Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2025

Jangan Tertipu Dengan Dosa Kecil


DOSA BESAR BISA DIAMPUNI BILAMANA BERTOBAT DAN DOSA KECIL BISA DISIKSA BILAMANA TIDAK BERTOBAT

قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:

إن الله يغفر الكبائر فلا تيئسوا و يُعذِّب على الصغائر فلا تغتَّروا.

Berkata sayyidina Abu Bakar Radiallahu Anh

Sesungguhnya allah SWT akan mengampuni orang-orang yang berbuat dosa besar, maka janganlah kalian putus asa. Dan Allah SWT akan mengadzab orang-orang yang berbuat dosa kecil, maka janganlah tertipu.

كتاب: شرح صحيح البخاري ﻹبن بطال ٢٦٧/١٩

Rabu, 21 Agustus 2024

Pangkal dari segala penyakit hati




Hasud definisinya adalah:

 (تمنِّي الشَّخصِ زوالَ النِّعمةِ عن مستحِقٍّ لها)


فتح الباري ١٠/٤٨٢


Mengharap hilangnya nikmat orang lain


Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah menuturkan bahwa tiga penyakit hati ini sangat berbahaya. Ketiga penyakit ini selalu muncul dari masa ke masa, dari zaman ke zaman.


Menurut Al-Ghazali Termasuk tiga penyakit hati yang menjadi sumber banyak penyakit hati lainnya


Tiga penyakit yang dimaksud yaitu: (1) Hasad (dengki dan iri hati), (2) Riya (pamer), dan (3) Ujub (angkuh, sombong atau berbangga diri). Ketiga penyakit ini akan membawa kebinasaan terhadap diri dan menjadai penyebab sifat-sifat tercela lainnya.


وهي أمهات لجملة من الخبائب سواها: وهي الحسد، والرياء، والعجب

بداية الهداية ٨١



Kamis, 01 Agustus 2024

Tiga Tanda Kesabaran


Tiga tanda kesabaran

 ثلاثة من الصبر: لا تحدث بمصيبتك، ولا بوجعك، ولا تزك نفسك

 الحلية ٣٨٩/٦.

Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata: 3 hal termasuk dari kesabaran: jangan ceritakan musibah yang menimpamu, jangan ceritakan rasa sakitmu dan jangan sekali-kali memuji dirimu sendiri

Rabu, 31 Juli 2024

Adab Masuk Rumah


 

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَلَجَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ

Dari [Abu Malik Al Asy'ari] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya hendaklah ia membaca: 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

(Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah, kami masuk (rumah) dan dengan menyebut nama Allah kami keluar). 

Setelah itu hendaklah mengucapkan salam kepada keluarganya.


[HR. Imam Abu Daud]

Sabtu, 27 Juli 2024

Perasaan Suka Di Dalam Sanubari



Bagaima Hukumnya orang yang punya rasa suka terhadap orang lain yang tak mungkin dia miliki?

Jawab: 

apabila hanya sebatas perasaan saja, tidak lebih, dan tidak dilanjutkan dengan hal-hal yang dilarang dan tidak diungkapkan maka tidak ada dosa


(الهوى مغفور لصاحبه) بالقصر ما يهواه العبد أي يحبه ويميل إليه فحقيقته شهوة النفس وهو ميلها لملائمها ويستعمل عرفا في الميل إلى خلاف الحق وهو المراد هنا {ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله} وذهب بعضهم إلى أن المراد العشق أي لا يؤاخذ به العاشق لأنه فعل الله بالعبد بغير سبب لأنه وإن كان مبدأه النظر فليس موجبا له قال أفلاطون: لا أعلم ما الهوى غير أني أعلم أنه جنون إلهي لا محمود صاحبه ولا مذموم فقال يحيى بن معاذ: لو وليت خزائن العذاب ما عذبت عاشقا قط لأنه اضطرار لا اختيار ولهذا جاء في الخبر من هم بسيئة لا تكتب عليه لأنه شبيه الضروري ولذلك نص في الخبر المار على أن من عشق فعف فكتم فمات فهو شهيد لكنه علق الشهادة بشرطين كما تقرر وعلق عدم المؤاخذة هنا بشرطين أشار إليهما بقوله (ما لم يعمل به) فإذا عمل به ما يؤدي إلى الوقوع في محظور كنظر ومجالسة ودنو من مواضع الاستراحة بنوع من التأويل صار ملوما (أو يتكلم) بما فيه راحة قلب ومتابعة هوى نفسه وإظهار حاله إلى أقرانه وبثه حزنه إلى إخوانه أو ترنم بشعر في خلاء أو سكب دمع في ملأ فهو ملام وإن كان في غير محرم فما لم يعمل به يغفر له ما كان من الهنات في طلب الاستراحة ويستحق وعد الله بقوله {وأما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فإن الجنة هي المأوى}

[المناوي، فيض القدير، ٣٥٨/٦]

,

Rabu, 24 Juli 2024

SEPULUH PENYAKIT BATIN

 


SEPULUH PENYAKIT BATIN


Dijelaskan oleh Imam Al Ghazali rahimahullahu taala di dalam Kitab Arba’in Fi Ushuluddin (63) sepuluh hal yang menjadi penyakit bathin:


SYARHUT THA’AM

- Banyak Makan.


