Senin, 03 Agustus 2026

Kajian Munasabah (18): Surah Al-Anbiyā, Ketika Peringatan Hari Hisab Mengalahkan Pesona Dunia


Munasabah Surah Al-Anbiyā' dengan Surah Thaha: Ketika Peringatan Hari Hisab Mengalahkan Pesona Dunia

Al-Qur'an bukanlah kumpulan surah yang disusun tanpa hikmah. Setiap surah memiliki hubungan yang erat dengan surah sebelumnya. Hubungan inilah yang dikenal dengan istilah munāsabah, yaitu keterkaitan makna antara ayat maupun antarsurah. Salah satu contoh yang menarik adalah hubungan antara penutup Surah Thaha dengan pembukaan Surah Al-Anbiyā', sebagaimana dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Tanāsuq ad-Durar fī Tanāsub as-Suwar.

Pada akhir Surah Thaha, Allah berfirman:

قُلْ كُلٌّ مُتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا

"Katakanlah, masing-masing (kita) sedang menunggu, maka tunggulah kalian." (QS. Thaha: 135)

Sebelumnya Allah juga berfirman:

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى

"Sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu dan waktu yang telah ditentukan..." (QS. Thaha: 129)

Menurut Imam As-Suyuthi, kedua ayat tersebut memberikan isyarat bahwa segala sesuatu telah memiliki waktu yang ditentukan oleh Allah. Penjelasan itu kemudian disempurnakan pada awal Surah Al-Anbiyā' melalui firman-Nya:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

"Telah semakin dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian dan berpaling." (QS. Al-Anbiyā': 1)

Ayat ini menjadi penegasan bahwa waktu yang dijanjikan Allah bukanlah sesuatu yang jauh. Hari hisab semakin dekat, sementara banyak manusia masih sibuk dengan urusan dunia dan lalai mempersiapkan bekal untuk akhirat.

Hubungan kedua surah ini juga tampak pada firman Allah dalam Surah Thaha:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ

"Janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka." (QS. Thaha: 131)

Larangan untuk terpikat oleh kemewahan dunia menjadi semakin kuat ketika diingatkan bahwa hari kiamat sudah dekat. Jika dunia akan segera berakhir, maka tidak sepantasnya manusia menjadikannya sebagai tujuan utama kehidupan. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal.

Dikisahkan bahwa ketika Surah Al-Anbiyā' turun, para sahabat sangat terpengaruh oleh kandungannya. Bahkan disebutkan bahwa surah tersebut membuat mereka melupakan kesibukan dunia karena begitu kuatnya peringatan tentang dekatnya hari kiamat dan hisab.

Pelajaran besar dari munasabah ini adalah bahwa Al-Qur'an mengajak manusia untuk selalu hidup dengan kesadaran akhirat. Kesadaran akan dekatnya hari hisab akan melahirkan semangat memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, memperbaiki akhlak, dan tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang bersifat sementara.

Semoga dengan memahami hubungan antara Surah Thaha dan Surah Al-Anbiyā', kita semakin yakin bahwa susunan Al-Qur'an mengandung hikmah yang mendalam. Setiap perpindahan surah bukan sekadar pergantian tema, tetapi merupakan rangkaian petunjuk yang saling menguatkan agar manusia senantiasa mengingat Allah dan mempersiapkan diri menyambut kehidupan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kajian Munasabah (18): Surah Al-Anbiyā, Ketika Peringatan Hari Hisab Mengalahkan Pesona Dunia

Munasabah Surah Al-Anbiyā' dengan Surah Thaha: Ketika Peringatan Hari Hisab Mengalahkan Pesona Dunia Al-Qur'an bukanlah...