At-Tarbiyah
Pendidikan Adalah Kunci Kesuksesan
Senin, 24 Agustus 2026
Imam Junaid Al-Baghdadi dan Perayaan Maulid Nabi
Perangkat Utama Memahami Ilmu Agama: Konektivitas Al-Qur’an, Sunnah, dan Keterangan Para Ulama
Konektivitas Al-Qur’an, Sunnah, dan Keterangan Para Ulama
Imam Syafi‘i radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
جميع ما تقوله الأمة شرح للسنة، وجميع شرح السنة شرح للقرآن
“Semua yang disampaikan oleh umat ini merupakan penjelasan terhadap Sunnah, dan seluruh penjelasan tentang Sunnah merupakan penjelasan terhadap Al-Qur’an.”
Ungkapan ini dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam Al-Iklīl fī Istinbāṭ at-Tanzīl, hlm. 11. Di dalamnya terdapat gambaran penting tentang bagaimana ilmu agama dipahami dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Pertama, Al-Qur’an adalah sumber utama ilmu agama.
Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang menjadi dasar seluruh ajaran Islam. Hukum, akidah, ibadah, akhlak, dan berbagai prinsip kehidupan seorang Muslim memiliki landasan dalam Al-Qur’an. Karena itu, Al-Qur’an menjadi rujukan utama dalam memahami agama.
Namun, tidak semua perintah Al-Qur’an dijelaskan secara rinci di dalam ayatnya. Di sinilah kedudukan Sunnah Nabi ﷺ menjadi sangat penting.
Kedua, Sunnah adalah penjelas Al-Qur’an.
Sunnah Nabi ﷺ menerangkan maksud ayat, merinci perkara yang masih bersifat umum, membatasi sesuatu yang masih mutlak, serta memberikan contoh bagaimana petunjuk Al-Qur’an diterapkan.
Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk mendirikan shalat, tetapi tata cara shalat dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ melalui Sunnah. Demikian pula zakat, puasa, haji, dan berbagai bentuk ibadah lainnya.
Karena itu, memahami Al-Qur’an tidak dapat dilepaskan dari Sunnah Rasulullah ﷺ.
Ketiga, penjelasan para ulama merupakan penjelasan terhadap Sunnah.
Para ulama mewarisi ilmu Nabi ﷺ dan memiliki tugas menjelaskan kandungan Al-Qur’an dan Sunnah kepada umat. Mereka meneliti hadis, memahami bahasa Arab, menguasai kaidah-kaidah syariat, mengetahui konteks ayat dan hadis, kemudian menjelaskan hukum dan maknanya agar dapat dipahami oleh masyarakat.
Maka, perkataan dan ijtihad para ulama bukanlah sumber agama yang berdiri sendiri tanpa dasar. Dalam tradisi keilmuan Islam, penjelasan mereka harus memiliki pijakan pada Al-Qur’an, Sunnah, serta metode istinbath yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari sini kita dapat melihat sebuah mata rantai ilmu:
Al-Qur’an → Sunnah → Penjelasan Ulama → Pemahaman dan Pengamalan Umat.
Al-Qur’an adalah sumber pokok. Sunnah menjelaskan Al-Qur’an. Kemudian para ulama menjelaskan dan menguraikan Al-Qur’an dan Sunnah sehingga dapat dipahami oleh umat sesuai kaidah ilmu.
Inilah salah satu alasan mengapa belajar agama tidak cukup hanya dengan membaca terjemahan Al-Qur’an atau beberapa hadis secara sendiri-sendiri. Diperlukan bimbingan ilmu dan penjelasan para ulama agar seseorang tidak keliru dalam memahami maksud nash.
Sebab, semakin tinggi kedudukan sebuah ilmu, semakin besar pula kebutuhan kita terhadap metode yang benar dalam memahaminya.
Maka jangan sampai kita merasa cukup hanya dengan membaca satu ayat, satu hadis, lalu mengambil kesimpulan sendiri tanpa memahami penjelasan para ulama.
Al-Qur’an adalah sumbernya, Sunnah adalah penjelasnya, dan ulama adalah pewaris yang menerangkan kandungan keduanya kepada umat.
Wallahu a‘lam.
