Selasa, 12 Mei 2026

Ngaji Risalah Ahlussunnah: Memahami Bidah & Sunnah Menurut KH. Hasyim Asy'ari (Part 4)


Ngaji Risalah Ahlussunnah: Memahami Bidah & Sunnah Menurut KH. Hasyim Asy'ari (Part 4)

وقال العلامة محمد ولي الدين الشبشيري في شرح الأربعين النووية على قوله صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أحْدَثَ حَدَثاً أوْ آوَى مُحْدِثاً فَعَلَيْهِ لَعْنَة الله} ودخل في الحديث العقود الفاسدة, والحكم مع الجهل والجور ونحو ذلك مما لا يوافق الشرع. وخرج عنه ما لا يخرج عن دليل الشرع, كالمسائل الإجتهادية التي ليس بينها وبين أدلتها رابط إلا ظن المجتهد, وكتابة المصحف وتحرير المذاهب وكتب النحو والحساب, ولذا قسم ابن عبد السلام الحوادث إلى الأحكام الخمسة, فقال: البدعة فعل ما لم يعهد في عصر رسول الله صلى الله عليه وسلم واجبة كتعلم النحو وغريب الكتاب والسنة مما يتوقف فهم الشريعة عليه, ومحرّمة كمذهب القدرية والجبرية والمجسمة, ومندوبة كإحداث الربط والمدارس وكل إحسان لم يعهد في العصر الأول, ومكروهة كزخزفة المساجد وتزويق المصاحف, ومباحة كالمصافحة عقب صلاة الصبح والعصر والتوسع في المأكل والمشرب والملبس وغير ذلك.

Dan al-‘Allamah Muhammad Wali ad-Din asy-Syabsyiri dalam syarah Al-Arba‘in an-Nawawiyyah ketika menjelaskan sabda Nabi ﷺ:

مَنْ أحْدَثَ حَدَثاً أوْ آوَى مُحْدِثاً فَعَلَيْهِ لَعْنَة الله 

“Barang siapa membuat suatu perkara baru (kejahatan/kerusakan) atau melindungi pelaku perkara baru itu, maka atasnya laknat Allah.”



beliau berkata:

Hadis ini mencakup berbagai perkara seperti:

akad-akad yang rusak (transaksi tidak sah),

memutuskan hukum dengan kebodohan,

berbuat zalim,

dan semisalnya, yaitu segala sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat.


Adapun yang tidak termasuk dalam hadis ini adalah perkara yang masih berada dalam cakupan dalil syariat, seperti:

masalah-masalah ijtihadiyyah (hasil ijtihad), yang hubungan antara masalah tersebut dengan dalilnya terkadang hanya berdasarkan dugaan kuat seorang mujtahid;

penulisan mushaf Al-Qur’an;

pembakuan dan perumusan mazhab-mazhab fikih; penulisan kitab-kitab nahwu; penulisan ilmu hisab (matematika/perhitungan).


Karena itulah Ibnu ‘Abdissalam membagi perkara-perkara baru (al-hawadits) ke dalam lima hukum syariat, lalu berkata:

Bid‘ah terbagi menjadi lima:

1. Bid‘ah Wajibah (wajib)

Yaitu perkara baru yang hukumnya wajib.

Contoh: mempelajari ilmu Nahwu, mempelajari kosakata asing/gharib dalam Al-Qur’an dan Sunnah,


karena pemahaman syariat bergantung padanya.

2. Bid‘ah Muharramah (haram)

Yaitu perkara baru yang haram.

Contoh mazhab Qadariyyah, Jabariyyah, dan Mujassimah.


Yakni aliran-aliran akidah menyimpang.

3. Bid‘ah Mandubah (sunnah/dianjurkan)

Yaitu perkara baru yang dianjurkan. Contoh mendirikan ribath (tempat singgah/markas ibadah atau penjagaan perbatasan), membangun madrasah, seluruh bentuk kebaikan yang belum ada di masa awal Islam.

4. Bid‘ah Makruhah

Yaitu perkara baru yang makruh. Contoh menghias masjid secara berlebihan, memperindah mushaf dengan dekorasi berlebihan.

5. Bid‘ah Mubahah

Yaitu perkara baru yang hukumnya boleh.

Contoh berjabat tangan setelah salat Subuh dan Ashar, memperluas variasi makanan, memperluas minuman, memperbagus pakaian, dan semisalnya.

Kemudian beliau berkata:

وإذا عرفت ما ذكر تعلم أن ما قيل: إنه بدعة كاتخاذ السبحة, والتلفظ بالنية, والتهليل عند التصدق عن الميت مع عدم المانع عنه, وزيارة القبور, ونحو ذلك ليس ببدعة. وإن ما أحدث من أخذ أموال الناس بالأسواق الليلية, واللعب بالكورة وغير ذلك من شر البدع.

Jika engkau telah memahami penjelasan di atas, maka engkau akan mengetahui bahwa perkara-perkara yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai bid‘ah, seperti: menggunakan tasbih, melafalkan niat, membaca tahlil ketika bersedekah untuk mayit selama tidak ada larangan, ziarah kubur, dan semisalnya, maka itu bukan bid‘ah.

Sebaliknya, perkara-perkara yang baru muncul seperti:

mengambil harta manusia secara zalim di pasar-pasar malam,

bermain bola (dalam bentuk yang melalaikan atau mengandung kemungkaran menurut konteks penulis), dan selainnya, termasuk seburuk-buruk bid‘ah.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Jenis Sutra Yang Haram Dipakai Lelaki

Mengenal Sutra yang haram dipakai lelaki dan jenis jenisnya Al Harir Definisi: Sutra sudah dikenal secara umum, dan berasal dari ulat ya...