SYARHUL KALAM

- Banyak Bicara.


GHADHAB

- Mudah marah.


HASAD

- Iri Dengki.


BAKHIL

- Pelit.


HUBBUL JAH

- Gila Jabatan.


HUBBUD DUNIA

- Gila Harta.


TAKABBUR

- Sombong.


UJUB

- Bangga diri.


RIYA’

- Beramal tidak karena Allah

Selasa, 23 Juli 2024

Cara menghilangkan gelapnya hati

 


✨وَإِذا رطب اللهُ لِسَانَ العَبْدِ بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّد ﷺغفر الله له ذنوبه وَلَو كَانت مثل وزن الجبال؛ فَإِذا غفرت ذنوبه زَالَ السواد عن قلبه وبدا فِيهِ النُّور✨


"Jika seseorang terus menerus lidahnya membaca sholawat kepada Rosulullohﷺ maka Alloh mengampuni dosa-dosanya meskipun dosanya seberat gunung jika dosa tersebut diampuni maka hilanglah kegelapan dihatinya tergantikan oleh cahaya."


ابن الجوري استان الواعظين - (۲۸۹)

Senin, 22 Juli 2024

Amalan Agar Kelak Berkumpul Dengan Para Nabi dan Orang-Orang Yang Mati Syahid


 

Disunnahkan Membaca Surat Al-Qodar Setelah Wudhu


وَيسن أَن يقْرَأ بعد ذلِك مع رفع الْبَصَر كَما فِي الشَّهَادَتَيْنِ من غير رفع الْيَدَيْنِ سُورَة إِنّا أَنزَلْناهُ لخَبر من قَرَأَ فِي أثر وضوئِهِ {إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَة الْقدر} الْآيَة مرّة وَاحِدَة كَانَ من الصديقين وَمن قَرَأَها مرَّتَيْنِ كتب فِي ديوَان الشُّهَدَاء وَمن قَرَأَهَا ثَلَاثًا حشره الله محشر الْأَنْبِيَاء رَوَاهُ الديلمي عَن أنس


Dan disunnahkan setelah membaca doa wudhu', membaca surat إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَة الْقدر , sambil memandang ke langit seperti dalam membaca dua kalimat syahadat (dalam doa wudhu), tanpa mengangkat tangan. Karena ada hadits, "Barangsiapa yang setelah wudhunya membaca {إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَة الْقدر} satu kali, maka dia termasuk golongan para Shiddiqin. Dan barangsiapa membacanya dua kali, maka dia ditulis didalam buku catatan orang-orang yang mati syahid. Dan barangsiapa yang membacanya tiga kali, maka Allah akan mengumpulkannya dengan golongan para Nabi." (HR. Ad-Dailami dari Anas) [Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Nihayah al-Zain, halaman 24]


ويسن بعد قراءة السورة المذكورة: اللهم اغفر لي ذنبي، ووسع لي في داري، وبارك في رزقي، ولا تفتني بما زويت عني. اهـ ع ش.


Setelah membaca surah tersebut (surat Al-Qodar), disunnahkan mengucapkan: Ya Allah ampunilah dosa-dosaku, luaskan rumahku untukku, berkahilah penghidupanku, dan jangan coba aku dengan apa yang membuat aku jauh dari-Mu. Selesai Syekh Ali As-Syibramlisi [Syekh Abu Bakar Ad-Dimyati, kitab I'anah at-Tholibin 'ala Halli Alfadzi Fthi al-Mu'in 1/68]

Sabtu, 20 Juli 2024

Taubatan Nasuha Menurut Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani

 


Apakah dengan taubatan nashuha semua dosa kita diampuni, Lalu bagaimana dengan dalil yg mengatakan kejelekan sekecil apapun akan mendapat balasan kelak dihari akhir?



Allah berfirman dalam surah At-tahrim:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ  (التحريم :٨)


Hai orang-orang yg beriman,  bertobatlah kepada allah dengan taubatan nashuha ( tobat yg semrni-murninya ) Mudah-Mudahan tuhan kalian akan menghapus kesalah-kesalahan kalian dan memasukkan kalian kedalam surga yg mengalir dibawahnya sungai-sungai. (QS. At-tahrim:8).


As-shawi ketika menafsiri ayat ini menjelaskan bahwa berbagai macam pendapat ulama mengenai maksud Taubatan Nashuha dapat disimpulkan menjadi satu arti yaitu tobat yg sudah memenuhi 3 syarat:

- Melepaskan diri dari maksiat.

- Menyesal dan

- Berniat untuk tidak mengulanginya lagi.

Hal itu jika dosanya adalah dosa kepada allah swt, bila dosanya masih terkait dengan hak sesama manusia, maka ditambah satu syarat lagi, yaitu membebaskan diri dari hak tersebut dengan mengganti atau meminta kerelaan dari pemiliknya.


Jika syarat-syarat diatas sudah dipenuhi, maka secara syariat, dosa orang tersebut sudah dihapus, sebagaimana firman allah swt diatas.


Apabila orang yg sudah melakukan taubatan nashuha itu terus melakukan amal-amal kebajikan, maka dosa-dosa yg telah diperbuat akan dihapus, dan dosa yg akan ditampakkan akan diganti dengan amal-amal yg baik, demikian keterangan dalam kitab Al-ghunyah karangan syekh abdul qodir al-jilani juz 1 hal. 38.

Jumat, 19 Juli 2024

Nasehat Imam Al Haddad Untuk Shalat Kita

 



واعلموا معاشر الإخوان - فقهنا الله وإياكم في الدين، وألهمنا رشدنا، وأعاذنا من شر أنفسنا، أن الصلاة عماد الدين، وأجل مباني الإسلام الخمس بعد الشهادتين.


Wahai para saudara, semoga Alloh memberi kita pengertian tentang agama dan mengilhami kita kebenaran serta melindungi kita dari kejahatan diri kita ketahuilah bahwa sholat adalah tiang agama dan bangunan Islam yang paling agung diantara kelima bangunannya sesudah dua kalimat syahadat.



ومحلها من الدين محل الرأس من الجسد، فكما أنه لا حياة لمن لا رأس له، فكذلك لا دين لمن لا صلاة له، كذلك ورد في الأخبار.


Tempatnya dalam agama adalah seperti tempat kepala terhadap tubuh. Maka sebagaimana orang yang berkepala tidak bisa hidup, demikian pula orang yang tidak mengerjakan sholat berarti tidak beragama. Demikianlah yang disebutkan dalam khobar-khobar.



جعلنا الله وإياكم من المحافظين على الصلاة، المقيمين لها، الخاشعين فيها، الدائمين عليها، فبذلك أمر الله عباده المؤمنين في كتابه وبه وصفهم.


Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang-orang yang memelihara sholat, mendirikan dengan khusyu’ dan tetap mengerjakannya. Itulah yang diperintahkan Alloh kepada para hamba-Nya yang beriman dalam kitab-Nya dan demikianlah Alloh menggambarkan mereka.



فقال عز من قائل : حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ). [البقرة : ٢٣٨]


Alloh azza wa jalla berfirman : “Peliharalah segala sholat-(mu) dan (peliharahlah) sholat wustho (pertengahan). Berdirilah karena Alloh (dalam sholatmu) dengan khusyu” (Al-Baqoroh : 238)



فالصلوات هي المكتوبات الخمس : الظهر، والعصر، والمغرب، والعشاء، والصبح. فتلك هي الصلوات التي لا يسع أحداً من المسلمين ترك شيء منها في حال من الأحوال ما دام يعقل، ولو بلغ به العجز والمريض إلى أقصى غاياته.


Yang dimaksud dengan segala sholat adalah sholat lima waktu yang wajib yaitu Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya, Shubuh . Itulah sholat-sholat yang tidak boleh ditinggalkan orang muslim dalam keadaan apa pun selama ia berakal, sekali pun dalam keadaan tak berdaya dan sakit.



والصلاة الوسطى: هي العصر كما ورد به الحديث الصحيح خصها الله بالذكر لزيادة الفضل والشرف، وذلك معروف ومشهور في الإسلام.


Sholat wustho adalah sholat ashar , sebagaimana disebutkan dalam hadits shohih Alloh ta’ala mengkhuhuskan sebutannya karena sholat itu memiliki kelebihan dalam keutamaan dan kemuliaannya. Hal itu masyhur dalam Islam.



[النصائح الدينية والوصايا الإيمانية للإمام الحبيب عبد الله بن علوي الحداد رضي الله عنه نفعنا به وبعلومه وببركاته في الدارين ويحفظنا بجاهه]

Rabu, 17 Juli 2024

RUMUS MENGHADAPI KESULITAN HIDUP



RUMUS MENGHADAPI KESULITAN HIDUP


Rumus Pertama: 

Anda tidak sendirian (banyak yang lebih susah darimu).


Rumus Kedua:

Allah tidak mungkin menakdirkan sesuatu melainkan pasti ada hikmahnya.


Rumus Ketiga: 

Satu-satunya yang kuasa mendatangkan manfaat dan menolak madharat adalah Allah, karena itu jangan bergantung kecuali kepada Allah.


Rumus Keempat: 

Apa yang telah ditetapkan untuk Anda tidak akan meleset dari Anda dan apa yang tidak ditetapkan untuk Anda tidak akan mengenai Anda.


Rumus Kelima: 

Kenalilah hakikat dunia, pasti Anda tenang. (Ini dunia bukan surga, pasti tidak luput dari masalah. Yang enak terus itu adanya hanya di surga dan yang tidak enak terus itu adanya di neraka)


Rumus Keenam: 

Berprasangka baiklah kepada Rabb Anda, Allah (Allah tidak pernah membencimu apalagi meninggalkanmu).


"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu" (Qs. Adh-Dhuhaa, ayat 3).


Rumus Ketujuh: 

Yang dipilihkan Allah untuk Anda pasti lebih baik daripada pilihan Anda untuk diri Anda sendiri.

(orang yang diuji masalah itu orang istimewanya Allah. Jika sabar maka surga menanti).


Rumus Kedelapan: 

Semakin sulit ujian berarti semakin dekat jalan keluar.


"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan" (Qs. Al-Insyirah, ayat 5 - 6).


