Ketika khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu telah yakin untuk mengumpulkan Al-Qur'an, beliau memerintahkan Umar bin Khattab dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhuma untuk memulai tugas besar ini. Mereka menjalankan proses tersebut dengan metode yang sangat teliti, yaitu dengan bersandar pada dua sumber sekaligus:
1. Catatan tertulis yang ditulis di hadapan Nabi ﷺ
2. Hafalan yang tersimpan di dada para sahabat
Hal ini ditunjukkan oleh perkataan Zaid bin Tsabit dalam hadis sebelumnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
> “Lalu aku menelusuri Al-Qur'an dan mengumpulkannya dari pelepah kurma, batu-batu tipis, dan dari hafalan manusia.”
Ucapan beliau “dari pelepah kurma dan batu-batu tipis” menunjukkan sumber tertulis, sedangkan “dari hafalan manusia” menunjukkan sumber hafalan.
Zaid tidak hanya mengandalkan hafalan semata. Karena itu, dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa beliau tidak menemukan dua ayat terakhir dari Surah At-Taubah kecuali tertulis pada Abu Khuzaimah Al-Anshari. Padahal Zaid sendiri menghafalnya, demikian pula banyak sahabat lain juga hafal ayat tersebut. Namun, beliau tetap menghendaki terkumpulnya dua unsur sekaligus: hafalan dan tulisan, demi kehati-hatian yang lebih sempurna dan tingkat verifikasi yang sangat kuat.
Dengan metode yang bijak dan sangat teliti inilah Al-Qur'an berhasil dikumpulkan di bawah pengawasan Abu Bakar, Umar, serta para sahabat senior, dan disepakati oleh seluruh umat tanpa penolakan.
Peristiwa ini menjadi keutamaan besar yang terus dikenang sejarah:
Abu Bakar berjasa dalam pengawasan dan keputusan final,
Umar berjasa dalam mengusulkan gagasan pengumpulan,
Zaid bin Tsabit berjasa dalam pelaksanaan teknis pengumpulan,
dan para sahabat lainnya berjasa dalam membantu serta menyetujui proses tersebut.
Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata:
“Orang yang paling besar pahalanya dalam urusan mushaf adalah Abu Bakar. Semoga Allah merahmati Abu Bakar; dialah orang pertama yang mengumpulkan Kitab Allah.”
Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Abi Dawud dalam kitab Al-Mashahif dengan sanad hasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar