebelum maraknya penggunaan kertas. Malahan, ia identik sebagai alas menulis. Kata kertas dalam bahasa Inggris, paper, berakar dari nama tumbuhan Cyperus papyrus.


Orang-orang Mesir Kuno disebut sebagai yang pertama menginisiasi pembuatan lembaran papirus. Caranya dengan pertama-tama menghilangkan lapisan yang berserat dari batang Cyperus papyrus. Selanjutnya, lembaran-lembaran batang tanaman yang telah dipipihkan itu diletakkan secara berdampingan.


Setelah dibasahi secukupnya, satu sama lain ditumpuk lalu ditekan hingga mampat. Begitu kering, getah tanaman itu akan berfungsi sebagai perekat alami. Papirus pun siap dipakai untuk menulis.


Banyak artefak peninggalan Mesir Kuno dan Yunani Kuno yang berupa lembaran-lembaran papirus. Berbeda dengan kertas, permukaan papirus cenderung kasar karena menyisakan serabut-serabut kecil batang tanaman pada permukaannya. Alhasil, tulisan yang terdapat pada benda itu tidak bisa benar-benar rata atau tampak seperti bergelombang.


Popularitas papirus lama kelamaan tergerus oleh kertas. Cina menjadi tempat lahirnya penemuan revolusioner itu. Michael H Hart dalam bukunya yang mengulas daftar 100 tokoh dunia paling berpengaruh di sepanjang sejarah, bahkan menempatkan sang penemu kertas, Ts'ai Lun, dalam urutan 10 besar. Tepatnya, peringkat ketujuh --setelah Santo Paulus dan sebelum Johann Gutenberg.


Ts'ai Lun (sering pula disebut Ts'ai Lung atau Cai Lun) hidup pada era Dinasti Han. Wangsa itu menguasai sebagian Cina antara abad pertama dan kedua Masehi. Ia diperkirakan lahir pada tahun 50 dan meninggal dunia 71 tahun kemudian.


Menurut Hart, banyak rumor yang mengeklaim sosok Ts'ai Lun hanyalah legenda. Beberapa orang menyebut, nama itu semata-mata julukan bagi umumnya pengrajin kertas pada zaman Cina klasik. Namun, lanjut Hart, berbagai penelitian sejarah era kontemporer berhasil memastikan, sosok itu nyata adanya. Lelaki kelahiran Kota Leiyang itu bahkan sempat menjadi pejabat di lingkungan istana.



Bangsa Cina sudah memiliki perangkat untuk menulis, setidaknya dua abad sebelum lahirnya Ts'ai Lun. Namun, sang kasim yang mengabdi pada Kaisar He itu berhasil menghadirkan inovasi. Caranya memproduksi dan mengolah kertas dari bahan-bahan tenaman mengubah sama sekali teknologi menulis.


Pada tahun 105, Ts'ai Lun menghadap kaisar sembari membawa contoh kertas yang berhasil diciptakannya. Dikisahkan, sang raja begitu terkesima dengan kualitas naskah yang dibawa seorang rakyatnya itu.


Permukaan kertas buatan lelaki itu terasa lebih halus daripada lembaran-lembaran yang biasa dipakainya untuk menuliskan titah kerajaan. Sejak saat itu, Ts'ai Lun diterima sebagai pejabat resmi kekaisaran.


Sebelum adanya kertas hasil inovasi Ts'ai Lun, orang-orang Cina, layaknya bangsa-bangsa lain kala itu kerap menggunakan serat tanaman sebagai naskah. Biasanya, kulit kayu dipergunakan bila tulisan yang hendak diguratkan cukup pendek. Namun, bila teksnya lebih panjang, serat kulit bambulah yang dipakai.


Pihak istana kerap kewalahan bila menyimpan naskah-naskah resmi yang berupa gelondongan kulit kayu atau bambu. Sebab, benda-benda itu memakan cukup banyak tempat. Di samping itu, bahan-bahan tersebut mudah rapuh, rentan menjadi sasaran rayap, dan lapuk bila dibiarkan lembab. Para petugas istana pun terpaksa sering-sering menyalin isi dari masing-masing naskah sebagai cadangan.


Memang, ada beberapa alternatif di luar kulit kayu atau bambu sebagai medium menulis. Sebagai contoh, para bangsawan Cina kerap memanfaatkan kain atau sutra untuk alas tulisan. Namun, hal itu tentunya memiliki kekurangan.


Dari segi ekonomis, menulis dengan kain atau sutra cenderung boros. Apalagi, jika teks yang harus dituliskan atau disalin cukup panjang, tidak sekadar pesan singkat atau aforisme. Tekstil yang sedianya dipakai untuk bahan membuat pakaian justru akan terbuang sia-sia.


Oleh karena itu, inovasi yang dihadirkan Ts'ai Lun menjadi solusi praktis bagi kaisar. Menurut Hart, tokoh Tiongkok itu menjadikan bambu sebagai bahan dasar pembuatan kertas. Serat bambu itu lalu ditambahkan dengan sedikit kain perca, jejaring, dan--yang terpenting--serpihan kulit kayu murbai (mulberry) atau cendana (sandalwood).


Semua bahan itu dicampur, lalu direbus dalam tungku yang dipanaskan api. Dalam keadaan mendidih, seluruh komposisi itu pun berubah menjadi bubur kertas. Saat itulah, si pengrajin terus mengaduk adonan tersebut dengan tongkat batu atau kayu, sembari menambahkan air dalam takaran tertentu hingga alot.


Bahan perekat khusus lalu dituangkan ke dalamnya. Akhirnya, adonan itu diratakan pada cetakan dan diperas sampai air yang masih terkandung di dalamnya dapat keluar. Hasilnya, kertas yang benar-benar kering sehingga bisa dipakai untuk menulis.


Para sejarawan modern umumnya meyakini, penemuan Ts'ai Lun bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan berasal dari pengamatan yang gradual terhadap kerajinan pembuatan kertas yang sudah ada pada masa itu. Ia hanya menyempurnakan proses pengolahan bubur serat bambu sebagai bahan utama kertas, sesuatu yang sudah dikenal peradaban Cina setidaknya sejak 200 SM.


Sinolog Joseph Needham dalam buku Science and Civilisation in China (1985) menerangkan, ada dugaan bahwa Ts'ai Lun terinspirasi kebiasaan penduduk kampung kelahirannya, Leiyang. Mereka diketahui kerap memanfaatkan kulit pohon murbai sebagai bahan pembuatan kain murahan.


Oleh karena kualitasnya kalah jauh dibandingkan sutra, orang-orang Leiyang tak jarang menjadikan kain itu sebagai alas menulis. Bagaimanapun, Needham menekankan, hal itu tidak lantas menjadi alasan untuk mengesampingkan ketokohan Ts'ai Lun. Sebab, hasil inovasinya terbukti monumental dalam sejarah tidak hanya bagi bangsa Cina, melainkan juga kemanusiaan umum. Pantaslah bila Michael H Hart memasukkannya ke dalam daftar figur-figur pengubah sejarah. 

Selasa, 02 Juli 2024

Mabadi' Asyrah: Kunci Pemantik Semangat Dalam Mempelajari Suatu Disiplin Ilmu


 

مَـــــن رامَ فنـــاً فلْيُقدّمَ أولا***علماً بحده وموضوعٍ تـــــــلا


وواضــــــعٍ ونِسْبةٍ وما استمدّْ***منه وفضلِه وحكمٍ يُعتمـــــــدْ


 


واســـــــمٍ وما أفادَ والمسائلْ***فتلك عشرٌ للـمُـنى وســـــائلْ


 


وبعضُهم منها على البعض اقتصرْ***ومَـــن يكنِ يدري جميعَها انتصرْ


 


“Siapa yang ingin memasuki dunia sebuah disiplin ilmu pengetahuan, maka pertama kali ia harus tahu tentang defenisi dan apa saja yang dikaji oleh ilmu tersebut. Lalu ia harus mengetahui siapa peletak dasar ilmu tersebut, apa kedudukannya serta dari mana dasar pengambilan ilmu tersebut. Lalu ia juga harus tahu keutamaan yang diperoleh oleh seseorang yang menguasai ilmu tersebut serta apa hukumnya dalam pandangan islam. Kemudian ia juga harus tahu apa saja nama bagi disiplin ilmu tersebut, faedah mempelajarinya serta masalah apa saja yang akan dibahas dalam, dengan dan oleh ilmu tersebut. 10 hal inilah yang akan menyampaikan seseorang kepada cita-citanya. Siapa yang hanya mengetahui sebagian hal saja akan merasa kurang. Sedangkan yang mengetahui semuanya akan menang.”