Rumus Kesembilan : 

Jangan berfikir tentang bagaimana jalan keluar karena sesungguhnya Allah jika menghendaki sesuatu pasti menyiapkan solusinya, ada cara yang tidak terbayangkan (Taqwakan diri dan terus bertawakal).


"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu" (Qs. Ath-Thalaq, ayat 2 - 3).


Rumus Kesepuluh : 

Jangan berhenti berusaha dan berdo'a kepada Dzat yang di Tangan-Nya terdapat semua kunci jalan keluar.


"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar" (Qs. Al-Baqarah, ayat 153).


Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir.



Ditulis oleh : Ustaz Satria Hadi Lubis

Selasa, 16 Juli 2024

Efek Samping Dosa dan Penangkalnya



  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

Diriwayatkan dari Abi Hurairahbahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertaubat, meninggalkannya serta meminta ampun naka hatinya akan kembali putih, namun jika ia menambah (dosanya) maka akan bertambah (titik hitam), maka itulah penutup (hati) yang di sebutkan dalam firman Allah dalam kitab-Nya; "Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." (QS Al Muthafifin; 14).


HR: Ibnu Majah 4234

Minggu, 14 Juli 2024

Apapun Permasalahannya, jawabannya adalah Istighfar


 

ﺫﻛﺮ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺻﺒﻴﺢ ﻗﺎﻝ:

"ﺷﻜﺎ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺠﺪﻭﺑﺔ: ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ،


Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shubaih bahwa dia berkata:


"Ada seseorang yang mengadukan kepada Al-Hasan masalah paceklik.


Maka beliau berkata kepadanya, 'Istighfarlah kepada Allah'.


ﻭﺷﻜﺎ ﺁﺧﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ


Ada yang lain mengadukan kepada beliau bahwa dia miskin.


Maka beliau berkata kepadanya, 'Istighfarlah kepada Allah'.


ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺁﺧﺮ : ﺍﺩﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﺯﻗﻨﻲ ﻭﻟﺪﺍً ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ،


Ada yang lain lagi berkata kepada beliau, 'Do'akan kepada Allah agar aku dikaruniai anak'.


Maka beliau berkata kepadanya, 'Istighfarlah kepada Allah'.


ﻭﺷﻜﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﺁﺧﺮ ﺟﻔﺎﻑ ﺑﺴﺘﺎﻧﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ،


Ada yang lain lagi mengadukan bahwa kebunnya gersang.


Maka beliau berkata kepadanya, 'Istighfarlah kepada Allah'.


ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺻﺒﻴﺢ ﺃﺗﺎﻙ ﺭﺟﺎﻝ ﻳﺸﻜﻮﻥ ﺃﻧﻮﺍﻋﺎً ﻓﺄﻣﺮﺗﻬﻢ ﻛﻠﻬﻢ ﺑﺎﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ!


Lantas Ar-Robi' bin Shubaih berkata kepada beliau: 'Orang-Orang datang kepada engkau mengadukan banyak hal dan engkau hanya menyuruh mereka untuk beristighfar!?.


ﻓﻘﺎﻝ: ﻣﺎ ﻗﻠﺖ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻱ ﺷﻴﺌﺎً! ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺳﻮﺭﺓ ﻧﻮﺡ: { فقلت ﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻏَﻔَّﺎﺭًﺍ * ﻳُﺮْﺳِﻞِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﺪْﺭَﺍﺭًﺍ * ﻭَﻳُﻤْﺪِﺩْﻛُﻢْ ﺑِﺄَﻣْﻮَﺍﻝٍ ﻭَﺑَﻨِﻴﻦَ ﻭَﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻜُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﻭَﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ }.


Maka beliau berkata, 'Aku tidak menjawab dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah 'azaa wa jalla berfirman di dalam surah Nuh: "maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, # niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, # dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.' "


(Tafsir Al-Qurthubi 18/302)

Sabtu, 13 Juli 2024

Tanda Cinta Menurut Ulama



Imam Rabi bin Anas Berkata: Tanda cinta kepada Allah adalah membanyak dzikir padanya, karena sesungguhnya kamu tidak akan mencintai sesuatu kecuali kamu akan banyak menyebut dan mengingatnya

علامة حبّ الله كثرة ذكره فإنك لا تحب شيئا إلا أكثرت من ذكره . (مدارج السالكين : 2\163


Rabu, 10 Juli 2024

Konsep Pendidikan Karakter Ala Taklimul Mutaallim



 1. Mengagungkan Ilmu


اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره.


Penting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya.


قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ


Ada dikatakan : “Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. “Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.


1. Mengagungkan Guru


قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.


Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati pada sang guru. Ali ra berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”


وقد أنشدت فى ذلك:

رأيت أحق الحق حق المعلم وأوجـبه حفظا على كل مسلم

لقد حق أن يهدى إليه كرامة لتعليم حرف واحد ألف درهم

فإن من علمك حرفا واحدا مما تحتاج إليه فى الدين فهو أبوك فى الدين.


Dalam masalah ini saya kemukakan Syi’irnya:


2. Keyakinanku tentang haq guru, hak paling hak adalah itu Paling wajib di pelihara, oleh muslim seluruhnya demi memulyakan, hadiah berhak di haturkan seharga dirham seribu, tuk mengajar huruf yang Satu Memang benar, orang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang diperlukan dalam urusan agamamu, adalah bapak dalam kehidupan agamamu.


