Rabu, 03 April 2024

Jomblo berhak menerima zakat?





Didalam kitab Asnal matholib, Syaikhul Islam Syekh Zakaria Al-Anshori menukil fatwa Imam Ibnu al-Bazri, bahwa orang yang usaha hanya cukup untuk kebutuhan makanan dan pakaian tetapi dia membutuhkan biaya untuk nikah, maka diperbolehkan baginya mengambil zakat untuk biaya nikahnya.

(قَوْلُهُ يَخْرُجُ الشَّخْصُ عَنْ الْفَقْرِ بِالْقُدْرَةِ عَلَى كَسْبٍ إلَخْ) أَفْتَى ابْنُ الْبَزْرِيِّ بِأَنَّ مَنْ نَذَرَ صَوْمَ الدَّهْرِ وَلَا يُمْكِنُهُ أَنْ يَكْتَسِبَ مَعَ الصَّوْمِ فَلَهُ الْأَخْذُ مِنْ الزَّكَاةِ وَأَنَّهُ لَوْ كَانَ يَكْتَسِبُ مِنْ مَطْعَمٍ وَمَلْبَسٍ وَلَكِنَّهُ مُحْتَاجٌ إلَى النِّكَاحِ فَلَهُ أَخْذُهَا لِيَنْكِحَ لِأَنَّهُ مِنْ تَمَامِ كِفَايَتِهِ انْتَهَى
[الأنصاري، زكريا، أسنى المطالب في شرح روض الطالب، ٣٩٤/١]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngaji Manhajut Tafsir (11): Pembakaran Mushaf pada Masa Khalifah Usman dan Alasan Yang Melatarbelakanginya

Pembakaran Mushaf pada Masa Utsman: Upaya Menjaga Persatuan dan Keaslian Al-Qur'an Salah satu peristiwa penting dalam sejar...