(Ianah Ath-Thalibin 1/22)


Kamis, 20 Juni 2024

Hal Yang Paling Dibenci Allah Untuk Pencari Ilmu


 وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: مَا شَيْءٌ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ لِلَّهِ، وَمَا شَيْءٌ أَبْغَضُ إلَى اللَّهِ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ لِغَيْرِ اللَّهِ

[السفاريني ,غذاء الألباب في شرح منظومة الآداب ,1/53]

Imam Ibnul Mubarak Berkata: Tak ada sesuatu yang lebih utama dibanding mencari ilmu karena Allah, sebaliknya, tak ada yang lebih dibenci oleh Allah dibanding mencari ilmu karena selain Allah

Rabu, 29 Mei 2024

Tawakal yang benar menurut Imam Ahmad

 


Nabi ﷺ bersabda; Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang...


Imam ahmad berkata;yang di maksud hadis ini bukan berati dunis (duduk manis ) sambil ngopi tidak usaha bahkan hadis itu menunjukkan ia juga harus berusaha dan bekerja mencari rezeki karna burung berangkat pagi pagi hanya untuk mencari rezeki, yang di maksud adalah bertawakkal pada allah swt saat berangkat bekerja untuk mengais rezeki

شعب الإيمان - البيهقي - (2 / 66)

 أخبرنا أبو طاهر الفقيه ثنا علي بن حمشاد ثنا الحارث بن أبي أسامة ثنا أبو عبد الرحمن المقرئ : فذكره بمثل إسناد العلوي غير أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : 

 إنكم لو توكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا و تروح بطانا 

 قال الإمام أحمد رحمه الله تعالى : و ليس في هذا الحديث دلالة على القعود عن الكسب بل فيه ما يدل على طلب الرزق لأن الطير إذا غدت فإنما تغدو لطلب الرزق و إنما أراد ـ و الله تعالى أعلم ـ لو توكلوا على الله تعالى في ذهابهم و مجيئهم و تصرفهم و رأوا أن الخير بيده و من عنده لم ينصرفوا إلا سالمين غانمين كالطير تغدو خماصا و تروح بطانا لكنهم يعتمدون على قوتهم و جلدهم و يغشون و يكذبون و لا ينصحون و هذا خلاف التوكل 

Selasa, 16 April 2024

Beberapa Petikan Kalam Hikmah KH. Maimoen Zubair



Diantara dawuh² Syaikhina Wa Murobbi Arwahina KH. Maimoen Zubair yang berhasil saya peroleh dari ngaji Tanbihul Mughtarin pada Balagh Ramadhan terakhir beliau sebelum wafat :

1. آكل مما يأكل الفقراء وألبس مما يلبس الفقراء

(Saya makan seperti yang dimakan orang-orang fakir, dan saya berpakaian seperti yang di pakai orang-orang fakir)

2. Kanjeng Nabi iku sufi, Arab dikuasai beliau sangat miskin; meninggal tidak meninggalkan apapun. Mangkane kue melbu suargo dalane bughdhud-dunia. Zuhud, zuhud, yo!

(Kanjeng Nabi itu sufi, Arab dikuasai (tapi) beliau sangat miskin (yakni) wafat tidak meninggalkan apapun. Makanya kamu masuk surga jalannya tidak suka dunia. Zuhud, zuhud, ya!)

3. Poko'e ora seneng dunyo, seneng dunyo berarti ora wali.

(Pokoknya tidak suka dunia, suka dunia berarti bukan wali).

4. Qona'ah iku akeh gowo sugeh.

(Qona'ah, sikap menerima, itu banyak membawa seseorang pada kekayaan)

5. Umur 40 urung duwe penggawean, faqir terus.

(Umur 40 belum punya pekerjaan, fakir seterusnya).

6. Nabi lahir April, April fekir, mongko fekir selawase.

(Nabi lahir April, April fakir, maka fakir selamanya).

7. Wong seng ora eroh Oktober ora urip! Apa saja jika di mulai dari Oktober pasti sukses. Nabi hijrah Oktober, ora kok Januari.

(Orang yang tidak tau Oktober tidak hidup! Apa saja jika dimulai dari Oktober pasti sukses. Nabi hijrah bulan Oktober, bukan kok Januari).

8. Islam iku penak, makane Ono zakat kui soko pena'e wong Islam.

(Islam itu enak, makanya ada zakat itu ya karena enaknya orang Islam).

9. Mandi²ne Jum'at setelah ashar, karena Adam di ciptakan waktu itu.

(Waktu paling mustajab doa di hari Jum'at adalah setelah asar, karena Nabi Adam di ciptakan pada waktu itu).

10. Zaman ini perubahan besar, ngaji wes jarang!

(Zaman ini perubahan besar, ngaji sudah jarang)

11. Iki harus di kembangno, salaf entek taqobbalallahu minna.

(Ini -yakni ngaji secara pesantren- harus di kembangkan, kalau ngaji secara salaf ini habis, maka taqobbalallahu minna..)

12. Cuma seneng hapal Al-Qur'an tapi tidak dengan ta'ammul (merenungkan dan meneliti) maknanya, bid'ah akhir zaman.

13. Al-Qur'an sekarang bukan panutan, tapi bacaan.

14. Dalam Al-Qur'an yang di bahas cuma tujuh, tapi dibuat ibarot beda-beda.

15. هذا زمان السكوت ولزوم البيوت والرضا بالقوت إلى أن تموت

(Ini adalah zamannya diam, menetap di rumah, dan menerima makanan yang ada sampai ajal menjemput)

16. Allah iku ora kenek di tuntun, sak kersone.

(Allah itu tidak bisa di tuntun, melainkan sekehendak-Nya).

Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang mulia, mengampuni segala kesalahan beliau, dan menerima seluruh amal baik beliau.

Semoga kita juga bisa selalu dan senantiasa mengambil kemanfaatan beliau lewat para penerusnya, kecipratan barokah beliau, di kenal beliau, dan di akui sebagai murid beliau. Aamiin...

Sumber: Ust Syihabuddin ad-Dimyathi

Rabu, 03 April 2024

Tips Menghilangkan Rasa Ujub

 



من رأى توفيق الله عز وجل له، انتفى عنه العجب بشيء من الأعمال.

Barangsiapa melihat besarnya anugerah Allah bagi dirinya, maka jadi lenyap/hilang darinya rasa kagum akan sesuatu dari amal-amalnya.


كتاب: مواعظ الشيخ عبد القادر الجيلاني ص ٤٥

Rabu, 06 Maret 2024

Amalan yang membuat wajah glowing




Pertanyaan:
Apakah ada amalan amalan agar wajah bercahaya dan goodlooking ustadz,selain tahajud dan sering berwudhu?

Jawaban:
Sebenarnya segala ketaatan dan kebaikan akan berdampak positif: hati tenang dan wajah bersinar dll. seperti yang disampaikan oleh ibnu Abbas (Mizanul I'tidal 4/532)

Baca Juga:
Biografi Sang Pusat Keilmuan Islam India

قال ابن عباس رضي الله عنهما : إن للحسنة لنورا في القلب ، وضياء في الوجه ، وقوة في البدن ، وزيادة في الرزق ، ومحبة في قلوب الخلق ، وإن للسيئة لظلمة في القلب ، وغبرة في الوجه ، وضعفا في البدن ، ونقصا في الرزق ، وبغضة في قلوب الخلق .
وهذا يوم القيامة يكمل حتى يظهر لكل أحد ، كما قال تعالى : ( يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ . وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ )

Senin, 04 Maret 2024

100 CARA MENJADI GURU SUKSES






*A. Yakinlah*

1. Proses menjadi guru yang profesional diawali dengan sikap yang mantap, yakin keyakinan.
Keyakinan terhadap profesi Anda adalah kunci kesuksesan.
2. Yakinlah ada hakim di balik profesi anda. Ada hal-hal tersembunyi, ada dunia yang indah, ada cinta yang menyala, ada masa depan yang menjanjikan, dan ada jinjiTuhan yang pasti.
3. Jangan ragukan lagi bahwa profesi Anda adalah penting. Jika pemadam kebakaran atau dokter dapat membantu menyelamatkan jiwa seseorang, maka Anda pun dapat membangun peradaban. Bukankah guru juga seorang pahlawan?
4. Jangan gunakan kata "hanya" untuk menyebutkan profesi Anda. Jika Anda tidak menghargai profesi Anda, siapa lagi yang akan menghargainya?
5. Syukuri dan nikmatilah profesi Anda. Sikap ini merupakan sumber energi besar untuk menjalani profesi Anda.

