Pendahuluan
Al-Qur’an terdiri dari 114 surat dengan panjang ayat yang berbeda-beda. Ada surat yang sangat panjang seperti Surah Al-Baqarah, ada pula yang sangat pendek seperti Surah Al-Kautsar. Untuk memudahkan pembelajaran, hafalan, dan pembacaan, para ulama membagi surat-surat Al-Qur’an ke dalam beberapa kelompok berdasarkan panjang dan karakteristiknya.
Secara umum, para ulama membaginya menjadi empat bagian utama: Ath-Thiwāl, Al-Mi’ūn, Al-Matsānī, dan Al-Mufashshal.
Allah ﷻ berfirman:
> كِتَابٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”
(QS. Shad: 29)
Pembagian ini membantu kaum Muslimin lebih mudah mengenali struktur Al-Qur’an dan memahami kebiasaan bacaan Rasulullah ﷺ.
1. Ath-Thiwāl: Surat-Surat Panjang
Ath-Thiwāl berarti surat-surat panjang. Jumlahnya ada tujuh surat yang dikenal sebagai As-Sab‘ Ath-Thiwāl (tujuh surat panjang), yaitu:
1. Al-Baqarah
2. Ali ‘Imran
3. An-Nisa’
4. Al-Ma’idah
5. Al-An‘am
6. Al-A‘raf
7. Surat ketujuh diperselisihkan:
sebagian ulama mengatakan Al-Anfal dan At-Taubah dihitung satu kesatuan karena tidak dipisah dengan basmalah;
sebagian lain berpendapat surat ketujuh adalah Yunus.
Surat-surat ini memuat banyak hukum, kisah umat terdahulu, akidah, dan aturan sosial yang rinci.
2. Al-Mi’ūn: Surat-Surat Seratusan Ayat
Al-Mi’ūn adalah surat-surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus atau lebih sedikit mendekatinya.
Contohnya antara lain beberapa surat yang tidak sepanjang Ath-Thiwāl, namun masih tergolong cukup panjang. Kelompok ini menjadi peralihan dari surat-surat sangat panjang menuju surat-surat menengah.
Dinamakan Al-Mi’ūn karena berasal dari kata mi’ah yang berarti seratus.
3. Al-Matsānī: Surat-Surat yang Lebih Pendek
Al-Matsānī adalah surat-surat setelah Al-Mi’ūn dalam urutan panjang ayat.
Menurut pendapat lain dari Al-Farrā’, Al-Matsānī adalah surat-surat yang jumlah ayatnya kurang dari seratus, dan dinamakan demikian karena lebih sering diulang dalam bacaan dan salat dibandingkan Ath-Thiwāl dan Al-Mi’ūn.
Kelompok ini biasanya lebih mudah dihafal dan sering dibaca dalam salat berjamaah.
4. Al-Mufashshal: Bagian Akhir Al-Qur’an
Al-Mufashshal adalah surat-surat pada bagian akhir Al-Qur’an.
Disebut Al-Mufashshal karena banyaknya pemisahan antar surat dengan bacaan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ.
Para ulama berbeda pendapat tentang awal Al-Mufashshal:
ada yang berpendapat dimulai dari surat Qaf,
ada yang berpendapat dari surat lain.
Namun Al-Nawawī menilai pendapat yang lebih kuat bahwa Al-Mufashshal dimulai dari Surah Al-Hujurat.
Al-Mufashshal terbagi menjadi tiga:
a. Thiwāl Al-Mufashshal (bagian panjang)
Dari Al-Hujurat sampai Al-Buruj.
b. Awsāth Al-Mufashshal (bagian pertengahan)
Dari At-Tariq sampai Al-Bayyinah (Lam Yakun).
c. Qishār Al-Mufashshal (bagian pendek)
Dari Az-Zalzalah sampai An-Nas.
Bagian inilah yang paling sering dibaca dalam salat sehari-hari karena surat-suratnya pendek dan mudah dihafal.
Hikmah Pembagian Surat Al-Qur’an
Pembagian ini memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
memudahkan penghafalan Al-Qur’an,
membantu menentukan bacaan dalam salat,
memudahkan pengajaran dan pembelajaran,
menunjukkan keindahan susunan Al-Qur’an dari surat panjang hingga pendek.
Rasulullah ﷺ juga membaca surat-surat sesuai kategori ini dalam berbagai kesempatan, menunjukkan adanya perhatian terhadap susunan dan karakter setiap bagian Al-Qur’an.
Penutup
Pembagian surat-surat Al-Qur’an menjadi Ath-Thiwāl, Al-Mi’ūn, Al-Matsānī, dan Al-Mufashshal menunjukkan betapa para ulama memperhatikan detail struktur Al-Qur’an untuk memudahkan umat memahami, membaca, dan menghafalnya.
Dengan memahami pembagian ini, kita tidak hanya mengenal nama surat, tetapi juga memahami pola dan susunan Al-Qur’an yang penuh hikmah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar