Oleh Ahmad Utomo
Oleh Ahmad Utomo
Oleh Ahmad Utomo
RUH JASMANI
●●RUH JASMANI DALAM TULANG PUNGGUNG
• Ruh Jasmani seluruh manusia tercipta pada tulang punggung Nabi Adam, lalu Allah tempatkan pada anggota yang bakal menjadi Zhuhuur (tulang belakang) dalam embrio setiap keturunannya.
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ.
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka. (QS. Al A'rof: 172)
عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لما خلق اللهُ آدمَ مسح ظهره، فسقط من ظهره كل نَسَمة هو خالقها من ذُرِّيته إلى يوم القيامة.....
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda: “Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka berjatuhanlah semua ruh yang bakal Dia ciptakan dari anak keturunannya sampai hari kiamat.
Menurut Ibnu 'Arobi: Maksud dari mengusap adalah memasukkan pancaran Qudroh Ilahiyyah dan Qudroh Muhammadiyyah ke dalam tulang punggung dan memenuhi sumsum tulang. Dari kedua pancaran tersebut maka tercipta Ruh Jasmani bagi semua keturunan Nabi Adam as.
Maka semua Ruh Jasmani keturunan Nabi Adam as terdapat pada tulang punggungnya, lalu turun pada tulang punggung keturunan periode pertama, lalu dari periode pertama turun ke tulang punggung periode ketiga, dan seterusnya. Dalam tulang punggung kita pun terdapat Ruh Jasmani untuk keturunan kita yang sebagian mulai berpindah kepada anak saat berupa 'alaqoh (embrio) dalam rahim istri saat usia kandungan 40 hari. Sedangkan Ruh Jasmani anak tersebut mulai masuk ke dalam ovum saat sperma masuk ke dalamnya.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
●●RUH JASMANI DALAM KANDUNGAN
●Fase Gamet (Nuthfah Amsyaj)
• Di bagian ujung kepala sperma terdapat lisosom yang mengandung enzim yang digunakan untuk menembus ovum (sel telur)
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Terjemahan
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari gamet, Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS. Al Insan: 2)
Sperma + ovum = Nuthfah Amsyaj (sperma yang bercampur) yaitu Gamet.
Ruh Idhofi dari inti sperma menyatu dengan Ruh Jasmani dari ovum yang akan menjadi laki-laki atau perempuan.
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, (QS. An Najm: 45)
●Fase Embrio
Saat Alaqoh (embrio) dari zigot sampai Organogenesis mencapai 40 hari, lalu Ruh Jasmani pun mengalami pembelahan sehingga menjadi beberapa jenis, yaitu:
▪︎Lapisan ekstoderm : Ruh Yaqzhoh
▪︎Lapisan mesoderm : Ruh Mutaharrikah, Ruh Nafsani
▪︎Lapisan endoderm : Ruh Thobi'i, Ruh Nabâti
●Fase Mudghoh goir mukhollaqoh.
☆ Embrio mulai berbentuk sabit dan memiliki ekor sehingga terlihat seperti kecebong dengan lapisan kulit yang tipis.
• Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chronionic Gonadotropin-HCG) sehingga apabila melakukan tes kehamilan, hasilnya positif.
Rosulullah saw bersabda:
"Pada saat embrio sudah mapan (yaitu pada tahap pertama dari kehamilan) di dalam kandungan, maka Allah membawa kepadanya keturunan antara si ibu dan Adam". (HR. Ath Thobrooni dari Rabah).
• Keturunan antara si ibu dan Adam yaitu Ruh Jasmani anak hingga cucu.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
●●PEMBAGIAN RUH JASMANI
Ruh Jasmani asalnya satu, namun membentuk lapisan dan pecah menjadi beberapa macam.
Ruh Jasmani terdiri dari beberapa macam, yaitu:
1. Ruh Nafsani : mengendalikan Sistem Peredaran Darah dan Sistem Limpa.
2. Ruh Mutaharrikah : mengendalikan Sistem Rangka dan Sistem Otot.
3. Ruh Nabati: mengendalikan Sistem Endokrin.
4. Ruh Thobi'i: mengendalikan Sistem Pencernaan.
5. Ruh Yaqzhoh: mengendalikan Sistem Saraf.
Pada saat janin dalam kandungan 4 bulan (17 minggu atau 121 hari), maka Allah mengutus Malaikat Arham yang memasukkan Ruh Hayati ke dalam janin. Ruh Hayati juga dikelompokkan ke dalam jenis Ruh Jasmani.
maka:
6. Ruh Hayati: mengendalikan Sistem Pernapasan.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda, ”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (embrio) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (janin) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan
menurunkan hujan dari langit, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya sayuran. Semua bagian manusia akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari tulang ekor itulah manusia diciptakan pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari 4554 dan Muslim)
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
●●RUH JASMANI DALAM TULANG EKOR
Sesudah terjadi kematian, Ruh Jasmani akan menyusut masuk sepenuhnya ke dalam tulang ekor, tulang ekor ibarat biji tanaman yang darinya manusia akan tumbuh pada penciptaan kedua, yaitu sesudah terjadinya hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda di dalam hadits Abu Hurairah:
مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ
Jarak antara dua tiupan, empat puluh.
Para sahabat bertanya kepada Abu Hurairah, 40 hari atau 40 bulan atau apakah 40 tahun? Maka beliau (yaitu Abu Hurairah) enggan menjawabnya.
Para ulama mengatakan karena tidak mengetahui ilmunya. Rosulullah ﷺ tidak menjelaskan 40 apa?
Abu Hurairah radhiyallahu melanjutkan,
Rasulullah ﷺ bersabda:
ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً . فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنَ الإِنْسَانِ شَىْءٌ إِلاَّ يَبْلَى إِلاَّ عَظْمًا وَاحِدًا وَهْوَ عَجْبُ الذَّنَبِ ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Kemudian (sesudah tiupan pertama, sebelum tiupan kedua)) Allah akan menurunkan hujan dari langit maka mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya tunas, tidak ada dari badan manusia sesuatu, kecuali akan rusak. Kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dan darinyalah akan akan dibentuk manusia pada hari kiamat (Hadits Shahih diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4554 dan Muslim, no. 5253).
Kajian Maulid Ad-Diba'i: Waktu yang Tepat Untuk Bermunajat
(Transkrip Kajian Sirah Nabawiyah Maulid Ad-Diba'i Eps. IX, 10 Syawal 1445 / 19 April 2024)
Oleh: Ibnu Imron*
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
إِنَّ الْحَمْدَ ِللَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا انك انت العليم الحكيم وتب علينا انك انت التواب الرحيم، رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي
Prolog
يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ اِلٰى سَمَآءِ الدُّنْيَا وينادي هل من مستغفر هل من تائب
هل من طالب حاجة فانيله المطالب
Setiap malam turun ke langit dunia dan memanggil adakah malam ini yang memohon ampun serta bertaubat? Adakah yang meminta hajat? Akan aku kabulkan permintaannya
Pembahasan
يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ اِلٰى سَمَآءِ الدُّنْيَا
Setiap malam turun ke langit dunia
Ini sudah kami bahas pada edisi sebelumnya, ringkasnya: Redaksi di atas merupakan Iqtibas atau petikan redaksi dari hadis Shahih Bukhari Muslim yang berbunyi