*B. Memulai Pembelajaran*

6. Rancanglah pembelajaran Anda sebaik mungkin sehingga memudahkan Anda melaksanakanya. Tuliskan dengan jelas dan rinci apa yang akan siswa dan Anda lakukan dalam pembelajaran.
7. Tetapkan indikator pencapaian pembelajaran di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Anda secara operasional dan jelas. Tetapkan pula meode dan media pembelajaranyang akan Anda gunakan serta uraikan penggunaanya.
8. Milikilah dokumen-dokumen penting, seperti kurikulum, silabis, dan sistem penilaian yang mendukung tugas profesional Anda.
9. Kuasai materi jauh lebih banyak dari yang Anda ajarkan, Bersiaplah untuk membelajarkan siswa yang berkemampuan lebih selain siswa yang lambat.
10. Mulailah mempelajari dengan tepat waktu. Ucapkan salam dan tanyakan kondisi siswa agar suasana lebih hangat dan tidak kaku. Sebarkanlah pandangan ke seluruh siswa sehingga mereka merasa diperhatian keberadaanya.
11. Sadarkan siswa akan manfaat pembelajaran yang akan mereka ikuti dengan mengaikannya dengan masalah nyata atau materi yanh telah siswa ketahui.
12. Pastikan siswa telaj menguasai materi prasyarat dengan memberikan pertanyaan lisan atau tes tertulis singkat  di awal pembelajaran.
13. Berikan gambaran siswa tentang kopetensi yang harus mereka kuasai, kegiatan pembelajarn yang akan mereka lakukan, dan tugas-tugas yang akan mereka kerjakan.
14. Sesekali tanyakan kepada siswa, pembelajaran sepertiu apa yang mereka kehendaki, agar mereka akan merasa dilibatkan dalam pembelajaran.

*C. Menggunakan Metode Pmbelajaran*

15. Setiap siswa memiliki tipe dan gaya belajar sendiri. Gunakam metode pembelajaran yang sesuai dengan kompeensi, materi, karakteristik siswa, dan kondisi kelas Anda.
16. Cara menghafal yang paling baik aalah dengan memahami. Meminta siswa untuk menghafal tanpa memahaminya merupakan perbuatan sia-sia dan mungkin juga kejam.
17. Pembelajaran tidak di masukan sebagai proses mentrasfer ilmu, melainkan sebagai usaha guru untuk membantu siswa membangun pengetahuannya. Kembangkanlah suasana pembelajaran yang mungkin siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.
18. Terapkan pembelajaran yang membiasakan siswa untuk memecahkan masalah, menginterprestasikan data, memahami isu, atau mengekspresikan pendapat dengan alasan yang tepat. Hal yang demikian diyakini dapat mengembangkan keterampilan siswa untuk berfikir logis dan krisis.
19. Lakukan pembelajaran yang menyeimbangkan aktivitas memtal dan fisik siswa.
20. Lakukan aktivitas pembelajaran yang bervariasi. Jika perlu berikan humor atau permainan edukatif. Gunakan sumber belajar yang bervariasi guna lebih memperkaya pengalaman belajar siswa.
21. Berikan penekanan pada konsep-konsep penting dengan sedikit meninggalkan intensitas suara ketika menyabutkanya, memberikan isyarat, memberikan ilustrasi gambar, atau dengan mengulanginya.
22. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mencerna penjelasan Anda dengan memberikan waktu jeda atau hening sejenak di sela-sela penjelasan Anda.
23. Sikap diam siswa kadang bukan pertanda bahwa mereka telah memahami materi pelajaran. Berikan pertanyaan atau tugas singkat guna memastikan bahwa mereka memang betul-betul menguasainya.
24. Jangan berharap siswa dapat mengerjakan tugas yang Anda berikan dengan baik, jika Anda tak pernah menjelaskan cara mengerjakanya.
25. Jawaban yang benar hanya diperoleh dari pertanyaan yang tepat. Ajukan pertanyaan dengan jelas, tepat, dan tidak terlalu panjang sehingga muda dipahami siswa.
26. Berikan pertanyaan atau tugas ke seluruh siswa sebelum menunjuk salah satu siswa untuk menjawab atau mengerjakannya. Janagan lupa, berikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir sebelum mereka menjawabnya.
27. Jangan selalu meminta atau memanggil siswa untuk mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan berdasarkan urutan daftar hadir atau sesuai urutan tempat duduk mereka. Pastikan bahwa semua siswa selalu siap mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan Anda setiap saat.
28. Jika siswa tidaj segera menjawab pertanyaan Anda, berikan pertanyaan-pertanyaan menuntun, atau ungkapan kembali pertanyaan Anda dengan kelimat yang lebih sederhana.
29. Dengarkan pertanyaan atau pendapat siswa dengan baik. Hindari menanggapinya dengan sinis. Mintalah siswa lain untuk juga mendengarkan dan beri kesempatan kepada mereka untuk menganggapinya sebelum anda berikan jawaban atau penjelasan.
30. Jika pertanyaan atau pendapat siswa tidak sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, jawablah dengan singkat dan sampaikan bahwa hal itu dibahas pada pertemuan lain atau beritahu da mana siswa dapat memperoleh jawabanya.
31. Jika pertanyaan siswa terkait dengan arti kata atau kalimat bahasa asing, janganlah dijawab dengan sekedar menterjemahkannya, tapi berikan juga contoh, gambar, peragaan, atau model.
32. Rancanglah pembelajaran yang dapat membelajarkan nilai-nilai edukatif sehingga dapat membantu siswa memiliki kepribadian yang baik.
33. Terapkan pembelajaran yang meneknkan pentingnya kebersamaan dan menghargai perbedaan. Sadarkan pula bahwalebih banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan kerjasama daripada berkompetisi.
34. Sesekali, jangan biarkan siswa membentuk kelompok belajar mereka sendiri. Atur ulang keanggotaan kelompok belajar dengan memperhatikan keberadaan siswa. Yakni bahwa mereka juga membutuh-kan pengalaman kerja sama dalam keberagaman.
35. Bicara berlebihan tidak identik dengan pembelajaran yang baik. Sedikitlah bicara dan benyaklah mendengarkan pertanyaan atau penda-pat siswa. Penjelasan singkat sering lebih efektif.

*D. Menggunakan Media Pembelajaran*

36. Ada kalanya konsep atau materi begitu abstrak bagi siswa. Buatlah ia konkret dengan menggunakan peraga atau media yang sesuai.
37. Kebaikan suatu media pembelajaran tidak terletak pada kecanggihanya, melainkan pada kesesu-aiannya dengan kompetensi, materi, metode pembelajaran, serta karakteristik siswa.
38. Benda-benda konkret sederhana di kelas atau yang dapat di temukan di lingkungan sekitar mungkin lebih efektif untuk membelajarkan suatu konsep. Namun memang terdapat konsep-konsep tertentu yang kompleks akan lebih mudah dipahami jika menggunakan program-program komputer tertntu yang canggih.
39. Jika akan menggunakan Over Hesd Projector (OHP),  siapkan terlebih dahulu trensparasi dengan tulisan atau gambar yang jelas. Letakkan terlebih dahulu transparansi sebelum OHP dihidupkan. Atue fokus dan bacalah tulidan yang ada di transparansi. Matikan OHP jika akan mengganti transparansi atau bila akan memberikan penjelasan yang panjang.
40. Sebelum Anda memulai pembelajaran, pastikan bahwa papan tulis dalam keadaan bersih. Tulislah hal-hal yang penting dengan jelas dan rapi.
41. Jika papan tulis terlalu lebar, bagilah menjadi dua bagian. Mulailah menulis dari kiri atas dan teruskanlah  ke sebelah kanannya. Sesekali berjalanlah ke begian belakang kelas untuk memastikan bahwa tulisan Anda dapat di baca seluruh siswa. Pastikn papan tulis dalam keadaan bersih sebelum Anda meninggalkan kelas.

