Jumat, 16 Februari 2024

Adab bagi santri yang merantau



Adab Bermukim Ditempat Asing Menurut Imam Abu Hanifah

وَإِذَا دَخَلْتَ بَلْدَةً فِيهَا أَهْلُ الْعِلْمِ؛ فَلَا تَتَّخِذهَا لِنَفْسِك، بَلْ كُنْ كَوَاحِدٍ مِنْ أَهْلِهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّك لَا تَقْصِدُ جَاهَهُمْ، وَإِلَّا يَخْرُجُونَ عَلَيْك بِأَجْمَعِهِمْ وَيَطْعَنُونَ فِي مَذْهَبِك، وَالْعَامَّةُ يَخْرُجُونَ عَلَيْك وَيَنْظُرُونَ إلَيْك بِأَعْيُنِهِمْ فَتَصِيرُ مَطْعُونًا عِنْدَهُمْ بِلَا فَائِدَةٍ

Dan jika kamu memasuki suatu daerah yang terdapat orang-orang yang berilmu didalamnya, maka janganlah kamu mengambil alih daerah itu untuk dirimu sendiri, tetapi jadilah seperti salah satu dari keluarga mereka, agar mereka tahu bahwa kamu tidak berniat untuk mengambil kedudukan mereka. Jika tidak, maka mereka semua akan memberontak melawan kamu dan menentang madzhabmu. Dan orang awam akan keluar melawanmu dan memandangmu dengan mata mereka, dan kamu akan menjadi orang yang dicela di mata mereka dengan tanpa faedah.
 
[Ibnu Nujaim, Al-Asybah wa an-Nadzoir li Ibni Nujaim, halaman 370]

* Dokumentasi Grup Forum Kajian Ilmiah (FKI) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngaji Manhajut Tafsir (11): Pembakaran Mushaf pada Masa Khalifah Usman dan Alasan Yang Melatarbelakanginya

Pembakaran Mushaf pada Masa Utsman: Upaya Menjaga Persatuan dan Keaslian Al-Qur'an Salah satu peristiwa penting dalam sejar...