وكان أستاذنا الشيخ الإمام سديد الدين الشيرازى يقول: قال مشايخنا: من أراد أن يكون ابنه عالما ينبغى أن يراعى الغرباء من الفقهاء، ويكرمهم ويطعمهم ويطيعهم شيئا، وإن لم يكن ابنه عالما يكون حفيده عالما.


Guru kita Syaikhul Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy berkata : Guru-guru kami berucap : “bagi orang yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara, memulyakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiyahnya. Kalau toh ternyata bukan putranya yang alim, maka cucunyalah nanti.”


ومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ.


Termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti diluar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah.


فالحاصل: أنه يطلب رضاه، ويجتنب سخطه، ويمتثل أمره فى غير معصية لله تعالى، فإنه لا طاعة للمخلوق فى معصية الخالق كما قال النبى صلى الله عليه وسلم: إن شر الناس من يذهب دينه لدنيا بمعصية الخالق. ومن توقيره: توقير أولاده ومن يتعلق به.


Pada pokoknya, adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada makhluk dalam melakukan perbuatan durhak kepada Allah Maha Pencipta. Termasuk arti menghormati guru pula, yaitu menghormati putera dan semua oarang yang bersangkut paut dengannya.


وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين صاحب الهداية رحمة الله عليه حكى: أن واحدا من أكابر الأئمة بخارى كان يجلس مجلس الدرس، وكان يقوم فى خلال الدرس أحيانا فسألوا عنه, فقال: إن ابن أستاذى يلعب مع الصبيان فى السكة، ويجيئ أحيانا إلى باب المسجد، فإذا رأيته أقوم له تعظيما لأستاذى.


Di sini Guru kita Syaikhul Islam Burhanuiddin Shahibul Hidayah pernah bercerita bahwa ada seorang imam besar di Bochara, pada suatu ketika sedang asyiknya di tenmgah majlis belajar ia sering berdiri lalu duduk kembali. Setelah ditanyai kenapa demikian, lalu jawabnya : ada seorang putra guruku yang sedang main-main dihalaman rumah dengan teman-temannya, bila saya melihatnya sayapun berdiri demi menghormati guruku.


والقاضى الإمام فخر الدين الأرسابندى كان رئيس الأئمة فى مرو وكان السلطان يحترمه غاية الاحترام وكان يقول: إنما وجدت بهذا المنصب بخدمة الأستاذ فإنى كنت أخدم الأستاذ القاضى الإمام أبا زيد الدبوسى وكنت أخدمه وأطبخ طعامه [ثلاثين سنة] ولا آكل منه شيئا.


Qodli Imam Fakhruddin Al-Arsyabandiy yang menjabat kepala para imam di marwa lagi pula sangat di hormati sultan itu berkata : “Saya bisa menduduki derajat ini, hanyalah berkah saya menghormati guruku. Saya menjadi tukang masak makanan beliau, yaitu beliau Abi Yazid Ad-Dabbusiy, sedang kami tidak turut memakannya.”


وكان الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى رحمة الله عليه قد خرج من بخارى وسكن فى بعض القرى أياما لحادثة وقعت له وقد زاره تلاميذه غير الشيخ الإمام شمس الأئمة القاضى بكر بن محمد الزرنجرى رحمه الله تعالى، فقال له حين لقيه: لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة. قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس


Syaikhul Imamil Ajall Syaikhul Aimmah Al-Khulwaniy, karena suatu peristiwa yang menimpa dirinya, maka berpindah untuk beberapa lama, dari Bochara kesuatu pedesaan. Semua muridnya berziarah kesana kecuali satu orang saja, yaitu syaikhul imam Al-qadli Abu Bakar Az-Zarnujiy. Setelah suatu saat bisa bertemu, beliau bertanya: “kenapa engkau tidak menjengukku? Jawabnya : “Maaf tuan, saya sibuk merawat ibuku” beliau berkata: “Engkau dianugrahi panjang usia, tetapi tidak mndapat anugrah buah manis belajar.” Lalu kenyataanya seperti itu, hingga sebagian banyak waktu Az-Zarnujiy digunakan tinggal di pedesaan yang membuatnya kesulitan belajar.


فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا.

[إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـما! لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما]

[فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه! واقنع بجهلك إن جفوت معلما]


Barang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemamfaatannya.


3. Sungguh, dokter dan guru Tak akan memberi nasehat, bila tak di hormat

4. Terimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu dan terimalah bodohmu, bila kau tentang sang guru


حكى أن الخليفة هارون راشيد بعث ابنه إلى الأصمعى ليعلمه العلم والأدب فرآه يوما يتوضأ ويغسل رجله، وابن الخليفة يصب الماء على رجله، فعاتب الأصمعى [فى ذلك] بقوله: إنما بعثت إليك لتعلمه وتؤدبه فلماذا لم تأمره بأن يصب الماء بإحدى يديه، ويغسل بالأخرى رجلك؟


Suatu hikayat : Khalifah Harun Ar-Rasyid mengirim putranya kepada Al-Ashma’iy agar diajar ilmu dan adab. Pada suatu hari, Khalifah melihat Al-Ashma’iy berwudlu dan membasuh sendiri kakinya, sedang putra khalifah cukup menuang air pada kaki tersebut. Maka, Khalifahpun menegur dan ujarnya : “Putraku saya kirim kemari agar engkau ajar dan didik; tapi mengapa tidak kau perintahkan agar satu tangannya menuang air dan tangan satunya lagi membasuh kakimu?”