ينزل ربنا كل ليلة إلى سماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير ويقول من يدعوني فأستجيب له من يسألني فأعطيه من يستغفرني فأغفر له
Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Dia berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku berikan, siapa yang minta ampun kepada-Ku akan Aku ampuni
[HR: Al-Bukhari no. 1145 dan Muslim, no. 1261]
Kata Yanzilu makna aslinya adalah turun
النُّزول، بالضَّمّ: الحُلول وَهُوَ فِي الأصلِ انحِطاطٌ من عُلو
[مرتضى الزبيدي، تاج العروس، ٤٧٨/٣٠]
Dalam Redaksi tersebut tidak bisa diartikan secara lahiriah karena akan terjadi Tasybih (Menyerupakan Allah pada Makhluk)
Maka ada dua cara menanggapinya, jika mengikuti Ulama Khalaf maka dita'wil dengan makna Turun Rahmatnya atau turun malaikat yang diutus oleh Allah dll
Namun ulama pendapat Ulama salaf berbeda, mereka tidak mengartikan turun seperti yang kita tahu dengan kata lain menyucikan allah dari makna Dzahirnya (Tahzih) beserta mengimani dan menyerahkan makna hakikatnya kepada Allah (Tafwid)
في كل ليلة
Kulli tersebut bermakna istighraq, artinya mencangkup semuanya, kalau kulli itu masuk pada isim Makrifat maka bermakna
استغراق لأجزاء مادخلت عليه
Mencangkup pada keseluruhan juz (bagian) nya
Kalau masuk pada isim nakirah maka bermakna
استغراق لجزئيات مادخلت عليه
Mencangkup pada keseluruhan juziyah afrad-nya,
Simpelnya begini, jika kita mengatakan
كل الليلة
Memakai al (makrifat) maka bermakna keseluruhan malam, namun jika kita mengatakan
كل ليلة
Dengan tanpa al dalam artian nakirah, maka bermakna setiap malam.
Kita lanjut,
الليل
Kata al-Lail punya makna:
ما يَعقُب النهارَ من الظَّلام، وهو من مَغرِب الشمس إلى طلوعها. و - في لسان الشرع: من مَغرِبها إلى طلوع الفجر. ويقابل النَّهارَ
Waktu gelap yang terjadi mulai setelah terbenamnya matahari sampai matahari terbit kembali, sedangkan secara syara waktu mulai terbenamnya matahari hingga waktu subuh
الى سماء الدنيا
ila di situ adalah huruf jer yang bermakna intihaul ghayah fil makan atau tempat yang menjadi batas akhir, seperti dalam Alfiyah Ibnu Malik
للانتها حتى ولام والى
Selanjutnya, sama' ad-dunya, kata sama' adalah setiap hal yang menaungi kita, oleh karenanya atap rumah disebut sama' karena menjadi benda yang menaungi rumah itu
(و) السَّماءُ: كُلُّ مَا عَلاَكَ فأَظَلَّكَ، وَمِنْه (سَقْفُ كلِّ شيءٍ، وكُلُّ بَيْتٍ) سَماءٌ
[مرتضى الزبيدي، تاج العروس، ٣٠١/٣٨]
Sedangkan dunya adalah muannas dari adna, yang artinya adalah yang paling dekat, seperti dalam al-Qur’an
إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَى
[الانفال 42]
Berarti samaid dunya di sini adalah langit yang terdekat dan bisa dilihat dari bumi
فلفظ (الدنيا) تأنيث (الأدنى) وهو من الدنو أو الدناءة، ولذا يدل تعبير (السماء الدنيا) هنا على الطبقة الأقرب أو الأسفل من آفاق
وينادي هل مستغفر هل من تائب
Yunadi berasa dari kata nida artinya memanggil dengan suara keras
المعجم الوسيط - (2 / 912)
دعاه وصاح بأرفع الأصوات
Jika dilihat dari riwayat lain, bahwasanya yang dimaksud memanggil di sini adalah mengutus malaikatnya untuk memanggil atau memeng waktu tepat untuk meminta-minta pada allah, seperti dalam redaksi hadis di bawah ini [HR: An-Nasai no 10316]
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " إن الله يمهل حتى يمضي شطر الليل الأول، ثم يأمر مناديا ينادي ويقول: هل من دل يستجاب له، هل من مستغفر يغفر له، هل من سائل يعطى؟
Mustaghfir diambil dari istaghfara, yang bermakna thalabul maghfirah, minta ampunan
Gafara disini beda dengan afa, kalau afa diampuni dan tak ada imbalan pahala, kalau ghafara diampuni dan dapat imbalan pahala
الفروق اللغوية - (1 / 363)
الفرق بين العفو والمغفرة قد فرق بينهما بأن العفو: ترك العقاب على الذنب، والمغفرة: تغطية الذنب بإيجاب المثوبة.
ولذلك كثرت المغفرة من صفات الله تعالى دون صفات العباد
Gafara makna asalnya adalah as-satru, karena orang yang diampuni kesalahannya ditutupi dan tidak diperlihatkan kepada para makhluk nanti di hari kiamat
Taib adalah isim fail dari taubat yang berarti kembali kepada alllah dari kemaksiatannya
المعجم الوسيط - (1 / 90)
( تاب )
توبا وتوبة ومتابا وتابة رجع عن المعصية فهو تائب
Kemudian
هل من طالب حاجة فانيله المطالب
Thalib dambilkan dari kata thalaba artinya hamma bi tahsilihi, sangat ingin mendapatkannya
المعجم الوسيط - (2 / 561)
( طلبه )
طلبا هم بتحصيله أو التمسه واراده ويقال طلب له شيئا وإليه كذا سأله إياه
Hajat artinya butuh atau barang yang dibutuhkan, misal zaid butuh uang, uangnya atau keadaan butuhnya itulah yang disebut hajat
إِنّ الحاجَةَ تُطْلَقُ على نَفْسِ الافْتِقَار ، وعلى الشيْءِ الذي يُفْتَقَرُ إِليه
Unilahu berasal dari anala (asalnya nawala) yang artinya memberi atau nayala artinya mendapatkan apa yang dimaksud
المعجم الوسيط - (2 / 964)
( أنال ) المعدن أصيب فيه أو منه شيء وفلانا الشيء أعطاه إياه
تهذيب كتاب الأفعال - (3 / 109)
( ناله ) نولا و ( أناله ) أعطاه نوالا وهو العطاء
المصباح المنير في غريب الشرح الكبير - (2 / 632)
نَالَ من باب تعب ( نَيْلا ) بلغ منه مقصوده
Matholib disini merupakan jamak dari mathlab yang bershighat Masdar atau Zaman Makan, yang artinya hal yang dicari dan hal yang dituju
المصباح المنير في غريب الشرح الكبير - (2 / 375)
( المَطْلَبُ ) يكون مصدرا و موضع
Epilog
Secara keseluruhan Ad-Diba'i menggambarkan bahwa setiap sepertiga malam merupakan waktu yang mustajabah untuk dibuat doa, karena waktu tersebut adalah waktu nyenyaknya tidur, waktu lalai dari mengingat Allah jarang orang yang bangung dalam waktu tersebut, sehingga orang yang menyempatkan diri bermunajat di waktu tersebut merupakan orang yang benar-benar ikhlas dan benar-benar ingin terkabul segala keinginannya
Dalam dalam al-quran disebutkan:
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur
[Ali Imron: 17]
Wallahu A'lam
*) Penulis adalah konten kreator asal Pasuruan Jawa Timur
===============
Refrensi:
Milul Awani Syarh Diba'
Tajul Arus
Misbahul Munir
Al-Mu'Jam Al-Wasith
Al-Munabba' li alfadzii Diba'
Diyaul Murobba' Fi Syarhi Maulid Diba
Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari
Mu'jamul Washith
Al-Furuq Al-Lughawiyah
Sunan Ibnu Majah
At-Tahri wa at-Tanzil
Tafsir Hadaidur Ruh war Raihan
والنية لا تؤثر في إخراجه عن كونه ظلما وعدوانا بل قصده الخير بالشر على خلاف مقتضى الشرع شر آخر، فإن عرفه فهو معاند للشرع وإن جهله فهو عاص بجهله إذ طلب العلم فريضة على كل مسلم.
“Adapun niat tidak berpengaruh sedikitpun di dalam mengeluarkan suatu kedzaliman dan pelanggaran. Bahkan tujuan untuk kebaikan tapi dengan cara menempuh keburukan yang bertentangan dengan tuntutan syar’i adalah merupakan keburukan yang lain lagi. Maka jika ia mengetahui hal ini, berarti ia adalah orang yang sengaja menentang syari’at, namun jika ia bodoh (terhadap hukum ini) maka ia adalah orang durhaka sebab kebodohannya, maka jadilah ketika itu menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (yakni agar ia tidak terjatuh dalam kezhaliman akibat kejahilannya)”
كتاب: إحياء علوم الدين للامام ابي حامد محمد بن محمد الغزالي الطوسي ٤٥٧/٣
Pembahasan tentang perempuan tidak akan pernah menemukan kata selesai. Sebagai perhiasan, ia akan selau menjadi sorotan perhatian. Di sisi lain, manusia memang diciptakan dengan fitrah yang menyukai perhiasan dan setiap hal yang ‘berbau’ keanggunan. Sehingga keduanya menjadi klop, tidak terpisahkan; berbicara tentang manusia, berbicara tentang wanita.
Secara spesifik, Alquran menyebutkan satu nama surah tersendiri yang membahas banyak hal terkait perempuan: surah an-Nisâ’. Secara implisit, hal itu menunjukkan bahwa perempuan adalah makhluk yang spesial. Hemat saya, sebab ia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam peranannya untuk membentuk generasi penerus. Artinya, nasib generasi selanjutnya berada di setiap tangan wanita, dengan pertimbangan seberapa baik ia membentuk karakter anak-anaknya.
Tersebab perempuan adalah makhluk spesial, Islam memposisikan wanita dengan sangat proporsional. Proporsional bukan berarti selaras dengan pria dalam berbagai aspek secara keseluruhan. Namun, ada rambu-rambu tertentu yang tidak boleh ia langgar, karena wilayah selanjutnya adalah bidang ‘garapan’ laki-laki. Begitu juga laki-laki, ia memiliki rambu-rambu tertentu yang tidak boleh dilanggar, karena wilayah selanjutnya adalah bidang ‘garapan’ perempuan.
Menjadi imam shalat, misalnya. Ketika di antara jamaah itu terdapat laki-laki, maka hal itu tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh orang perempuan. Karena hal itu merupakan bidang ‘garapan’ orang laki-laki, yang tidak boleh perempuan ‘menggarap’-nya.
Juga, memakai perhiasan emas-perak atau pakaian sutra, misalnya. Dalam keadaan normal, laki-laki tidak diperkenankan melakukannya. Karena hal itu merupakan bidang ‘garapan’ orang perempuan, yang tidak boleh laki-laki ‘menggarap’-nya.
Dari kedua perbedaan bidang ‘garapan’ di atas dapat ditarik pemahaman, bahwa wanita memang seharusnya menutup diri dengan segala perhisan yang ada pada dirinya. Dan bahwa wanita memiliki tugas yang lebih intim dan spesifik daripada lelaki. Ia harus bersentuhan langsung dengan segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Mulai dari tugas dapur hingga tugas kasur. Dari situ—sebagaimana disebutkan di atas—, ia akan memberikan banyak pengaruh dalam membentuk karakter anak-anaknya. Karena ia adalah madrasah pertama bagi mereka.
Idaman
Selanjutnya, barangkali semua lelaki mengidam-idamkan sosok wanita yang memang berada dalam posisi bidang ‘garapan’-nya. Sebab tidak dapat dipungkiri, jika seorang wanita sudah keluar dari posisinya, maka ia tidak akan mungkin bisa menjadi wanita secara utuh. Ia tidak akan bisa menjalankan tugas-tugasnya secara sempurna. Lalu banyak yang terbengkalai. Dan terjadilah ketimpangan sosial dalam rumah tangga.
Salah seorang ilmuwan Eropa turut berkomentar mengenai hal ini. Menurutnya, orang perempuan yang bergelut dengan profesi umum tidak dapat disebut wanita seutuhnya, di samping juga tidak bisa disebut pria. Ia menambahkan, wanita yang demikian merupakan jenis spesies manusia ketiga, setelah laki-laki dan perempuan. Sebab, untuk disebut laki-laki, secara tabiat dan bentuk tubuh ia tidak memenuhi kriteria. Begitu juga untuk disebut perempuan, secara kelakuan dan profesi ia tidak memenuhi kriteria.
Oleh karena itu, selayaknya bagi wanita untuk lebih menutup diri, dan harus melaksanakan tugas-tugas yang sifatnya lebih intim dan spesifik daripada tugas laki-laki. Ia berkewajiban mengatur dan mengawasi bagian-bagian terdalam di dalam rumah tangga. Bukan hanya persoalan perut, tapi lebih dalam lagi hingga persoalan kerohanian dan religiositas tiap individu rumah tangga.
Selain itu, perempuan yang menutup diri tidak akan banyak tahu dengan gemerlap kehidupan dunia dan hal-hal yang berkaitan. Pastinya ia lebih memiliki sifat menerima apa adanya (qanâ’ah) daripada perempuan lain. Ia tidak akan menuntut hal yang muluk-muluk terhadap suami. Sehingga suami merasa lebih tenang dengan keadaan yang demikian. Hanya saja, bagaimana sekiranya dalam beberapa kesempatan, suami bisa memberikan sesuatu yang ‘muluk-muluk’ itu kepada istri tanpa diminta. Oh, betapa bahagianya!
Ketika ada pasangan suami-istri lain yang secara lahir tampak lebih bahagia dengan gemerlap kehidupan dunianya, seorang perempuan (istri) yang tidak memiliki sifat qanâah cenderung ‘latah’ melihatnya. Di hatinya, ia seakan tidak menerima dengan keadaan dirinya, karena nasibnya tidak sebaik pasangan tersebut. Padahal, kebahagiaan yang sesungguhnya itu berada di dalam hati, bukan pada gemerlapnya kehidupan dunia. Akibatnya, ia akan mudah menyalahkan keadaan dan suami yang tidak bisa membuatnya ‘bahagia’ seperti yang lainnya. Lebih dikhawatirkan lagi jika hal itu berujung pada keretakan rumah tangga.
Alhasil, jadilah wanita yang sesungguhnya yang menjadi idaman setiap pria. Tetaplah dan stay istiqâmah berada pada posisi yang seharusnya. Berkreatifitas dan berkarya, tidak harus keluar dari posisi yang seharusnya. Hal itu bisa diimplementasikan melalui mengajar anak kecil, menulis di media cetak atau sosial, membuat kerajinan tangan, dan masih banyak lagi. Ketika semua itu terlaksana, maka tercapailah tatanan kehidupan rumah tangga yang berjalan sesuai fitrah dan keinginan. Bagi yang masih belum memiliki pasangan, mulailah hal itu dari sekarang, sebagai bekal untuk masa mendatang! Fa InsyâAllah, rida, perlindungan dan pertolongan Allah akan selalu menyertai dalam setiap keadaan. Amin.Sirsak punya banyak manfaat untuk kesehatan selain buahnya yang berkhasiat,
daunnya pun sangat efektif untuk ‘menghabisi’ penyakit-penyakit ganas.
Berikut diantara manfaat dari daun sirsak:
1. Mengobati Kanker
Manfaat utama daun sirsak adalah mengobati kanker, bahkan daun sirsak dapat menghambat
sel kanker lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan kemoterapi. Hal ini karena terdapat
kandungan acetogenin dalam daun sirsak.
Acetogenin-nya sangat kuat 10.000 kali lebih kuat dari adriamycin dalam melawan sel kanker.
Untuk merasakan manfaat daun sirsak untuk kanker, kamu hanya perlu meminum air rebusan
daun sirsak. Caranya adalah dengan merebus 10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air mineral.
Rebus hingga hanya tersisa airnya saja. Bisa diminum dalam keadaan hangat atau dingin.
Minum setiap pagi agar manfaat daun sirsak cepat dirasakan.
2. Mengobati Kolesterol
Kolestrol tinggi akan menyumbat peredaran darah yang mengakibatkan serangan jantung dan Stroke,
untuk itu segara atasi dengan daun sirsak.
Caranya adalah dengan merebus 10 lembar daun sirsak.
Pilihlah yang agak tua dengan 3 gelas air mineral, rebus hingga hanya tersisa airnya saja.
Bisa diminum dalam keadaan hangat atau dingin. Agar lebih efektis minum setiap pagi setelah
bangun tidur.
3. Paru-Paru
Daun sirsak juga efektif untuk mengobati penyakit paru-paru. karena dalam daun sirsak terdapat
kandungan Acetogenis yang bermanfaat untuk menghambat perkembangan berbagai virus.
Caranya, ambil 10 sampai 15 lembar daun sirsak yang sudah kering,
lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa satu gelas air. Setelah dingin,
saring air rebusan tersebut lalu diminum secara rutin sebanyak 3 kali sehari.
4. Mengobati kista ovarium
Kista ovarium bisa juga disebut tumor jinak yang muncul pada ovarium.
Jika tidak segera diobati, kista dapat berkembang sebagai kanker.
Oleh karena itulah kamu bisa mengambil manfaat daun sirsak untuk mengobati kista ovarium.
Untuk merasakan manfaat daun sirsak untuk kista ovarium,
kamu hanya perlu meminum air rebusan daun sirsak.
Caranya adalah dengan merebus 10 lembar daun sirsak yang baru saja dipetik
dengan 3 gelas air mineral, rebus hingga hanya tersisa airnya saja.
5. Mengobati diabetes
Senyawa yang ada pada daun sirsak sudah terbukti dapat menstabilkan jumlah kadar gula darah
pada tubuh manusia dan menjadikannya normal, karena daun sirsak kaya akan kandungan antioksidan
seperti senyawa polifenol, saponin, dan bioflavonoid.
Caranya ambil 7 sampai 15 lembar daun sirsak segar,
lalu rebus dengan air 3 gelas atau setara dengan 800 ml s/d 900 ml,
kemudian rebus hingga menjadi 1 s/d 2 gelas atau separuh dari rebusan,
lalu minum lah selagi masih dalam keadaan hangat, bisa dicampurkan dengan gula atau madu
agar lebih nikmat.
6. Mengobati asam urat
Tidak hanya untuk mengobati kanker saja, daun sirsak juga dapat digunakan
untuk mengobati asam urat.
Untuk merasakan manfaat daun sirsak untuk asam urat,
kamu hanya perlu meminum air rebusan daun sirsak.
Caranya adalah dengan merebus 10 lembar daun sirsak,
pilihlah yang agak tua, dengan 3 gelas air mineral. Rebus hingga hanya tersisa airnya saja.
Bisa diminum dalam keadaan hangat atau dingin.
Minum setiap pagi agar manfaat daun sirsak cepat dirasakan.
7. Mengobati rematik
Kandungan antiperadangan yang ada dalam daun sirsak dapat membantu dalam mengobati rematik.
Caranya dengan menaruh daun sirsak (yang sudah direbus dan dilumatkan)
langsung ke daerah sendi yang terkena rematik. Lakukan hal ini dua kali dalam sehari.
Selamat mencoba.
Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama? Memahami Hikmah Ibham dalam Al-Qur’an Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat...