Pernahkah Anda membayangkan bagaimana para sahabat Nabi SAW mengatur waktu mereka untuk membaca Al-Qur’an? Ternyata, mereka memiliki target harian yang teratur agar bisa mengkhatamkan seluruh isi Al-Qur’an dalam waktu tepat satu pekan.
Kisah di Balik Kedisiplinan Rasulullah ﷺ
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, seorang sahabat bernama Aus bin Hudzaifah menceritakan bahwa suatu malam Rasulullah ﷺ terlambat menemui para sahabat. Beliau kemudian menjelaskan alasannya:
إنه طرأ على حزبى من القرآن، فكرهت أن أخرج حتى أتمه
"Sesungguhnya telah datang jadwal (wirid) membaca Al-Qur'anku, maka aku tidak ingin keluar hingga aku menyelesaikannya."
Dalam riwayat lain Aus bertanya pada sahabat yang lain:
كيف تحزبون القرآن؟
“Bagaimana kalian membagi (menargetkan) bacaan Al-Qur'an?”
Mereka menjawab:
نحزبه ثلاث سور وخمس سور وسبع سور وتسع سور وإحدى عشرة وثلاث عشرة وحزب المفصل من (ق) حتى يختم
“Kami membagi Al-Quran menjadi tiga, lima, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas (surah), dan hizb al-mufashshal sampai khatam.” (HR: Ath-Thabarani)
Pesan ini menunjukkan betapa Rasulullah ﷺ dan para sahabat sangat menjaga kekonsistenan dalam membaca Al-Qur'an setiap harinya.
Rumus "Fami bi Syauqin"
Penasaran dengan cara para sahabat membagi bacaan tersebut, Aus bertanya kepada mereka. Ternyata, para sahabat membagi Al-Qur’an ke dalam 7 bagian untuk 7 hari. Untuk memudahkannya, ulama merangkum metode ini dengan sebutan "Fami bi Syauqin" (فمي بشوق), yang secara bahasa berarti "Mulutku dalam kerinduan".
Setiap huruf dalam kata tersebut merupakan inisial surah pertama yang dibaca setiap harinya:
1. Hari 1 (F - Fatihah): Dimulai dari Al-Fatihah, mencakup 3 surah besar (Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa).
2. Hari 2 (M - Ma'idah): Membaca 5 surah berikutnya (Al-Ma'idah hingga At-Taubah).
3. Hari 3 (Y - Yunus): Membaca 7 surah berikutnya (Yunus hingga An-Nahl).
4. Hari 4 (B - Bani Israil/Al-Isra): Membaca 9 surah berikutnya (Al-Isra hingga Al-Furqan).
5. Hari 5 (Sy - Syu'ara): Membaca 11 surah berikutnya (Asy-Syu'ara hingga Yasin).
6. Hari 6 (W - Wash-Shaffat): Membaca 13 surah berikutnya (Ash-Shaffat hingga Al-Hujurat).
7. Hari 7 (Q - Qaf): Membaca Hizb Al-Mufashshal, yaitu mulai dari Surah Qaf hingga An-Nas.
Mengapa Menggunakan Metode Ini?
Berbeda dengan pembagian 30 Juz yang kita kenal sekarang (yang lebih didasarkan pada jumlah lembaran), metode Hizb Sahabat ini didasarkan pada kesatuan surah. Hal ini memudahkan kita untuk memahami makna Al-Qur'an karena kita menyelesaikan satu surah secara utuh tanpa terputus di tengah-tengah ayat.
Dengan mengikuti pola ini, membaca Al-Qur’an tidak lagi terasa berat karena jadwalnya sudah terbagi rata dan memiliki target yang jelas setiap harinya.