Sekelumit Biografi Sayid Ja'far Al BarzanjiPengarang Kitab Al Barzanji
Minggu, 23 Agustus 2026
Maksiat tapi Kaya? Awas Jebakan Kantong Semar! (Internalisasi Makna Istidraj)
Bahaya Laten Dua Tipe Orang Perusak Umat: Minim Ilmu dan Minim Amal
Sabtu, 22 Agustus 2026
Ini Alasan Kenapa Hidupmu Tidak Tenang: Fokus pada Kehidupan Orang Lain
Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kenapa Kamu Tak Boleh Remehin Orang Lain: Nasihat Buat Kita yang Suka Menilai dari Fisik
Alasan Kenapa Kamu Tak Boleh Remehin Orang Lain: Nasihat Buat Kita yang Suka Menilai dari Fisik
Al-Buhturi berkata:
إِنَّ النُّجُومَ نُجُومُ الْأُفُقِ أَصْغَرُهَا # فِي الْعَيْنِ أَذْهَبُهَا فِي الْجَوِّ إِصْعَادَا
“Sesungguhnya bintang-bintang di ufuk, yang tampak paling kecil oleh mata, justru berada jauh menjulang di angkasa.” (Zahr al-Adab, 1/267)
Berikut penjelasannya:
Bintang yang terlihat hanya seperti titik kecil di langit sebenarnya tidak kecil. Ia tampak kecil karena sangat jauh dari pandangan kita. Dari sini kita belajar satu hal penting: apa yang terlihat kecil belum tentu kecil dalam kenyataan.
Demikian pula dalam kehidupan. Jangan mudah meremehkan seseorang hanya karena penampilannya sederhana, hartanya sedikit, pekerjaannya rendah menurut ukuran manusia, tidak terkenal, atau tidak banyak bicara. Bisa jadi orang yang kita pandang sebelah mata justru memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.
Allah ﷻ mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan lainnya, boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok.” (QS. Al-Hujurat: 11)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ
“Betapa banyak orang yang rambutnya kusut dan penampilannya sederhana, yang ditolak dari pintu-pintu manusia; tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya.”
Hadis ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu tercermin dari penampilan lahiriah atau penerimaan manusia terhadapnya.
Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
“Cukuplah seseorang itu dalam kejelekan selama dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim lainnya haram dan terjaga darah, harta dan kehormatannya” (HR. Muslim, 2564)
Senada dengan keterangan di atas, Dzul Nun Al-Mishri berkata, sebagaimana dinukil dalam Az-Zuhd karya Al-Baihaqi (1/290):
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَخْفَى ثَلَاثًا فِي ثَلَاثٍ
“Sesungguhnya Allah menyembunyikan tiga perkara di dalam tiga perkara.”
أَخْفَى غَضَبَهُ فِي مَعْصِيَتِهِ
“Dia menyembunyikan kemurkaan-Nya dalam berbagai kemaksiatan.”
Karena itu, jangan meremehkan dosa sekecil apa pun. Bisa jadi justru di dalam dosa yang kita anggap ringan terdapat kemurkaan Allah.
وَأَخْفَى رِضَاءَهُ فِي طَاعَتِهِ
“Dia menyembunyikan keridaan-Nya dalam berbagai ketaatan.”
Maka jangan pula meremehkan amal sekecil apa pun. Senyuman, membantu orang lain, sedekah yang sedikit, menyingkirkan gangguan dari jalan, atau satu kalimat baik bisa menjadi amal yang diridai Allah.
وَأَخْفَى وِلَايَتَهُ فِي عِبَادِهِ
“Dan Dia menyembunyikan wali-Nya di antara hamba-hamba-Nya.”
Karena itu, jangan pernah meremehkan seorang pun. Bisa jadi orang yang tidak kita anggap penting justru termasuk hamba Allah yang dekat kepada-Nya.
Inilah pelajaran besar dari bintang-bintang di langit: yang kecil di mata belum tentu kecil dalam hakikatnya.
Epilog
Jangan tertipu oleh penampilan. Jangan sombong karena kedudukan. Jangan menghina orang karena keadaan. Dan jangan merasa diri lebih baik hanya karena melihat kekurangan orang lain.
Sebab kita hanya melihat apa yang tampak, sementara Allah mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati.
Boleh jadi kita melihat seseorang tak punya kedudukan dan pangkat, padahal di sisi Allah ia berpangkat yang jauh lebih tinggi daripada yang kita sangka.
#islamicquotes #fauzandesign #adab #dakwah_islam #nasihat
Imam Junaid Al-Baghdadi dan Perayaan Maulid Nabi
Penjelasan Tentang Maulid #1 قَالَ الْجُنَيْدِيُّ الْبَغْدَادِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: مَنْ حَضَرَ مَوْلِدَ الرَّسُولِ وَعَظَّمَ قَ...
-
Waspadai Kebaikan yang Menyesatkan: Ketika Manipulasi Emosional Datang dengan Wajah Ramah Tidak semua orang baik benar-benar tul...
-
Khalifah Ali Bin Abi Thalib berkata “Dua hal yang pasti dilakukan orang tolol: Sering menoleh dan menjawab tanpa dasar pengetahu...
-
5 Kebiasaan Sehari-Hari yang Diam-Diam Merusak Kinerja Otak Otak manusia merupakan organ vital yang hanya mewakili sekitar 2 per...