2. Memuliakan Kitab


ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يأخذ الكتاب إلا بطهارة. وحكىعن الشيخ شمس الأئمة الحلوانى رحمه الله تعالى أنه قال: إنما نلت هذا العلم بالتعظيم، فإنى ما أخذت الكاغد إلا بطهارة. والشيخ الإمام شمس الأئمة السرخسى كان مبطونا فى ليلة، وكان يكرر، وتوضأ فى تلك الليلة سبع عشرة مرة لأنه كان لا يكرر إلا بالطهارة، وهذا لأن العلم نور والوضوء نور فيزداد نور العلم به.


Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu memulyakan kitab, karena itu, sebaiknya pelajar jika mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci. Hikayat, bahwa Syaikhul islam Syamsul Aimmah Al-Khulwaniy pernah berkata : “Hanya saya dapati ilmu ilmuku ini adalah dengan mengagungkan. Sungguh, saya mengambil kertas belajarku selalu dalam keadaan suci. Syaikhul Imam Syamsul Aimmah As-sarkhasiy pada suatu malam mengulang kembali pelajaran-pelajarnnya yang terdahulu, kebetulan terkena sakit perut. Jadi sering kentut. Untuk itu ia melakukan 17 kali berwudlu dalam satu malam tersebut, karena mempertahankan supaya belajar dalam keadaan suci. Demikianlah sebab ilmu itu cahaya, wudlupun cahaya. Dan cahaya ilmu akan semakin cemerlang bila di barengi cahaya berwudlu.


ومن التعظيم الواجب للعالم أن لا يمد الرجل إلى الكتاب ويضع كتاب التفسير فوق سائر الكتب [تعظيما] ولا يضع شيئا آخر على الكتاب.


Termasuk memulykan yang harus dilakukan, hendaknya jangan membentangkan kaki kearah kitab. Kitab tafsir letaknya diatas kitab-kitab lain, dan jangan sampai menaruh sesuatu diatas kitab.


وكان أستاذنا الشيخ برهان الدين رحمه الله تعالى يحكى عن شيخ من المشايخ: أن فقيها كان وضع المحبرة على الكتاب، فقال له [بالفارسية]: برنيايى


Guru kita Burhanuddin pernah membawakan cerita dri seorang ulama yang mengtakan ada seoranag ahli fikih meletakan botol tinta di atas kitab. Ulama itu sraya berkata : “Tidak bermanfaat ilmumu.


وكان أستاذنا القاضى الإمام الأجل فخر الدين المعروف بقاضى خان رحمه الله تعالى يقول: إن يرد بذلك الاستخفاف فلا بأس بذلك والأولى أن يحترز عنه.


Guru kita Qodli Fakhrul Islam yang termasyur dengan Qodli Khan pernah berkata: “Kalau yang demikian itu tidak dimaksud meremehkan, maka tidak mengapalah. Namun lebih baiknya disingkiri saja.”


ومن التعظيم: أن يجود كتابة الكتاب ولا يقرمط ويترك الحاشية إى عند الضرورة.

ورأى أبو حنيفة رحمه الله تعالى كتابا يقرمط فى الكتابة فقال: لا تقرمط خطك، إن عشت تندم وإن مت تشتم. يعنى إذا شخت وضعف نور بصرك ندمت على ذلك.

وحكى عن الشيخ الإمام مجد الدين الصرخكى، حكى أنه قال: ما قرمطنا ندمنا، وما انتخبنا ندمنا، وما لم نقابل ندمنا


Termasuk pula arti mengagungkan, hendak menulis kitab sebaik mungkin. Jangan kabur, jangan pula membuat catatan penyela/penjelas yang membuat tulisan kitab tidak jelas lagi, kecuali terpaksa harus dibuat begitu. Abu hanifah pernah mengetahui seorang yang tidak jelas tulisannya, lalu ujarnya: “Jangan kau bikin tulisanmu tidak jelas, sedang kau kalau ada umur panjang akan hidup menyesal, dan jika mati akan dimaki.” Maksudnya, jika kau semakin tua dan matamua rabun, akan menyesali perbuatanmua sendiri itu. Diceritakan dari Syaikhul Imam Majduddin Ash-Shorhakiy pernah berkata: “Kami menyesal;I tulisan yang tidak jelas, catatan kami yang pilih-pilih dan pengetahuan yang tidak kami bandingkan dengan kitab lain.”


وينبغى أن يكون تقطيع الكتاب مربعا، فإنه تقطيع أبى حنيفة رحمه الله تعالى، وهو أيسر على الرفع والوضع والمطالعة


Sebaiknya format kitab itu persegi empat, sebagaimana format itu pulalah kitab-kitab Abu Hanifah. Dengan format tersebut, akan lebih memudahkan jika dibawa, diletakkan dan di muthalaah kembali.


وينبغى أن لا يكون فى الكتابة شيئ من الحمرة، فإنه من صنيع الفلاسفة لا صنيع السلف، ومن مشايخنا كرهوا استعمال المركب الأحمر.


Sebaiknya pula jangan ada warna merah didalam kitab, karena hal itu perbuatan kaum filsafat bukan ulama salaf. Lebih dari itu ada diantara guru-guru kita yang tidak suka memakai kendaraan yang berwarna merah.


3. Menghormati Teman


ومن تعظيم العلم: تعظيم الشركاء [فى طلب العلم والدرس] ومن يتعلم منه. والتملق مذموم إلا فى طلب العلم. فإنه ينبغى أن يتملق لأستاذه وشركائه ليستفيد منهم


Termasuk makna mengagungkan ilmu pula, yaitu menghormati teman belajar dan guru pengajar. Bercumbu rayu itu tidak dibenarkan, selain dalam menuntut ilmu. Malah sebaliknya di sini bercumbu rayu degnan guru dan teman sebangku pelajarannya.


4. Sikap Selalu Hormat Dan Khidmah


وينبغى لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة. وقيل: من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم.


Hendaknya penuntut ilmu memperhatikan segala ilmu dan hikmah atas dasar selalu mengagungkan dan menghormati, sekalipun masalah yang itu-itu saja telah ia dengar seribu kali. Adalah dikatakan : “Barang siapa yang telah mengagungkannya setelah lebih dari 1000 kali tidak sebagaimana pada pertama kalinya, ia tidak termasuk ahli ilmu.”


5. Jangan Memilih Ilmu Sendiri


وينبغى لطالب العلم أن لا يختار نوع العلم بنفسه، بل يفوض أمره إلى الأستاذ، فإن الأستاذ قد حصل له التجارب فى ذلك، فكان أعرف بما ينبغى لكل واحد وما يليق بطبيعته.


Hendaklah sang murid jangan menentukan pilihan sendiri terhadap ilmu yang akan dipelajari. Hal itu dipersilahkan sang guru untuk menentukannya, karena dialah yang telah berkali-kali melakukan percobaan serta dia pula yang mengetahui ilmu yang sebaiknya diajarkan kepada seseorang dan sesuai dengan tabiatnya.


وكان الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الحق والدين رحمه الله تعالى يقول:

كان طلبة العلم فى الزمان الأول يفوضون أمرهم فى التعلم إلى اساتذهم، وكانوا يصلون إلى مقصودهم ومرادهم، والآن يختارون بأنفسهم، فلا يحصل مقصودهم من العلم والفقه.


Syaikhul Imam Agung Ustadz Burhanul Haq Waddin ra. Berkata: “Para siswa dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, ternyata mereka peroleh sukses apa yang di idamkan; tetapi sekarang pada menentukan pilihan sendiri, akhirnyapun gagal cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu dan fihq.”


وكان يحكى أن محمد بن إسماعيل البخارى رحمه الله تعالى كان بدأ بكتابة الصلاة على محمد بن الحسن رحمه الله، فقال له محمد بن الحسن: إذهب وتعلم علم الحديث، لما روى أن ذلك العلم أليق بطبعه، فطلب علم الحديث فصار فيه مقدما على جميع أئمة الحديث


Hikayat orang, bahwa Muhammad bin Ismail Al-Bukhariy pada mulanya adalah belajar shalat kepada Muhammad Ibnul Hasan. Lalu sang guru ini memerintahkan kepadanya : “Pergilah belajar ilmu hadist! “setelah mengetahui justru ilmu inilah yang lebih sesuai untuk Bukhariy. Akhirnya pun ia belajar hadist hingga menjadi imam hadist paling terkemuka.


6. Jangan Duduk Terlalu Dekat Dengan Guru


وينبغى لطالب العلم أن لايجلس قريبا من الأستاذ عند السبق بغير ضرورة، بل ينبغى أن يكون بينه وبين الأستاذ قدر القوس فإنه أقرب إلى التعظيم.


Diwaktu belajar, hendaklah jangan duduk terlalu mendekati gurunya, selain bila terpaksa. Duduklah sejauh antar busur panah. Karena dengan begitu, akan terlihat mengagungkan sang guru.


7. Menyingkiri Akhlak Tercela


وينبغى لطالب العلم أن يحترز عن الأخلاق الذميمة، فإنها كلاب معنوية، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة. وإنما يتعلم الإنسان بواسطة ملك.

والأخلاق الذميمة تعرف فى كتاب الأخلاق وكتابنا هذا لا يحتمل بيانها.

[وليحترز] خصوصا عن التكبر ومع التكبر لا يحصل العلم.

قيل: العلم حرب [للفتى] المتعالى كالسيل حرب للمكان العالى

قيل: بجـد لا بجــد كــل مـجــد فهل جد بلا جد بمجدى

فكم من عبد يقوم مقام حر وكم حر يقوم مقام عبد


Pelajar selalu memnjaga dirinya daripada akhlak-akhlak yang tercela. Karena akhlak buruk itu ibarat anjing. Rasulullah saw bersabda: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau anjing”. Padahal orang belajar itu dengan perantara malaikat. Dan terutama yang disingkiri adalah sikap takabur dan sombong.


Syai’ir dikatakan :

1. Ilmu itu musuh bagi penyombong diri laksan air bah, musuh dataran tinggi

- Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan harta tumpukan bisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?

2. Banyak sahaya, menduduki tingkat merdeka Banyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya

Rabu, 03 Juli 2024

Efek Samping Sifat Dengki


Hasud mempunyai dampak buruk diantaranya

1. Penderitaan tiada akhir

2. Turunnya harga diri, pangkat dan kedudukan di mata orang lain

3. Dibenci orang lain

4. Dibenci Allah

5. Menyebabkan saling benci dan tidak menyapa 

6. Menyebabkan Ghibah

7. Menyebabkan Dzolim pada orang lain

8. Menyebabkan tindakan kejahatan pencurian dan pembunuhan 

فقال:

1- حَسَراتُ الحَسَدِ وسَقامُ الجَسَدِ، ثمَّ لا يجِدُ لحَسرتِه انتهاءً، ولا يؤمِّلُ لسَقامِه شفاءً، قال ابنُ المعتَزِّ: الحَسَدُ داءُ الجَسَدِ.

2- انخفاضُ المنزلةِ وانحِطاطُ المرتبةِ؛ لانحرافِ النَّاسِ عنه، ونفورِهم منه، وقد قيل في منثورِ الحِكَمِ: الحَسودُ لا يَسودُ.

3- مَقتُ النَّاسِ له حتَّى لا يجِدَ فيهم محبًّا، وعداوتُهم له حتَّى لا يرى فيهم وليًّا، فيصيرُ بالعداوةِ مأثورًا، وبالمَقتِ مزجورًا.

4- إسخاطُ اللَّهِ تعالى في معارضتِه، واجتناءُ الأوزارِ في مخالفتِه؛ إذ ليس يرى قضاءَ اللَّهِ عَدلًا، ولا لنِعَمِه من النَّاسِ أهلًا

5- يؤدِّي إلى المقاطعةِ والهَجرِ، والبَغضاءِ والشَّحناءِ.

6- يؤدِّي إلى الغِيبةِ والنَّميمةِ.

7- يؤدِّي إلى الظُّلمِ والعُدوانِ.

8- يؤدِّي إلى السَّرِقةِ والقَتلِ


اداب الدنيا والدين ١/٢٧٣

 سلامة الصدر ١

Senin, 01 Juli 2024

Waspadalah Dengan Sifat Sombong



Dari Imam Sufyan Atsauri:

Semua maksiat yang bersumber dari syahwat masih ada harapan untuk diampuni.

Dan semua maksiat yang bersumber dari kesombongan tidak akan ada harapan untuk diampuni.

Karena maksiatnya Iblis bersumber dari kesombongan, dan tergelincirnya Nabi Adam karena syahwat.

 عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِي :كُلُّ مَعْصِيَةٍ عَنْ شَهْوَةٍ فَإِنَّهُ يُرْجَى غُفْرَانُهَا ، وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عَنِ الكِبْرِ فَإِنَّهُ لَا يُرْجَى غُفْرَانُهَا لِأَنَّ مَعْصِيَةَ إِبْلِيسَ كَانَ 

 أَصْلُهَا مِنَ الكِبْرِ ، وَ زَلَّةُ آدَمَ كَانَ أَصْلُهَا مِنَ الشَّهْوَةِ


كتاب: متنبهات على الاستعداد ليوم المعاد للامام شهاب الدين احمد ابن حجر العسقلاني ص ١١

Sabtu, 29 Juni 2024

Dua hal yang menjadi kunci untuk memperbaiki diri



قال يونس بن عبيد رحمه الله : خصلتان إذا صلحتا من العبد صلح ما سواهما: صلاته ولسانه

Imam Yunus bin Ubaid rahimahulllah berkata,

"Dua hal dari seorang hamba yang apabila keduanya baik, baik pula hal-hal lainnya: shalatnya dan lisannya."


كتاب: سير اعلام النبلاء للامام شمس الدين محمد بن احمد بن عثمان الذهبي ٢٩٣/٦

Senin, 24 Juni 2024

Cara Menegur Orang Lain Dengan Baik



Terkadang niat baik belum tentu akan tanggapi dengan baik, maka dari itu perlu penyampaian yang baik, oleh karenanya imam Mutawalli Asy-Sya'rawi menyebutkan

الحقائق مرّة فاستعيروا لها خفة البيان

kebenaran itu kadang terasa pahit, maka dari itu sampaikanlah dengan cara halus (tafsir asy-Sya'rawi 7/4440)

jika setelah menyampaikan dengan baik kita tetap dibenci, kita pasrahkan kepada allah yang penting kewajiban kita sudah selesai

فإنما عليك البلاغ وعلينا الحساب (الرعد: 40)

Jumat, 21 Juni 2024

Dua Mata Yang Tak Akan Tersentuh Api Neraka

 

عينان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله


“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah (HR: Ath-Thabarani)


Faidul Qodir 4/484

Ngaji Itqon (27): Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama?

Mengapa Al-Qur’an Tidak Selalu Menyebut Nama? Memahami Hikmah Ibham dalam Al-Qur’an Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat...