Karya sederhana ini lahir dari sebuah pengalaman pribadi yang mungkin pernah dirasakan banyak orang: berharap, berdoa, lalu mendapati kenyataan tidak berjalan sesuai keinginan.
Semuanya bermula ketika anak didik saya mengikuti final lomba baca kitab. Sebelum perlombaan, saya telah berusaha semaksimal mungkin. Kami belajar, berlatih, mempersiapkan diri, dan tidak lupa memohon kepada Allah agar diberikan hasil yang terbaik. Kami benar-benar berharap dapat meraih kemenangan. Namun, takdir Allah berkata lain. Hasil yang saya harapkan tidak tercapai.
Saat hati dipenuhi rasa kecewa. Sedih, galau, kehilangan semangat, bahkan sempat muncul perasaan bahwa semua doa dan harapan yang dipanjatkan seolah tidak membuahkan hasil. Perasaan itu bertahan selama beberapa hari.
Di tengah suasana hati seperti itu, Allah memberikan kepada saya sebuah rezeki yang sama sekali tidak saya duga. Nikmat tersebut membuat saya merenung, lalu teringat sabda Rasulullah ﷺ:
«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ، قَالَ: اللَّهُ أَكْثَرُ.»
"Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula memutus tali silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: Allah segera mengabulkan doanya, atau menyimpannya sebagai pahala di akhirat, atau menghindarkan darinya keburukan yang sebanding dengan doa tersebut." Para sahabat berkata, "Kalau begitu kami akan memperbanyak doa." Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah lebih banyak lagi (karunia-Nya)." (HR. At-Tirmidzi)
Saat itulah saya menyadari bahwa saya telah memandang istijabah hanya dalam satu bentuk, yaitu terkabulnya apa yang saya minta. Padahal, Allah memiliki cara yang jauh lebih luas dalam mengabulkan doa hamba-Nya. Bisa jadi apa yang saya anggap bukan jawaban ternyata justru telah dijawab dengan bentuk yang berbeda, seperti rezeki yang datang tanpa diduga itu.
Kesadaran tersebut menenangkan hati saya. Saya belajar bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Setiap doa pasti didengar, dan setiap doa pasti memperoleh jawaban, meskipun tidak selalu dalam bentuk yang sesuai dengan harapan kita.
Dari pengalaman sederhana inilah muncul keinginan untuk menghimpun hadis-hadis Nabi ﷺ yang berbicara tentang doa, sebab-sebab dikabulkannya doa, adab berdoa, waktu-waktu mustajab, serta berbagai bentuk istijabah yang dijanjikan Allah. Kumpulan ini kemudian saya beri judul الأربعون الاستجابية (Empat Puluh Hadis tentang Istijabah Doa).
Semoga karya kecil ini menjadi pengingat bahwa seorang mukmin tidak pernah rugi ketika berdoa. Jika yang diminta belum diberikan, bukan berarti Allah tidak mengabulkan. Boleh jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, menyimpannya sebagai tabungan akhirat, atau sedang melindungi kita dari musibah yang tidak kita ketahui.
Wallāhul-Musta'ān.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar