Minggu, 30 Juni 2024

Manisnya pertemuan dan pahitnya perpisahan


     

                         لَوْذَقْتُمْ حَلَاوَةَ الْوُصْلَةِ أَيْ القُرْبِ الْمَعَظَّام لَعَرَفْتُمْ مَرَارَةً القَطِيْعَةِ أَيِّ الْبُعْدِيْ


Imaam Syibli berkata: Jadi ketika      engkau pernah mencicipi sebuah  manisnya pertemuan dengan sarana beribadah kepada Allah (pernah enak dan senang beribadah kepadanya),  maka suatu saat kamu akan mengetahui bahwasannya pahitnya tidak bersama Allah itu rasanya bagaimana dengan arti lain kamu akan menemukan sebuah kesulitan jika tidak bersamanya.

📚 *Nasoihul 'Ibad hal: 29*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngaji Manhajut Tafsir (11): Pembakaran Mushaf pada Masa Khalifah Usman dan Alasan Yang Melatarbelakanginya

Pembakaran Mushaf pada Masa Utsman: Upaya Menjaga Persatuan dan Keaslian Al-Qur'an Salah satu peristiwa penting dalam sejar...