*E. Menghargai Siswa*

42. Hargai dan mengertilah siswa jika anda ingin dihargai, dihormati, dan dimengerti oleh mereka.
43. Janganlah ragu dan menunda untukmenberikan pujian atau hadiah kepada siswa sebagai imbangan atas prestasi mereka. Berikan teguran atau hukuman yang mendidik terhadap perilaku yang kurang sesuai. Acungan jumpol, anggukan kepala, sorot mata, atau ucapan Anda dapat untuk mengekspresikannya.
44. Seimbangkanlah antara memuji dan mengkritik siswa. Pujilah siswa secara terbuka namun kritiklah mereka secara individual. Hindari memberikan pujian yang berlebihan. Siswa lebih memerlukan umpan balik yang jujur dan realistis.
45. Segera lupakan kesalahan dan kegagalan siswa. Maafkan mereka. Hindari memvonis siswa berdasarkan kesalahan yang pernah mereka lakukan. Guru yang baik selalu memberikan kesempatan lagi bagi siswa yang belum berhasil.
46. Bersikaplah realistis dan bijaksana terhadap pekerjaan rumah yang Anda berikan kepada siswa. Hindari pemberian pekerjaan rumah yang berlebihan. Siswa mempunyai aktivitas pribadi lain yang juga pentimg : beribadah, berolahraga, melakukan hobi, dan kegiatan keluarga lainya.

*F. Menilai Hasil Belajar*

47. Siswa berhak segera mengetahui seberapa jauh mereka menguasai kompetensi yang talah di tentukan.Sampaikan sesegera mungki kepada siswa hasil belajar mereka.
48. Hendaknya tidak hanya menggunakan hasil tes tertulis untuk menyimpulkan kemampuan siswa. Mungkin, siswa mempunyai kemampuan yang lebih daripada yang ditunjukan oleh hasil tes tersebut. Gunakan metode penilaian yang sesuai dan bervariasi, seperti penilaian kinerja, observasi sistematik, penilaian portfolio, dan sebagainya, sehingga dapat menggambarkan kemampuan siswa secara menyeluruh.
49. Selain untuk menilai kemampuan siswa, gunakan hasil tes untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan mengidentifikasi bagian materi yang siswa masih memerlukan bantuan atau remidi. Perlu diingat, hasil tes tidak digunakan untuk menghukum, memvonis, atau memperma-likan siswa.
50. Hendaknya tidak mengatakan kepada siswa tentang kegagalan mereka tanpa memberitahukanya di mana dan bagaimana mereka dapat memperbaiki atau memperoleh bantuan untuk memperbaiki.
51. Dorong siswa untuk mengungkapkan pengalaman belajarnya, juga mengungkapkan apa yang sudah dan belum mereka ketahui. Hal ini merupakan cara baik bagi siswa untuk menyatakan perasaanya, mengekspresikan kreativitasnya, dan mempraktikkan kemampuan menilis.

*G. Menciptakan Interaksi Yang Harmanis*

52. Sediakan waktu untuk memberikan bantuan secara individual kepada siswa jika mereka memang memerlukannya.
53. Jelaskan posisi Anda terhadap isu-isu penting yang mungkin dihadapi siswa, seperti penyalahgu-naan narkoba, kekerasan, dan sebagainya. Siswa memerlukan Anda sebagai pembimbingnya.
54. Sesekali ceritakan kehidupan harmonis keluarga Anda atau orang lain. Hal ini dapat menyadarkan mereka bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat diusahakan dan dimiliki siapapun.
55. Tekankan kepada siswa akan pentignya pembelajran sepanjang hayat. Sadari bahwa tidak semua siswa dapat menjalankan sekolah. Namun, yang pasti mereka harus mencapai kesuksesan. Salah satu kunci kesuksesan adalah dengan belajar sepanjang hayat.
56. Biarkan siswa melihat bagaimana Anda melakukan aktifitas belajar, membaca, dan bekerja keras. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk membelajarkan hal serupa.
57. Janganlah berputus asa terhadap kenakalan siswa. Sedikit kenakalan, kadang merupakan pertanda kreativitas. Berpikirlah bahwa tidak sedikit orang dewasa yang sukses adalah mereka yang dulunya nakal di sekolah.
58. Sadari bahwa boleh jadi siswa yang paling menjengkelkan Anda, adalah siswa yang paling  memerlukan bimbingan Anda.
59. Berhati-hatilah dengan pandangan mata Anda.Memang, pandangan mata tidak dapat membunuh, tetapi sangat mungkin dapat membuat nyuri dan menyakitkan siswa.
60. Perhatikan bahasa tubuh Anda. Sikap tubuk dan ekspresi mimik sering memiliki makna lebih daripada kata-kata.
61. Sesekali terlihatlah dalam aktivitas siswa di luar kelas. Hal ini merupakan cara yang baik untuk membangun hubungan yang positif dengan siswa.
62. Jagalah kata-kata Anda. Jangan pernah berkompromi dengan ketidakjujuran. Jangan pernah menjalankan sesuatu yang tidak mungkain Anda tepati. Jika siswa tidak mempercayai gurunya, siapa lagi yang dapat mereka percayai?
63. Jika Anda tidak segera mengharapkan kesempurnaan pada diri siswa., niscaya mereka tidak akan mengecewakan Anda.
64. Jangan berfikir bahwa Anda mampu menyelesaikan semua masalah siswa. Acapkali siswa memang memerlukan bantuan ahli. Kenalilah keterbatasan Anda.

*H. Mengelola Kelas*

65. Amatilah siswa ketika masuk dan meninggalkan kelas Anda.Wajah mereka akan mengatakan banyak pada Anda tentang pembelajaran yang Anda lakukan.
66. Sesekali aturlah tempat duduk siswa sehingga mudah Anda untuk berinteraksi dengan mereka.
67. Berdiri di belakang meja bukanlah posisi terbaik. Bangkit, bekati, dan bimbinglah siswa. Mereka memerlulan kedekatan dan bimbingan Anda.
68. Sesekali biarkan sedikit kegaduhan terjadi di kelas. Kadang ini merupakan tanda bahwa siswa berfikir dan terlibat dalam pembelajaran.
69. Buatlah kesepakatan dengan siswa tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan di kelas serta konsekuensinya. Ini merupakan salah satu pendekatan Anda dalam mengelola kelas.
70. Jika ada siswa yang mengobrol saat anda menjeleskan, berhenti berbicara.Pandanglah mereka, panggil namanya, beri pertanyaan, atau minta mereka untuk berpendapat.
71. Hadapilah siswa yang nakal dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan perhatian.Hafalkanlah namanya. Gunakan namanya sebagai conyoh kalimat atau  suatu kasus yang baik. Mintalah untuk membaca teks, atau mengerjakan tugas di papan tulis. Jangan lupa bimbinglah mereka.
72. Jangan banyak membuang tenaga dengan marah. Marah memeng mudah dilakukan. Tetapi marah pada saat yang tepat, pada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, dan alasan yang tepat tidak mudah dan perlu dipelajari.

