Selasa, 05 Maret 2024

Jangan Pernah Menolak Orang yang meminta-minta

 


اسُوا الْفقراء بشيء من أموالكم، لا تردوا سائلاً وأنتم تقدرون أن تعطوه شيئاً، قليلاً كان أو كثيراً. 

Hiburlah orang-orang faqir dengan sebagian harta-harta mu, Jangan menolak seorang pengemis ketika kamu bisa memberinya sesuatu, baik itu sedikit maupun banyak.

كتاب: مواعظ الشيخ عبد القادر الجيلاني ص ٤٥


baca juga

Nisfu Sya'ban dan Pengertiannya

Jangan Mau ditipu setan



Senin, 04 Maret 2024

100 CARA MENJADI GURU SUKSES






*A. Yakinlah*

1. Proses menjadi guru yang profesional diawali dengan sikap yang mantap, yakin keyakinan.
Keyakinan terhadap profesi Anda adalah kunci kesuksesan.
2. Yakinlah ada hakim di balik profesi anda. Ada hal-hal tersembunyi, ada dunia yang indah, ada cinta yang menyala, ada masa depan yang menjanjikan, dan ada jinjiTuhan yang pasti.
3. Jangan ragukan lagi bahwa profesi Anda adalah penting. Jika pemadam kebakaran atau dokter dapat membantu menyelamatkan jiwa seseorang, maka Anda pun dapat membangun peradaban. Bukankah guru juga seorang pahlawan?
4. Jangan gunakan kata "hanya" untuk menyebutkan profesi Anda. Jika Anda tidak menghargai profesi Anda, siapa lagi yang akan menghargainya?
5. Syukuri dan nikmatilah profesi Anda. Sikap ini merupakan sumber energi besar untuk menjalani profesi Anda.

*B. Memulai Pembelajaran*

6. Rancanglah pembelajaran Anda sebaik mungkin sehingga memudahkan Anda melaksanakanya. Tuliskan dengan jelas dan rinci apa yang akan siswa dan Anda lakukan dalam pembelajaran.
7. Tetapkan indikator pencapaian pembelajaran di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Anda secara operasional dan jelas. Tetapkan pula meode dan media pembelajaranyang akan Anda gunakan serta uraikan penggunaanya.
8. Milikilah dokumen-dokumen penting, seperti kurikulum, silabis, dan sistem penilaian yang mendukung tugas profesional Anda.
9. Kuasai materi jauh lebih banyak dari yang Anda ajarkan, Bersiaplah untuk membelajarkan siswa yang berkemampuan lebih selain siswa yang lambat.
10. Mulailah mempelajari dengan tepat waktu. Ucapkan salam dan tanyakan kondisi siswa agar suasana lebih hangat dan tidak kaku. Sebarkanlah pandangan ke seluruh siswa sehingga mereka merasa diperhatian keberadaanya.
11. Sadarkan siswa akan manfaat pembelajaran yang akan mereka ikuti dengan mengaikannya dengan masalah nyata atau materi yanh telah siswa ketahui.
12. Pastikan siswa telaj menguasai materi prasyarat dengan memberikan pertanyaan lisan atau tes tertulis singkat  di awal pembelajaran.
13. Berikan gambaran siswa tentang kopetensi yang harus mereka kuasai, kegiatan pembelajarn yang akan mereka lakukan, dan tugas-tugas yang akan mereka kerjakan.
14. Sesekali tanyakan kepada siswa, pembelajaran sepertiu apa yang mereka kehendaki, agar mereka akan merasa dilibatkan dalam pembelajaran.

