Senin, 31 Agustus 2026

Penerus Cita-Cita Iblis

Penerus Cita-Cita Iblis: Ketika Manusia Tanpa Sadar Menjadi Sekutu Setan

Iblis, musuh utama umat manusia, telah menyatakan tujuannya dengan jelas: menyesatkan anak cucu Adam. Namun, yang mengejutkan, ia tidak selalu bekerja melalui kekerasan atau paksaan. Strategi paling jitu Iblis justru berhasil melalui sikap-sikap halus yang muncul dari dalam diri manusia sendiri.

Dalam sebuah riwayat, Iblis berkata:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ أَدْرَكْتُ حَاجَتِي مِنْهُ: مَنِ اسْتَكْثَرَ عِلْمَهُ، وَنَسِيَ ذَنْبَهُ، وَأُعْجِبَ بِرَأْيِهِ

"Tiga perkara yang jika ada pada diri seseorang, maka aku akan mencapai tujuannya darinya: (yaitu) orang yang merasa banyak ilmunya, melupakan dosanya, dan merasa kagum dengan pendapatnya sendiri."  (Muhadaratul Udaba, 1/63)

Tiga karakter inilah yang menjadi "penerus cita-cita Iblis" di muka bumi. Mari kita bedah satu per satu.

1. Orang yang Merasa Banyak Ilmunya (استكثر علمه)

Merasa paling benar, paling tahu, dan paling alim. Ia tidak lagi membuka ruang untuk belajar. Ilmu yang dimilikinya justru menjadi hijab (penghalang) dari kebenaran yang lebih besar. Akhlak ini membuat seseorang sombong dan meremehkan orang lain. Bukankah kesombongan adalah dosa pertama Iblis ketika ia enggan sujud kepada Adam karena merasa lebih mulia?

2. Orang yang Melupakan Dosanya (نسي ذنبه)

Lupa bahwa dirinya juga pernah salah, lupa bahwa dirima juga butuh ampunan. Akibatnya, ia mudah menghakimi orang lain, mengoreksi tanpa mawas diri, dan gemar menyebut-nyebut aib saudaranya. Padahal, lupa dosa sendiri adalah pintu masuk bagi Iblis untuk mengajak manusia berbuat zalim dan takabur tanpa rasa bersalah.

3. Orang yang Kagum dengan Pendapatnya Sendiri (أعجب برأيه)

Ia merasa ide, gagasan, dan analisisnya selalu yang terbaik. Ia sulit menerima nasihat, menolak dialog yang sehat, dan menutup pintu kritik. Ketika seseorang sudah mengagumi pendapatnya sendiri, ia akan mempertahankan kesalahan demi gengsi. Inilah senjata Iblis untuk memecah belah umat dan memadamkan cahaya kebenaran.

Menjadi Penerus atau Penghancur Cita-Cita Iblis?

Ketiga sifat di atas bukanlah takdir yang melekat, melainkan pilihan yang setiap hari kita ambil. Siapa pun bisa menjadi "penerus cita-cita Iblis" jika membiarkan hati dipenuhi kesombongan, kelalaian, dan ujub (bangga diri).

Sebaliknya, penghancur cita-cita Iblis adalah mereka yang:

· Tetap rendah hati meskipun berilmu,
· Selalu ingat dosa dan memohon ampun,
· Suka bermusyawarah serta terbuka terhadap kebenaran dari siapa pun datangnya.

Pesan Iblis di atas seharusnya menjadi peringatan bagi kita: jangan sampai tanpa sadar kita justru mewujudkan impian setan. Karena sejatinya, musuh terbesar manusia bukan hanya Iblis di luar sana, tetapi juga ego dan kesombongan dalam dirinya sendiri.

---

Semoga Allah melindungi kita dari tiga sifat tersebut dan menjadikan kita termasuk hamba yang rendah hati, sadar akan dosa, dan lapang dada menerima kebenaran. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wuduk pakai spray

Pertanyaan Sejauh manakah batasan isālah (mengalirnya air) dalam rukun membasuh wajah ketika menggunakan alat semprot (spray)? Apakah cukup ...