Keindahan Munāsabah Surah Yūnus: Penjelas Surah Al-A‘rāf
Salah satu bukti keindahan susunan Al-Qur'an adalah adanya munāsabah, yaitu hubungan yang erat antara satu surah dengan surah lainnya. Setiap surah tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi, menjelaskan, dan menyempurnakan kandungan surah sebelumnya. Di antara contohnya adalah hubungan antara Surah Yūnus dan Surah Al-A‘rāf.
Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa pembukaan Surah Yūnus memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan pembukaan Surah Al-A‘rāf. Allah Ta‘ālā berfirman:
أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا
"Patutkah menjadi suatu keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: 'Berilah peringatan kepada manusia dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.'" (QS. Yūnus: 2)
Dalam ayat ini, Allah mendahulukan peringatan (inzār) yang ditujukan kepada seluruh manusia, kemudian mengakhirkan kabar gembira yang dikhususkan bagi orang-orang beriman.
Pola yang hampir sama juga terdapat pada awal Surah Al-A‘rāf:
كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Ini adalah Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, agar engkau memberi peringatan dengannya dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-A‘rāf: 2)
Di sini juga, peringatan didahulukan, sedangkan manfaat khusus bagi orang-orang beriman disebutkan setelahnya. Bahkan objek dari kata "memberi peringatan" tidak disebutkan agar mencakup seluruh manusia.
Keserasian itu berlanjut pada ayat-ayat berikutnya. Kedua surah sama-sama membuka pembahasan dengan penegasan tentang kekuasaan Allah sebagai Pencipta langit dan bumi dalam enam masa serta penguasa seluruh alam. Surah Yūnus menyatakan bahwa Allah mengatur segala urusan, sedangkan Surah Al-A‘rāf menegaskan bahwa menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Kedua ayat tersebut saling menguatkan dan menjelaskan makna rububiyyah Allah.
Hubungan yang paling menarik terlihat pada kisah Nabi Musa dan Fir'aun. Dalam Surah Al-A‘rāf, kisah tersebut telah dipaparkan, namun bagian tentang penenggelaman Fir'aun dan kaumnya disampaikan secara ringkas. Ketika memasuki Surah Yūnus, Allah menguraikan kisah itu dengan lebih panjang dan lebih rinci sehingga pembaca memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang akhir perjalanan Fir'aun, keselamatan Nabi Musa dan Bani Israil, serta pelajaran besar yang terkandung di dalamnya.
Dari sini tampak bahwa Surah Yūnus bukan sekadar mengulang isi Surah Al-A‘rāf, tetapi berfungsi sebagai penjelas terhadap bagian-bagian yang masih bersifat global. Inilah salah satu bentuk kemukjizatan susunan Al-Qur'an. Setiap surah memiliki posisi yang sangat tepat, saling melengkapi tanpa ada pengulangan yang sia-sia.
Mempelajari ilmu munāsabah membuat kita semakin yakin bahwa urutan surah-surah Al-Qur'an mengandung hikmah yang mendalam. Semakin dikaji, semakin tampak bahwa Al-Qur'an adalah satu kesatuan yang utuh, di mana setiap surah menjadi penyempurna bagi surah yang lain. Karena itu, membaca Al-Qur'an secara berurutan dan memahami hubungan antarsurah akan menghadirkan pemahaman yang lebih dalam terhadap pesan-pesan Allah Ta‘ālā.