Minggu, 30 Agustus 2026

Sering Ikut Kajian tapi Hati Tetap Keras, Ini Sebabnya: Pondasi Utama Belajar Agama

Sering Ikut Kajian tapi Hati Tetap Keras, Ini Sebabnya: Pondasi Utama Belajar Agama 

Sufyan Ats-Tsauri berkata:

مَا نَعْلَمُ شَيْئًا أَفْضَلَ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ بِنِيَّةٍ

“Kami tidak mengetahui sesuatu yang lebih utama daripada menuntut ilmu dengan niat yang benar.” (Siyar A'lam Nubala, 7/244)

Berikut penjelasannya:

Menuntut ilmu dengan niat yang benar adalah amalan yang paling utama, bahkan lebih utama dari banyak ibadah sunnah lainnya. Karena ilmu adalah dasar dari semua amal; tanpa ilmu, ibadah bisa salah dan tidak diterima. Nilai sebuah amal tidak hanya dilihat dari apa yang dilakukan, tetapi juga dari niat yang melandasinya.

Allah ﷻ berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)

Ayat ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan ilmu. Ilmu bukan sekadar alat untuk memperoleh gelar, pekerjaan, jabatan, atau pengakuan manusia. Ilmu adalah jalan untuk mengenal Allah, memahami agama, memperbaiki ibadah, dan menjalani kehidupan dengan benar.

Karena itu, seorang penuntut ilmu sebenarnya sedang menempuh perjalanan yang sangat mulia. Setiap halaman yang dibaca, pelajaran yang dipahami, hafalan yang dijaga, dan kesulitan yang dihadapi dapat menjadi bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama.” (QS. Fāthir: 28)

Ilmu yang benar seharusnya melahirkan khasy-yah, yaitu rasa takut, tunduk, dan hormat kepada Allah.

Jika ilmu membuat seseorang semakin rajin beribadah, menjaga lisannya, meninggalkan dosa, tawaduk, dan bermanfaat bagi orang lain, maka di situlah terlihat buah ilmu. Oleh karena orang yang berilmu pastilah orang yang dikehendaki baik oleh Allah. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memahamkannya dalam agama.” (HR. Bukhari, 71 dan Muslim, 1037)

Maka ketika Allah memberi kita kesempatan untuk belajar Al-Qur’an, hadis, fikih, akidah, akhlak, dan berbagai ilmu yang bermanfaat, jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Bisa jadi, kesempatan belajar itulah salah satu bentuk kebaikan yang Allah kehendaki bagi kita.

Maka dalam mencari ilmu perlu tekad yang kuat, niat yang tulus dan berusaha melakukannya dengan ikhlas. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari, 1 dan Muslim, 1907)

Hadis ini adalah pondasi keikhlasan dalam Islam. Setiap amal harus dimulai dengan niat yang benar karena Allah. Jika niat baik, amal juga baik; jika rusak, maka amal jadi sia-sia. Namun niat juga perlu dilatih, tidak bisa langsung ikhlas 100 persen

Imam Mujahid berkata:

طَلَبْنَا هَذَا العِلْمَ، وَمَا لَنَا فِيْهِ كَبِيْرُ نِيَّةٍ، ثُمَّ رَزَقَ اللهُ النِّيَّةَ بَعْدُ

“Dahulu kami menuntut ilmu dan kami belum memiliki niat yang besar dalam menuntutnya. Kemudian Allah menganugerahkan kepada kami niat itu setelahnya.” (Siyar A‘lām an-Nubalā’, 6/570)

Mungkin seseorang awalnya belajar karena dorongan orang tua, lingkungan, ijazah, atau masa depan. Namun setelah lama berjalan, ilmu mulai mengubah hatinya. Ia semakin mengenal Allah, menyadari kelemahan dirinya, dan memahami betapa luasnya agama. Akhirnya, niat yang dahulu bercampur perlahan menjadi lebih ikhlas.

Epilog 

Jangan jadikan ilmu sebagai alat untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Jangan belajar hanya untuk menang dalam perdebatan atau mencari pengakuan.

Ilmu seharusnya meruntuhkan kesombongan, bukan membangunnya. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang melahirkan amal, akhlak, ketawadukan, dan rasa takut kepada Allah.

#islamicquotes #fauzandesign #adab #nasihat #dakwah_islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sering Ikut Kajian tapi Hati Tetap Keras, Ini Sebabnya: Pondasi Utama Belajar Agama

Sering Ikut Kajian tapi Hati Tetap Keras, Ini Sebabnya: Pondasi Utama Belajar Agama   Sufyan Ats-Tsauri berkata: مَا نَعْلَمُ شَ...