*I. Mengembangkan Diri*

73. Siswa memerlukan Anda dalam tampilan terbaik. Kenakan pakaian yang bersih, rapi, dan tidak ketat sehingga tidak mengganggu penampilan/gerak Anda serta nyaman dipakai dan dilihat. Pakailah sepatu tertutup (bukan sepatu sendal) yang sesuai dan nyaman bagi kaki anda.
74. Penampilan yang baik menjadikan Anda merasa lebih segar dan percaya diri. Anda harus merasa baik dan nyaman tentang diri Anda sebelum Anda berusaha berusaha membangun kepercayaan diri siswa.
75. Gunakan rias wajah secukupnya sehingga tidak mengganggu perhatian iswa. Gunakan pula parfum seperlunya untuk menambah keyakinan diri.
76. Ketahui dan taatilah kode etik profesi Anda. Pelajari juga segala peraturan/perundang-undangan yang mengatur hak dan kewajiban Anda.
77. Ketahui dan taatilah segala ketentuan atau tata tertib sekolah Anda. Ajak dan doronglah siswa untuk menaatinya juga.
78. Luaskan wilayah pergaulan Anda. Bergabunglah dengan asosiasi profesi Anda. Kembangkan interaksi dengan orang lain dari berbagai latar belakang sosial. Hal ini akan membuka diri Anda dan memperkaya pengalaman dan pelajaran anda.
79. Jangan malu dan sungkan untuk meniru keberhasilan guru lain. Temukan cara bagaimana mereka melakukan hal itu.
80. Kembangkalah prinsip belajar sepanjang hayat. Guru yang baik juga pembelajar yang baik. Belajarlah hal-hal baru setiap hari yang akan memberikan hal-hal baru dan tantangan yang lebih.
81. Banyaklah membaca buku yang dapat meneguhkan kemampuan pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial Anda sebagai guru. Sediakanlah waktu sedikitnya 15 menit untuk memikirkan dan mendapatkan bacaan Anda.
82. Kuasailah teknologi terbaru. Belajarlah kepada orang lain jika memang perlu. Jangan biarkan siswa menganggap Anda ketinggalan zaman.
83. Sediakanlah waktu untuk mengevaluasi dan merefleksi diri. Jika perlu, temukan suatu tempat dimana Anda dapat menikmati kesendirian Anda. Kadang, kesunyian adalah obat yang mujarab bagi segala kepenatan.
84. Ingat kembali alasan mengapa Anda menjadi guru. Hal ini akan memperbaharui komitmen Anda. Alasan-alasan seperti mencintai anak atau keinginan untuk membantu sesama, masih relevan untuk diingat guna memperbaharui semangat Anda.
85. Ingat kembali hal yang menyenangkan Anda ketika menjadi siswa. Terapkanlah juga hal ini pada pembelajaran Anda. Perspektif ini akan mengubah cara Anda mengajar.
86. Jangan sia-siakan waktu Anda untuk mengatakan kepada orang bagaimana baiknya Anda mengajar. Biarkan siswa yang mengatakan hal itu berdasarkan pengalamanya.
87. Tanyaka kepada diri Anda, jika pembelajaran Anda kurang menyenangkan bagi siswa atau jika siswa mengalami kebingungan dalam memahami materi pelajaran, boleh jadi Anda penyebabnya.
88. Anda tidak harus lebih cerdas daripada siswa Anda. Tetapi yang pasti, Anda harus lebih dewasa dari mereka.
89. Berpikirlah tentang orang-orang atau guru-guru Anda yang dapat memberikan inspirasi. Anda tidak dapat menjadi seperti mereka, tetapi Anda dapat menemukan cara bagaimana menjdi lebih daripada mereka. Jadilah diri anda sendiri.
90. Jangan terlalu sedih terhadap apa yang dikatakan siswa tentang diri anda. Lebih sedihlah jika mereka tidak pernah berkata apapun tentang diri Anda, itu berarti kehadiran Anda sama sekali tak berarti bagi mereka.
91. Ingat, bahwa Anda tidak harus mencoba menjadi lebih muda daripada umur Anda agar dapat mengajar siswa Anda. Mereka akan menerima anda berapa pun usia Anda jika Anda memberikan apa yang mereka perlukan.
92. Pikirkanlah tentang prestasi besar yang mungkin dapat Anda capai. Anda tidak dapat mencapai suatu prestasi besar jika prestasi itu tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.
93. Tinjau ulangi visi, misi, dan tujuan hidup Anda. Orang yang paling gagal adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan tidak tahu ingin menjadi apa ia sebenarnya.
94. Anda hanya akan dapat berkonsentrasi menjalani profesi anda jika kondisi spiritual Anda tenang. Setiap gerak, keinginan, cara berfikir, dan sikap Anda akan mudah terpengaruh oleh nuansa spiritual Anda. Tingkatkan stamina spiritual Anda dengan melakukan ibadah rutin yang dapat menenteramkan jiwa Anda.
95. Ingatlah selalu pembelajaran terbaik yang pernah Anda lakukan. Pikirkanlah, bagaimana hal itu dapat terjadi lagi.
96. Terimalah kegagalan Anda juga kegagalan siswa Anda. Belajarlah dari hal ini dan majulah.
97. Pelajarilah karya sastra. Hargai musik dan seni.Hal ini dapat menghaluskan jiwa, meningkatkan kearifan Anda dan meningkatkan kualitas pembelajaran Anda.
98. Jagalah kesehatan dan kebugaran fisik Anda. Siswa slalu mempunyai banyak Energi untuk beraktifitas. Sebaiknya anda juga.
99. Lakukan kebiasaan yang memberdayakan fisik Anda. Bangun pagi dan berolahragalah secara rutin. Kembangkan keterampilan fisik tertentu (hobi) yang dapat membuat Anda lebih Rileks. Kesenangan yang dilakukan secara wajar dapat memberikan relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
100. Lakukan kebiasaan yang mendukun perubahan emosi kebiasaan yang mendukung perubahan emosi Anda. *Kembangkan, perbaiki, dan rawatlah hubungan positif Anda dengan orang lain. Pelajarilah keterampilan empatik dan kepekaan emosi*

Minggu, 03 Maret 2024

Biografi Syeikh Abul Fadhol As senory At tubany




Senori, salah satu Kota Kecamatan di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Namanya harum seharum nama ulama guru para ulama Indonesia. KH. Abul Fadlol As-Senory At-Tubany. Meski beliau sudah wafat, namanya tidak bisa hilang dari ingatan semua orang. Bahkan berkat beliau, nama Senori juga ikut harum. 

Kiai Fadlol memang fenomenal, kisahnya dari kecil hingga besar sebagaimana yang dituturkan oleh putra pertamanya, KH. Abdul Jalil selalu menarik untuk disimak dan disuritauladani.

Sejak kecil mBah Ddlol -begitu beliau dipanggil- sudah menampakkan keanehannya dibanding dengan anak seusianya. 

Nakalnya luar biasa tapi kecerdasan dan keberaniannya juga di atas rata-rata. Setiap ada tamu yang sowan pada abah beliau Kiai Abdusy Syakur, wedang yang disuguhkan pasti akan dicicipi dulu. Bak seorang guru yang memberi barokah pada santrinya. 



Beliau suka bermain di markas belanda yang ada di depan rumahnya. Dengan gayeng beliau bisa bercengkrama dengan para londo totok. Tak heran bila beliau sudah mampu berbahasa Belanda dengan fasih.

Di saat usia baru 9 tahun sudah hafal al Qur'an dalam waktu dua bulan. Padahal rata-rata orang menghapal al Qur' an itu butuh waktu 3 sampai 4 tahun. 

15 juz yang awal ditempuh dalam satu bulan setiap satu juz dibaca 3 kali dalam satu jalsah dan langsung hapal dan 15 juz yang akhir juga ditempuh satu bulan dengan metode setengah juz di baca 3 kali dan langsung hapal.

Beliau ketika kecil sering nguping saat abahnya mbalah kitab bersama santri-santri. Bila sang abah sudah selesai, gantian beliau yang membaca kitab yang sama sambil menerangkan isinya persis seperti keterangan abahnya. 

Beliau mengaji hanya kepada abahnya, KH Abdusy Syakur dan kepada Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy'ariTebuIreng Jombang. Itu pun hanya ditempuh selama tujuh bulan.

Pada saat khatam ngaji Jurumiyyah, beliau bisa baca Taqrib dan Fathul Mu'in. Sewaktu khatam Kafrawi, beliau bisa baca Fathul Wahab. Dan ketika khatam Alfiah di saat usianya baru 11 tahun beliau sudah bisa ngajar sekaligus menulis kitab. Ketika khatam Uqudul Juman, gaya dan tata bahasa karangan beliau menjadi penuh warna dan bernilai sastra tinggi. 

Metode yang digunakan dalam mengajar santri-santrinya adalah sorogan dengan satu judul kitab sampai khatam, baru setelah itu ganti kitab lain. Hal ini bertujuan agar benar-benar bisa difaham dan meresap dalam dada. 
Menurut beliau al ilmu fir ro'si laa fil karrosi (Ilmu itu ada di kepala bukan dilampiran kitab).

Kediaman Syech Fadhol: Konon di rumah ini Kiai Faqih Langitan, Kiai Hasyim Muzadi, dan Kiai semasanya mengaji pada Syech Fadhol

Bila jam menunjuk pukul satu malam, beliau bangun untuk melakukan qiyamullail sampai pagi. Malam-malam yang sepi dan sunyi itu diisi dengan dzikir pada sang kholiq.

Sayup-sayup terdengar lantunan dzikir dan bacaan al Qur' an dari kamar pribadinya. Ketika menjelang subuh, dzikir itu ditutup dengan bacaan hizib Saifi Mughni, hizib Nashor, dan hizib Bahr.

Dalam sebulan beliau bisa khatam al Qu'an sebanyak 60 kali. Sedangkan dalam menambah keilmuan, setiap 10 hari bisa khatam satu kitab besar. Itupun dalam keadaan setengah hapal isinya. 

Hal ini terbukti bila ada persoalan, beliau mampu menunjukkan jawaban disertai ta'birnya. Bagi beliau seakan-akan tidak ada masalah yang musykil apalagi mauquf. 

Sehingga KH. Maimun, Pengasuh PP. Al Anwar Sarang menjulukinya dengan "Sang Kamus Berjalan". Bila melakukan sholat selalu di awal waktu. Dalam memberi maui'dzoh atau khutbah, beliau bersikap serius namun mengena dan menyentuh perasaan. Sehingga para pendengarnya dibuat hening dan tak jarang menagis tersedu-sedu karena terbawa perasaan.

Kendati demikian, Mbah Dhol juga manusia biasa, punya anak dan keluarga yang butuh untuk di nafaqohi. Oleh sebab itu beliau juga bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Berbagai pekerjaan yang pernah dilakukaan dan dijalaninya antara lain: jadi buruh jahit, penjahit, bahkan jualan benang. 

Ada cerita menarik ketika beliau jualan benang. Dari daerah Kerek Tuban sampai Sedan Rembang beliau tempuh dengan jalan kaki sambil memikul benangnya. Sebuah jarak yang sangat jauh dengan beban di punggung yang tidak ringan.

Selain itu beliau juga pernah jualan kain, membuka toko, reparasi sepeda pancal dan sepeda motor, membuat barang-barang elektronik, meski beliau tidak pernah belajar elektro sama sekali. Beliau juga pernah menjadi bos becak, mendirikan pabrik rokok dan lain sebagainya.

Yang mengherankan, setiap usahanya berkembang pesat, seketika itu juga dihentikan dan ganti pekerjaan lain yang dimulai dari nol lagi. Hal ini semakin menguatkan keyakinan banyak orang bahwa beliau adalah sosok kyai yang zuhud. Tujuannya bekerja hanyalah ibadah dan sekadar menuruti perintah Allah SWT semata, bukan untuk mencari harta. 

Dengan memulai dari nol lagi tentu banyak kesulitan yang dihadapi, semakin banyak kesulitan, kian banyak pahala yang kan didulang, al ajru biqodri ta'ab, "pahala tergantung dari nilai kepayahannya."

Jadi menurut beliau segala sesuatu mesti diniati ibadah bahkan sampai dalam memberi nafaqoh istrinya pun tidak lepas dari dimensi ibadah. 

Beliau dalam memberi nafaqoh harian pada istrinya tidak memberikannya sekaligus sehari, tapi nafaqoh pagi di berikan pada waktu pagi, nafaqoh siang di berikan di siang hari dan nafaqoh sore diberikan sore.

Ketika hal itu di tanyakan, jawab beliau "agar banyak niatnya sehingga banyak pula pahalanya".

Dalam keseharian beliau sanngat sederhana dan bersahaja, saking sederhananya ketika ta'ziah dalam wafatnya KH. Zuber Sarang beliau sempat dicueki atau tidak dihormati oleh orang karena songkok hitam yang dipakai tidak lagi hitam tapi telah berubah warna menjadi merah. Baju yang di kenakan lusuh, hingga orang acuh memandangnya. 

Orang-orang baru tahu kalau itu adalah Mbah Dlol yang sangat terkenal itu. Setelah tanpa sengaja mBah Maimun Zuber memergokinya di tengah jalan. Karuan saja KH. Maimun langsung menciumi tangan beliau dan menempatkannya pada tempat yang layak.

Makam Syech Fadhol: sesederhana masa hidupnya yang bersahaja

Puluhan karya tulis yang telah beliau hasilkan. Beliau sudah menulis sejak masih remaja. Hanya yang patut disayangkan adalah karya tulisnya banyak yang tidak bisa dimanfaatkan sebab sebagaian ada yang terkena banjir tatkala banjir besar tahun 1971 melanda Tuban dan yang sebagaian lagi dibawa oleh murid-muridnya yang tersebar di mana-mana, sehingga sulit untuk melacaknya sekarang. 

Beliau dalam mengajar santrinya selalu mengarangkan materi pelajarannya baik yang berbentuk nastar maupun nadzom, setelah selesai, kitab karangannya diberikan pada muridnya yang mengaji.

Di antara karangan beliau yang sudah beredar adalah:
1. Tashilul Masalik Syarah Alfiah Ibnu Malik
2. Kasfyfuttabarih fi sholatittaroweh
3. Ahli Musamaroh fi Bayani Auli'il Asyroh
4. Durrul Farid fil limit tauhid

Dan beberapa karangan yang belum selesai seperti nadzom Bahjatul Hawi, Nadzom Jam'ul Jawami'. (Asnawi/Sis Maula)

Disadur dari MAJALAH KAKILANGIT ed 8 th 2 2004
________________
sumber:
elnova.blogspot
angkringbanyon.blogspot
anjangsanasantri.blogspot

Rabu, 28 Februari 2024

Cara Allah Membungkam Musuh-Musuh Islam



*Cara Allah Membungkam Musuh-Musuh Islam* 

(Transkrip Kajian Sirah Nabawiyah Maulid Ad-Diba'i Eps. III, Selasa 17 Sya'ban 1445 / 27 Februari 2024) 

Oleh: Ibnu Imron*


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Bismillahirrahmanirrahim 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن ولاه ولا حول ولا قوة الا بالله سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا انك انت العليم الحكيم وتب علينا انك انت التواب الرحيم، رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي


Prolog

اَلْحَمْدُ ِللهِ الْقَوِيِّ الْغَالِبْ. اَلْوَلِيِّ الطَّالِبِ. اَلبَّاعِثِ الْوَارِثِ الْمَانِحِ السَّالِبِ


Segala puji bagi Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa (di atas segala-galanya). Maha pelindung lagi Penuntut segala dosa. Maha membangkitkan di hari kiamat, Maha Kekal, Maha Penganugerah, lagi Maha pelenyap.



Pembahasan


Seperti kebanyakan penulis klasik, Mereka selalu menyempatkan diri untuk menyinggung tema yang akan dibahas pada pendahuluan tulisan mereka baik secara implisit maupun eksplisit, misal dalam Muqoddimah imrithi disebutkan


حتى نحت قلوبهم بنحوه

Atau dalam fathul muin


الحمد لله الفتاح الجواد، المعين على التفقه في الدين من اختاره من العباد


Redaksi muqoddimah diatas mengindikasikan tentang tentang tema yang akan dibahas, jika bahas nahwu maka yang tulisan pertama akan menyinggung tentang Nahwu, begitu seterusnya.

Hal tersebut yang didefinisikan sebagai 

براعة الاستهلال

Masuk katagori sub bab dari Ilmu Badi' Fan Balagah

 الحمد لله القوي الغالب

Untuk susunan Alhamdu dan Lilllah sudah kami bahas dalam tulisan sebelumnya 

القوي


Definisinya menurut Imam Ath-Thabari adalah


القوي: الذي لا يغلبه غالب ولا يرد قضاءه راد ينفذ أمره، ويمضي قضاؤه في خلقه، شديد عقابه لمن كفر بآياته وجحد حججه

Dzat yang tak bisa dikalahkan, tak ada yang bisa menolak kepastiannya, perintahnya pasti terjadi, ketentuannya pasti terlaksana, dahsyat siksanya pada orang yang tidak percaya ayat-ayatnya. 

Lebih ringkas, Ibnu Katsir berkata:


لا يغلبه غالب ولا يفوته هارب

Tak ada yang bisa mngalahkannya dan tak ada yang bisa menghindar darinya. 

Dari segi makna Al-Qowi (Yang Maha Kuat) lebih umum dari Al-Qodir (Kuasa) karena setiap yang kuat pasti kuasa, namun tak semua yang kuasa adalah kuat. 


الغالب

Dalam pendapat imam Al-Baihaqi Al-Ghalib merupakan salah satu asma Allah, dengan definisi sebagai berikit


الذي يفعل ما يشاء، لا يغلبه شئ ولا يردُّ حكمَه رادٌّ،ولا يملك أحدٌ ردَّ ما قضاه،أو منعَ ما أمضاه

Dzat yang maha melakukan yang ia kehendaki, tidak ada yang bisa menolak hukumnya, tak ada yang bisa mencegah ketetapannya.


 الولي

Akar kata Al Waali dalam bahasa Arab mumpunyai makna dekat, jika dikembangkan maka bisa bermakna rapat, akrab, menjadi teman, penolong, pendukung, pemelihara untuk mempertahankan, menjaga bertanggung jawab, menjadikan seseorang majikan, pemilik, dan tuan.


Semua makna-makma tersebut berkembang dari kata dekat, misal wali yatim atau wali perempuan dalam nikah, berarti yang mengurusi hartanya atau yang mengurusi masalah pernikahannya, tentunya yang mengurus adalah orang yang paling dekat


الطالب

Yakni yang memerintah dan yang melarang, karena perintah itu menuntut untuk mengerjakannya, sedangkan melarang adalah perintah untuk meninggalkan aktifitas itu.



الباعث

Makna ba’atsa bisa bermacam-macam: bisa membangkitkan, membangunkan, mengutus, yang melatarbelakangi dan lainnya. Al-baits termasuk asmaul husna, bisa sandingkan pada Allah maka berarti Yang Maha membangkitkan setelah kematian, bisa juga Yang mengutus para utusan, dikarenakan dengan diutusnya para utusan syariat hukum bisa hidup kembali.


المانح

Dari fi'il madhi manaha, memberikan barang untuk diambil manfaatnya. 

Makanya dalam fikih di pembahasan akad ariyah ada namanya manaha atau minhah, yang berarti meminjamkan desertai dengan ibahah, merelakan diambil manfaatnya, misal meminjamkan kambing disertai rela susunya diambil, atau meminjamkan pena rela tintanya berkurang. 


Ada juga yang mengartikan memberi tanpa batas, berbeda dengan athok yang punya arti memberi tapi ada batas tertentu. Kalau kita kerucutkan pada permasalahan di sini dengan menyifati pada Allah sebagai al-Manih, dzat yang Maha memberi anugrah dalam artian pemberian Allah tidak terbatas, biaa juga kita artikan dengan arti yang pertama artinya semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan sang kuasa, seperti yang diungkapkan dalam Alquran


الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


Kita semua milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali. 

Saya teringat pada salah satu guru kami, KH. Hasani Nawawi pernah dawuh:


Dunyo brono iku titipan. Pangkat iku sampiran. Ojo dumeh! (Harta benda atau kekayaan itu hanyalah titipan, pangkat atau kedudukan itu sampiran, Jangan Sombong!) 


السالب

Salaba punya arti 

انترعه قهرا

Atau

اخذ منه قهرا

Yakni melepas sesuatu secara paksa, bisa juga merusak sesuatu, karena hal yang diambil secara paksa akan menyebabkan kerusakan pada objek yang diambil.


Epilog


Kalau bisa kita simpulkan dari muqoddimah yang dipaparkan Ad-Diba'i sudah menggambarkan tentang perjalanan kehidupan nabi Muhammad sang pembawa risalah, bagaimana Allah sang Maha Kuat, Maha Perkasa Maha mengalahkan dan tidak bisa dikalahkan mengutus kanjeng nabi yang awalnya diremehkan dan dicap lemah, bahkan ketika beliau menjanjikan kekuasaan Persia dan Bizantium, malah jadi bahan tertawaan oleh orang-orang munafik, dengan mengatakan 

هيهات هيهات 

Jauh banget, ngimpi. 

Akhirnya turun ayat

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

[QS Ali Imron: 26] 

Pada akhirnya janji Allah terbukti dan dengan sendirinya terbungkamlah mulut-mulut musuh Islam. 

Semua itu tergambar dalam mukadimah Ad-Diba'i 

الْقَوِيِّ الْغَالِبْ. اَلْوَلِيِّ الطَّالِبِ. اَلبَّاعِثِ الْوَارِثِ الْمَانِحِ السَّالِبِ

Wallahu 'Alam


*) Penulis adalah konten kreator asal Pasuruan Jawa Timur 

=====

Refrensi

Mil'ul Awani

Tafsir Al-Jalalain 

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ath-Thabari

Tafsir Asmaul Husna Lis Sa'di

Rabu, 14 Februari 2024

Rangkuman Sirah Nabawiyah dalam Satu Ayat

 


Oleh Ibnu Imron*


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

ان الحمد نحمده ونستعينه ونستغفره  وﻧﻌﻮذ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮور أﻧﻔﺴﻨﺎ وﺳﻴﺌﺎت أﻋﻤﺎﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻩ اﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ وﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎدي ﻟﻪ وأﺷﻬﺪ أن ﻻ إﻟﻪ إﻻ اﷲ وﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ وأﺷﻬﺪ أن ﳏﻤﺪاً ﻋﺒﺪﻩ 

 

*Prolog*

Allah Berfirman:

 

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin

 

*Pembahasan*

 

لقد جاءكم

Dalam redaksi tersebut ada tiga taukid: Lam, Qod dan Qosam yang dibuang

Sebagai catatan: Lam taukid jika masuk pada qad maka disebut lam Qosam, jika masuk pada mubtada khabar maka disebut lam ibtida, jika masuk pada jumlah yang didahului Inna maka disebut lam muzahlaqah yakni lam taukid yang pindah.

 

جاء

Ja'a artinya datang, kalau diperjelas lagi: intiqol min makanin

Dalam Retorika Arab (Balaghah) redaksi yang memakai taukid apalagi lebih dari satu, maka menunjukkan atas penguatan maksud sehingga terhindar dari keraguan atau keingkaran

Sementara dhomir 'kum' dalam redaksi tersebut langsung kena pada dua golongan: orang-orang beriman dan orang-orang yang kufur/ ingkar

Jika dikaitkan pada orang-orang yang beriman Iman maka sebagai penegasan untuk bisa meneladani, berkonsultasi dan berlajar banyak kepada nabi karena sebentar lagi nabi akan meninggalakan kalian.

Namun jika yang ditujukan kepada orang-orang yang kafir, maka itu sebuah sindiran: sudah lama kalian hidup bersama rasul, kalian sudah tahu nasabnya, kalian sudah tahu karakternya, kalian sudah tahu sikapnya, kok kalian masih belum iman.

 

رسول

 

Rasul secara definisi adalah:

 

إنْسَانٌ أُوحِيَ إلَيْهِ بِشَرْعٍ وَأُمِرَ بِتَبْلِيغِهِ

 

Manusia yang mendapat wahyu dari allah dengan membawa syariat untuk disebarkan

Jika tidak diperintah untuk menyebarkan maka disebut Nabi saja

Dalam kalimat rasulun di atas pakai lafadz nakirah hal ini menunjukkan agungnya derajat sang obyek, ta’dzim, rasul yang agung, atau rasul yang tinggi drajatnya

Juga kata rasul diatas ditujukan untuk membantah tuduhan orang arab yang mengatakan bahwa nabi membuat-buat syariat sendiri.

Redaksi selanjutnya dalam ayat ini menunjukkan pada sifat-sifat nabi, yang semuanya ada 5 sifat, yaitu:

1. Min Anfusikum: Dari golongan kalian wahai orang-orang Arab, yakni Latar belakang, nasab, sifat, lingkungan yang sama dengan kalian, artiya jelas nasabnya, jelas akhlaq, jelas karakter baiknya, jelas lingkungannya. Biasanya seseorang enggan langsung percaya jika yang mengajak itu orang asing.

Bisa juga diartikan dari golongan kalian wahai manusia, sehingga mudah untuk meneladaninya, karena dari golongan yang sama, beda halnya jika Rasullah dari golongan Malaikat atau jin, maka sulit untuk mengikuti jejak langkahnya.

2. Azizun: Terasa berat hal-hal yang menyakiti, yakni tak ingin melihat umatnya susah baik di dunia atau diakhirat. Artinya nabi merasa sedih dengan rasa sedih yang menimpa ummatnya

3. Harisun Sangat menginginkan dan sangat mengharap hal-hal yang baik dan maslahat terjadi atas kalian. Senang dengan rasa senang yang dimiliki ummatnya.

4. Rouf: pakai shighat mubalaghah: Faulun yang berarti katsirur ra’fah (sangat dalam kasih sayangnya), ra’fah sendiri mempunyai arti syiddatur rahmah yakni kasih sayangnya besar.

5 Rohim: ikut sighat fa’iilun yang merupakan salah satu shighat mubalaghah yang berarti sangat mengasihi/menyayangi.

Sebagian mufassir menyebutkan kata rauf dikhususkan kepada orang-orang mukmin yang taat, Rahim dikhususkan kepada pendosa.

 

Dalam redaksi bil mukmina raufun rahimun ada dua poin penting:

Pertama, susunan jar majrur didahulukan dari amilnya/ mutaallaqnya, secara retorika mengandung arti takhshish (spesifikasi) sehingga mempunyai arti rasa kasih sayang nabi khusus kepada orang mukmin. Lantas orang kafir bagaimana? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kata rauf khusus pada orang yang taat dan ketaat orang kafir tidak sah dan tidak dianggap karena ibadah badaniyah salah satu syarat sahnya adalah harus islam.

Sebagai contoh salat dan puasa ramadhan, jika dilakukan orang orang non muslim tidak sah dan tidak dianggap karena syaratnya harus islam.

Allah ta’ala berfirman

ياأيها الذين آمنوا إذا قمتم إلى الصلاة

Wahai orang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat (Al-Maidah: 6)

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام

Wahai orang yang beriman diwajibkan kepada kalian puasa (Al-Baqarah: 183)

 

Ayat-ayat diatas pakai khitab kepada orang yang beriman menunjukkan syaratnya shalat, puasa dan ibadah badaniyah yang lain harus beriman.

Hal serupa berlaku bagi para pendosa, jika masih ada secercah iman dan islam dalam hatinya. Masih bisa tercover oleh rasa belas kasihan nabi sehingga bisa dientaskan ke surga allah dengan syafaatnya, dalam sebuah hadis disebutkan:

شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي

Syafaatku untuk pelaku dosa besar dari ummatku

[HR: At-Tirmidzi]

Dalam hadis lain disebutkan

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قلت: يارسول الله، من أسعد الناس بشفاعتك؟ قال: من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه

Diriwayatkan dari Shahabat Abi Hurairah, beliau berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang paling beruntung mendapat syafaatmu?’ beliau menjawab, ‘Orang yang mengucapkan lailaha illallah murni dari hatinya.

[HR: Al-Bukhari]

 

Kedua, kata Rauf dan Rahim merupakan asmaul husna yang sifat tersebut sandang juga oleh nabi, hanya Nabi Muhammad lah satu-satunya orang yang menyandang dua asma allah dalam satu konteks, hal ini menunjukan betapa dicintainya nabi Muhammad di sisi allah, betapa tingginya drajat beliau sehingga tak seorangpun yang bisa menyamainya.

 

*Epilog*

Para pakar tafsir mengatan, lima sifat rasul ini perlu dimiliki para dai bila ingin dakwahnya diterima ditengah-tengah masyarakat, lima sifat itu adalah: Dikenal Akhlak dan latarbelakangnya (Min Anfusikum) sedih saat yang lain mendapatkan kesedihan (Azizun Ma Anittum) bahagia saat yang lain bahagia (Harisun Alaikum) respek kepada orang-orang yang disiplin dan taat (Raufun) memaafkan kepada orang yang berbuat kesalahan (Rahim).

Semoga kita bisa meneladani Rasulullah, Amiiin.

 

*Penulis Adalah konter kreator asal Pasuruan Jawa Timur

(Dokumentasi Kajian Sirah An-Nabawiyah, 4 Sya'ban 1445)

========================================================== 

Refrensi:

Aysarut Tafasir

At-Tahrir wat Tanwir

Tafsir Fathul Bayan

Tafsir Hadaiqur Ruh war Raihan

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Sa’ad

Tafsir Al-Mawardi

dll

Minggu, 23 April 2023

Menelusuri Fase Perkembangan Madzhab Syafi'i

 



Fase Perintisan Mazhab


Di antara ulama yang berjasa dalam fase ini adalah:


  1. Imam Abul Qasim al-Anmathi (w. 288 H)

  2. Imam Abul Abbas bin Suraij (w. 306 H)

  3. Imam Abu Zur’ah (w. 302 H)

  4. Abu Bakar Muhammad bin Ali al-Qaffal as-Syasi (w. 365 H) 

  5. Imam Abu Sa’id al-Hasan al-Isthakhari (w. 328 H)

  6. Al-Qodhi Abu Thayyib Sahal bin Abi Sahal as-Sha’luki (w. 404 H)

  7. Syaikhul-Iraqiyyin

  1. Imam Abu Hamid Ahmad bin Muhammad al-Isfirayini (344-406 H)

  2. Al-Qadhi Abu Thayyib Abdullah bin Thahir at-Thabari (348-450 H)

  3. Imam Abul Hasan al-Mawardi (364-450 H)

  1. Syaikhul-Khurasaniyyin 

  1. Imam Abu Bakar Abdullah bin Ahmad al-Maruazi, al-Qaffal as-Shaghir (327-417 H)

  2. Imam Abdullah bin Yusuf al-Juwaini (w. 438 H)

  3. Imam Abu Ulaiyin al-Husain, al-Qadhi Husain (w. 462 H)

  4. Imam Abdul Malik bin Abdullah, Imam Haramain (419-478 H)

  5. Imam Abu Ishaq asy-Syirazi (393-476 H)


Fase Pertama Perbaikan Mazhab 


  1. Imam Abu Hamid al-Ghazali (450-505 H)

  2. Imam Ibnu Abi ‘Asrun (w. 585 H)

  3. Imam Abdul Karim bin Muhammad bin Abdul Karim ar-Rafi’i (557-623 H)

  4. Imam Usman bin Abdurrahman, Ibnu Shalah (577-643 H)

  5. Imam Izzuddin bin Abdissalam (577-660 H)

  6. Imam Abu Syamah al-Maqdisi (599-665 H)

  7. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi (631-676 H)


Fase Kedua Perbaikan Mazhab


  1. Imam Ahmad bin Muhammad, Ibnu Rif’ah (645-710 H)

  2. Imam Ali bin Abdul Kafi Taqiyuddin as-Subki (683-756 H)

  3. Imam Abdul Wahab bin Ali Tajuddin as-Subki (727-771 H)

  4. Imam Jamaluddin Abdurrahim bin al-Hasan al-Isnawi (704-772 H)

  5. Imam Syihabuddin Ahmad bin Hamdan al-Adzru’i (708-772 H)

  6. Imam Badruddin Muhammad bin Bahadur az-Zarkasyi (745-794 H)

  7. Imam Sirajuddin Umar bin Ruslan al-Bulqini (724-805 H)

  8. Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (791-864 H)

  9. Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar as-Suyuthi (849-911 H)

  10. Imam Zakaria bin Muhammad al-Anshari (823-936 H)

  11. Imam Syihabuddin Ahmad bin Muhammad al-Haitami (909-974 H)

  12. Imam Syihabuddin Ahmad bin Hamzah ar-Ramli (w. 957 H)

  13. Imam Muhammad bin Muhammad as-Syirbini (w. 977 H)

  14. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad ar-Ramli (919-1004 H)


Fase Perbaikan Kitab-Kitab Pertama dan Kedua


  1. Ali bin Ali asy-Syabramallisi (997-1087 H)

  2. Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi (1127-1194 H)

  3. Sulaiman bin Umar al-Jamal (w. 1204 H)

  4. Sulaiman bin Umar al-Bujairimi (1131-1221 H)

  5. Abdullah bin Hijazi as-Syarqawi (1150-1208 H)

  6. Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri (1197-1277 H)

  7. Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Bakri (1303)

  8. Alwi bin Muhammad as-Segaf (1255-1335 H)


Ngaji Itqon (27): Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama?

Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama? Memahami Hikmah Ibham dalam Al-Qur’an Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat...