Jumat, 20 Maret 2026

Memahami Perbedaan Penetapan Hari Raya: Antara Isbat, Hilal, dan Hisab

Memahami Perbedaan Penetapan Hari Raya: Antara Isbat, Hilal, dan Hisab

Di akhir Ramadhan ini obrolan mengenai "kapan Lebaran?" atau "kamu hari raya kapan?" selalu menjadi topik hangat di tengah masyarakat Indonesia. 

Hal ini karena perbedaan metode dalam menentukan tanggal 1 Syawal sehingga menjadikan perayaan hari raya dilakukan di hari yang berbeda. Kenapa hal itu bisa terjadi? mari kita bedah singkat bagaimana proses ini berjalan.

Sidang Isbat Pemerintah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menetapkan hari raya melalui Sidang Isbat. Sidang ini menjadi wadah musyawarah yang mempertemukan berbagai ormas Islam, ahli astronomi, dan lembaga terkait. Keputusan Isbat diambil setelah menggabungkan data perhitungan teknis dan laporan lapangan.

Standar Hilal 3 Derajat (Nahdlatul Ulama & MABIMS)

Bagi Nahdlatul Ulama (NU), penetapan hari raya wajib didasarkan pada Rukyatul Hilal atau pengamatan langsung di lapangan. Merujuk pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dianggap sah terlihat jika posisinya minimal berada di ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Jika posisi hilal masih di bawah itu, maka bulan berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Hal ini berdasarkan hadis:

صوموا لرؤيتِه وأفطروا لرؤيتِه

“Berpuasalah kalian karena melihatnya, dan berbukalah kalian karena melihatnya” (HR: Bukhari, 1907}
 
Metode Hisab

Di sisi lain, ada sebagian masyarakat dan ormas yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini mengandalkan perhitungan matematis dan astronomis tanpa harus menunggu verifikasi mata telanjang di lapangan. 

Bagi pemercaya metode ini, jika hitungan menunjukkan bulan baru sudah "wujud" (terbentuk), maka esok hari sudah dinyatakan sebagai hari raya.

Kesimpulan

Meski metodenya berbeda, tujuannya tetap sama. Yang terpenting adalah menjaga rasa saling menghormati antarumat agar suasana hari kemenangan tetap terjaga dalam bingkai ukhuwah dan persatuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Perbedaan Penetapan Hari Raya: Antara Isbat, Hilal, dan Hisab

Memahami Perbedaan Penetapan Hari Raya: Antara Isbat, Hilal, dan Hisab Di akhir Ramadhan ini obrolan mengenai "kapan Lebara...