*C. Menggunakan Metode Pmbelajaran*

15. Setiap siswa memiliki tipe dan gaya belajar sendiri. Gunakam metode pembelajaran yang sesuai dengan kompeensi, materi, karakteristik siswa, dan kondisi kelas Anda.
16. Cara menghafal yang paling baik aalah dengan memahami. Meminta siswa untuk menghafal tanpa memahaminya merupakan perbuatan sia-sia dan mungkin juga kejam.
17. Pembelajaran tidak di masukan sebagai proses mentrasfer ilmu, melainkan sebagai usaha guru untuk membantu siswa membangun pengetahuannya. Kembangkanlah suasana pembelajaran yang mungkin siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.
18. Terapkan pembelajaran yang membiasakan siswa untuk memecahkan masalah, menginterprestasikan data, memahami isu, atau mengekspresikan pendapat dengan alasan yang tepat. Hal yang demikian diyakini dapat mengembangkan keterampilan siswa untuk berfikir logis dan krisis.
19. Lakukan pembelajaran yang menyeimbangkan aktivitas memtal dan fisik siswa.
20. Lakukan aktivitas pembelajaran yang bervariasi. Jika perlu berikan humor atau permainan edukatif. Gunakan sumber belajar yang bervariasi guna lebih memperkaya pengalaman belajar siswa.
21. Berikan penekanan pada konsep-konsep penting dengan sedikit meninggalkan intensitas suara ketika menyabutkanya, memberikan isyarat, memberikan ilustrasi gambar, atau dengan mengulanginya.
22. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mencerna penjelasan Anda dengan memberikan waktu jeda atau hening sejenak di sela-sela penjelasan Anda.
23. Sikap diam siswa kadang bukan pertanda bahwa mereka telah memahami materi pelajaran. Berikan pertanyaan atau tugas singkat guna memastikan bahwa mereka memang betul-betul menguasainya.
24. Jangan berharap siswa dapat mengerjakan tugas yang Anda berikan dengan baik, jika Anda tak pernah menjelaskan cara mengerjakanya.
25. Jawaban yang benar hanya diperoleh dari pertanyaan yang tepat. Ajukan pertanyaan dengan jelas, tepat, dan tidak terlalu panjang sehingga muda dipahami siswa.
26. Berikan pertanyaan atau tugas ke seluruh siswa sebelum menunjuk salah satu siswa untuk menjawab atau mengerjakannya. Janagan lupa, berikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir sebelum mereka menjawabnya.
27. Jangan selalu meminta atau memanggil siswa untuk mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan berdasarkan urutan daftar hadir atau sesuai urutan tempat duduk mereka. Pastikan bahwa semua siswa selalu siap mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan Anda setiap saat.
28. Jika siswa tidaj segera menjawab pertanyaan Anda, berikan pertanyaan-pertanyaan menuntun, atau ungkapan kembali pertanyaan Anda dengan kelimat yang lebih sederhana.
29. Dengarkan pertanyaan atau pendapat siswa dengan baik. Hindari menanggapinya dengan sinis. Mintalah siswa lain untuk juga mendengarkan dan beri kesempatan kepada mereka untuk menganggapinya sebelum anda berikan jawaban atau penjelasan.
30. Jika pertanyaan atau pendapat siswa tidak sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, jawablah dengan singkat dan sampaikan bahwa hal itu dibahas pada pertemuan lain atau beritahu da mana siswa dapat memperoleh jawabanya.
31. Jika pertanyaan siswa terkait dengan arti kata atau kalimat bahasa asing, janganlah dijawab dengan sekedar menterjemahkannya, tapi berikan juga contoh, gambar, peragaan, atau model.
32. Rancanglah pembelajaran yang dapat membelajarkan nilai-nilai edukatif sehingga dapat membantu siswa memiliki kepribadian yang baik.
33. Terapkan pembelajaran yang meneknkan pentingnya kebersamaan dan menghargai perbedaan. Sadarkan pula bahwalebih banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan kerjasama daripada berkompetisi.
34. Sesekali, jangan biarkan siswa membentuk kelompok belajar mereka sendiri. Atur ulang keanggotaan kelompok belajar dengan memperhatikan keberadaan siswa. Yakni bahwa mereka juga membutuh-kan pengalaman kerja sama dalam keberagaman.
35. Bicara berlebihan tidak identik dengan pembelajaran yang baik. Sedikitlah bicara dan benyaklah mendengarkan pertanyaan atau penda-pat siswa. Penjelasan singkat sering lebih efektif.

*D. Menggunakan Media Pembelajaran*

36. Ada kalanya konsep atau materi begitu abstrak bagi siswa. Buatlah ia konkret dengan menggunakan peraga atau media yang sesuai.
37. Kebaikan suatu media pembelajaran tidak terletak pada kecanggihanya, melainkan pada kesesu-aiannya dengan kompetensi, materi, metode pembelajaran, serta karakteristik siswa.
38. Benda-benda konkret sederhana di kelas atau yang dapat di temukan di lingkungan sekitar mungkin lebih efektif untuk membelajarkan suatu konsep. Namun memang terdapat konsep-konsep tertentu yang kompleks akan lebih mudah dipahami jika menggunakan program-program komputer tertntu yang canggih.
39. Jika akan menggunakan Over Hesd Projector (OHP),  siapkan terlebih dahulu trensparasi dengan tulisan atau gambar yang jelas. Letakkan terlebih dahulu transparansi sebelum OHP dihidupkan. Atue fokus dan bacalah tulidan yang ada di transparansi. Matikan OHP jika akan mengganti transparansi atau bila akan memberikan penjelasan yang panjang.
40. Sebelum Anda memulai pembelajaran, pastikan bahwa papan tulis dalam keadaan bersih. Tulislah hal-hal yang penting dengan jelas dan rapi.
41. Jika papan tulis terlalu lebar, bagilah menjadi dua bagian. Mulailah menulis dari kiri atas dan teruskanlah  ke sebelah kanannya. Sesekali berjalanlah ke begian belakang kelas untuk memastikan bahwa tulisan Anda dapat di baca seluruh siswa. Pastikn papan tulis dalam keadaan bersih sebelum Anda meninggalkan kelas.

*E. Menghargai Siswa*

42. Hargai dan mengertilah siswa jika anda ingin dihargai, dihormati, dan dimengerti oleh mereka.
43. Janganlah ragu dan menunda untukmenberikan pujian atau hadiah kepada siswa sebagai imbangan atas prestasi mereka. Berikan teguran atau hukuman yang mendidik terhadap perilaku yang kurang sesuai. Acungan jumpol, anggukan kepala, sorot mata, atau ucapan Anda dapat untuk mengekspresikannya.
44. Seimbangkanlah antara memuji dan mengkritik siswa. Pujilah siswa secara terbuka namun kritiklah mereka secara individual. Hindari memberikan pujian yang berlebihan. Siswa lebih memerlukan umpan balik yang jujur dan realistis.
45. Segera lupakan kesalahan dan kegagalan siswa. Maafkan mereka. Hindari memvonis siswa berdasarkan kesalahan yang pernah mereka lakukan. Guru yang baik selalu memberikan kesempatan lagi bagi siswa yang belum berhasil.
46. Bersikaplah realistis dan bijaksana terhadap pekerjaan rumah yang Anda berikan kepada siswa. Hindari pemberian pekerjaan rumah yang berlebihan. Siswa mempunyai aktivitas pribadi lain yang juga pentimg : beribadah, berolahraga, melakukan hobi, dan kegiatan keluarga lainya.

*F. Menilai Hasil Belajar*

47. Siswa berhak segera mengetahui seberapa jauh mereka menguasai kompetensi yang talah di tentukan.Sampaikan sesegera mungki kepada siswa hasil belajar mereka.
48. Hendaknya tidak hanya menggunakan hasil tes tertulis untuk menyimpulkan kemampuan siswa. Mungkin, siswa mempunyai kemampuan yang lebih daripada yang ditunjukan oleh hasil tes tersebut. Gunakan metode penilaian yang sesuai dan bervariasi, seperti penilaian kinerja, observasi sistematik, penilaian portfolio, dan sebagainya, sehingga dapat menggambarkan kemampuan siswa secara menyeluruh.
49. Selain untuk menilai kemampuan siswa, gunakan hasil tes untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan mengidentifikasi bagian materi yang siswa masih memerlukan bantuan atau remidi. Perlu diingat, hasil tes tidak digunakan untuk menghukum, memvonis, atau memperma-likan siswa.
50. Hendaknya tidak mengatakan kepada siswa tentang kegagalan mereka tanpa memberitahukanya di mana dan bagaimana mereka dapat memperbaiki atau memperoleh bantuan untuk memperbaiki.
51. Dorong siswa untuk mengungkapkan pengalaman belajarnya, juga mengungkapkan apa yang sudah dan belum mereka ketahui. Hal ini merupakan cara baik bagi siswa untuk menyatakan perasaanya, mengekspresikan kreativitasnya, dan mempraktikkan kemampuan menilis.

*G. Menciptakan Interaksi Yang Harmanis*

52. Sediakan waktu untuk memberikan bantuan secara individual kepada siswa jika mereka memang memerlukannya.
53. Jelaskan posisi Anda terhadap isu-isu penting yang mungkin dihadapi siswa, seperti penyalahgu-naan narkoba, kekerasan, dan sebagainya. Siswa memerlukan Anda sebagai pembimbingnya.
54. Sesekali ceritakan kehidupan harmonis keluarga Anda atau orang lain. Hal ini dapat menyadarkan mereka bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat diusahakan dan dimiliki siapapun.
55. Tekankan kepada siswa akan pentignya pembelajran sepanjang hayat. Sadari bahwa tidak semua siswa dapat menjalankan sekolah. Namun, yang pasti mereka harus mencapai kesuksesan. Salah satu kunci kesuksesan adalah dengan belajar sepanjang hayat.
56. Biarkan siswa melihat bagaimana Anda melakukan aktifitas belajar, membaca, dan bekerja keras. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk membelajarkan hal serupa.
57. Janganlah berputus asa terhadap kenakalan siswa. Sedikit kenakalan, kadang merupakan pertanda kreativitas. Berpikirlah bahwa tidak sedikit orang dewasa yang sukses adalah mereka yang dulunya nakal di sekolah.
58. Sadari bahwa boleh jadi siswa yang paling menjengkelkan Anda, adalah siswa yang paling  memerlukan bimbingan Anda.
59. Berhati-hatilah dengan pandangan mata Anda.Memang, pandangan mata tidak dapat membunuh, tetapi sangat mungkin dapat membuat nyuri dan menyakitkan siswa.
60. Perhatikan bahasa tubuh Anda. Sikap tubuk dan ekspresi mimik sering memiliki makna lebih daripada kata-kata.
61. Sesekali terlihatlah dalam aktivitas siswa di luar kelas. Hal ini merupakan cara yang baik untuk membangun hubungan yang positif dengan siswa.
62. Jagalah kata-kata Anda. Jangan pernah berkompromi dengan ketidakjujuran. Jangan pernah menjalankan sesuatu yang tidak mungkain Anda tepati. Jika siswa tidak mempercayai gurunya, siapa lagi yang dapat mereka percayai?
63. Jika Anda tidak segera mengharapkan kesempurnaan pada diri siswa., niscaya mereka tidak akan mengecewakan Anda.
64. Jangan berfikir bahwa Anda mampu menyelesaikan semua masalah siswa. Acapkali siswa memang memerlukan bantuan ahli. Kenalilah keterbatasan Anda.

*H. Mengelola Kelas*

65. Amatilah siswa ketika masuk dan meninggalkan kelas Anda.Wajah mereka akan mengatakan banyak pada Anda tentang pembelajaran yang Anda lakukan.
66. Sesekali aturlah tempat duduk siswa sehingga mudah Anda untuk berinteraksi dengan mereka.
67. Berdiri di belakang meja bukanlah posisi terbaik. Bangkit, bekati, dan bimbinglah siswa. Mereka memerlulan kedekatan dan bimbingan Anda.
68. Sesekali biarkan sedikit kegaduhan terjadi di kelas. Kadang ini merupakan tanda bahwa siswa berfikir dan terlibat dalam pembelajaran.
69. Buatlah kesepakatan dengan siswa tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan di kelas serta konsekuensinya. Ini merupakan salah satu pendekatan Anda dalam mengelola kelas.
70. Jika ada siswa yang mengobrol saat anda menjeleskan, berhenti berbicara.Pandanglah mereka, panggil namanya, beri pertanyaan, atau minta mereka untuk berpendapat.
71. Hadapilah siswa yang nakal dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan perhatian.Hafalkanlah namanya. Gunakan namanya sebagai conyoh kalimat atau  suatu kasus yang baik. Mintalah untuk membaca teks, atau mengerjakan tugas di papan tulis. Jangan lupa bimbinglah mereka.
72. Jangan banyak membuang tenaga dengan marah. Marah memeng mudah dilakukan. Tetapi marah pada saat yang tepat, pada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, dan alasan yang tepat tidak mudah dan perlu dipelajari.

*I. Mengembangkan Diri*

73. Siswa memerlukan Anda dalam tampilan terbaik. Kenakan pakaian yang bersih, rapi, dan tidak ketat sehingga tidak mengganggu penampilan/gerak Anda serta nyaman dipakai dan dilihat. Pakailah sepatu tertutup (bukan sepatu sendal) yang sesuai dan nyaman bagi kaki anda.
74. Penampilan yang baik menjadikan Anda merasa lebih segar dan percaya diri. Anda harus merasa baik dan nyaman tentang diri Anda sebelum Anda berusaha berusaha membangun kepercayaan diri siswa.
75. Gunakan rias wajah secukupnya sehingga tidak mengganggu perhatian iswa. Gunakan pula parfum seperlunya untuk menambah keyakinan diri.
76. Ketahui dan taatilah kode etik profesi Anda. Pelajari juga segala peraturan/perundang-undangan yang mengatur hak dan kewajiban Anda.
77. Ketahui dan taatilah segala ketentuan atau tata tertib sekolah Anda. Ajak dan doronglah siswa untuk menaatinya juga.
78. Luaskan wilayah pergaulan Anda. Bergabunglah dengan asosiasi profesi Anda. Kembangkan interaksi dengan orang lain dari berbagai latar belakang sosial. Hal ini akan membuka diri Anda dan memperkaya pengalaman dan pelajaran anda.
79. Jangan malu dan sungkan untuk meniru keberhasilan guru lain. Temukan cara bagaimana mereka melakukan hal itu.
80. Kembangkalah prinsip belajar sepanjang hayat. Guru yang baik juga pembelajar yang baik. Belajarlah hal-hal baru setiap hari yang akan memberikan hal-hal baru dan tantangan yang lebih.
81. Banyaklah membaca buku yang dapat meneguhkan kemampuan pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial Anda sebagai guru. Sediakanlah waktu sedikitnya 15 menit untuk memikirkan dan mendapatkan bacaan Anda.
82. Kuasailah teknologi terbaru. Belajarlah kepada orang lain jika memang perlu. Jangan biarkan siswa menganggap Anda ketinggalan zaman.
83. Sediakanlah waktu untuk mengevaluasi dan merefleksi diri. Jika perlu, temukan suatu tempat dimana Anda dapat menikmati kesendirian Anda. Kadang, kesunyian adalah obat yang mujarab bagi segala kepenatan.
84. Ingat kembali alasan mengapa Anda menjadi guru. Hal ini akan memperbaharui komitmen Anda. Alasan-alasan seperti mencintai anak atau keinginan untuk membantu sesama, masih relevan untuk diingat guna memperbaharui semangat Anda.
85. Ingat kembali hal yang menyenangkan Anda ketika menjadi siswa. Terapkanlah juga hal ini pada pembelajaran Anda. Perspektif ini akan mengubah cara Anda mengajar.
86. Jangan sia-siakan waktu Anda untuk mengatakan kepada orang bagaimana baiknya Anda mengajar. Biarkan siswa yang mengatakan hal itu berdasarkan pengalamanya.
87. Tanyaka kepada diri Anda, jika pembelajaran Anda kurang menyenangkan bagi siswa atau jika siswa mengalami kebingungan dalam memahami materi pelajaran, boleh jadi Anda penyebabnya.
88. Anda tidak harus lebih cerdas daripada siswa Anda. Tetapi yang pasti, Anda harus lebih dewasa dari mereka.
89. Berpikirlah tentang orang-orang atau guru-guru Anda yang dapat memberikan inspirasi. Anda tidak dapat menjadi seperti mereka, tetapi Anda dapat menemukan cara bagaimana menjdi lebih daripada mereka. Jadilah diri anda sendiri.
90. Jangan terlalu sedih terhadap apa yang dikatakan siswa tentang diri anda. Lebih sedihlah jika mereka tidak pernah berkata apapun tentang diri Anda, itu berarti kehadiran Anda sama sekali tak berarti bagi mereka.
91. Ingat, bahwa Anda tidak harus mencoba menjadi lebih muda daripada umur Anda agar dapat mengajar siswa Anda. Mereka akan menerima anda berapa pun usia Anda jika Anda memberikan apa yang mereka perlukan.
92. Pikirkanlah tentang prestasi besar yang mungkin dapat Anda capai. Anda tidak dapat mencapai suatu prestasi besar jika prestasi itu tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.
93. Tinjau ulangi visi, misi, dan tujuan hidup Anda. Orang yang paling gagal adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan tidak tahu ingin menjadi apa ia sebenarnya.
94. Anda hanya akan dapat berkonsentrasi menjalani profesi anda jika kondisi spiritual Anda tenang. Setiap gerak, keinginan, cara berfikir, dan sikap Anda akan mudah terpengaruh oleh nuansa spiritual Anda. Tingkatkan stamina spiritual Anda dengan melakukan ibadah rutin yang dapat menenteramkan jiwa Anda.
95. Ingatlah selalu pembelajaran terbaik yang pernah Anda lakukan. Pikirkanlah, bagaimana hal itu dapat terjadi lagi.
96. Terimalah kegagalan Anda juga kegagalan siswa Anda. Belajarlah dari hal ini dan majulah.
97. Pelajarilah karya sastra. Hargai musik dan seni.Hal ini dapat menghaluskan jiwa, meningkatkan kearifan Anda dan meningkatkan kualitas pembelajaran Anda.
98. Jagalah kesehatan dan kebugaran fisik Anda. Siswa slalu mempunyai banyak Energi untuk beraktifitas. Sebaiknya anda juga.
99. Lakukan kebiasaan yang memberdayakan fisik Anda. Bangun pagi dan berolahragalah secara rutin. Kembangkan keterampilan fisik tertentu (hobi) yang dapat membuat Anda lebih Rileks. Kesenangan yang dilakukan secara wajar dapat memberikan relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
100. Lakukan kebiasaan yang mendukun perubahan emosi kebiasaan yang mendukung perubahan emosi Anda. *Kembangkan, perbaiki, dan rawatlah hubungan positif Anda dengan orang lain. Pelajarilah keterampilan empatik dan kepekaan emosi*

Qodo Ramadan mepet



Pertanyaan:

Apa masih boleh mengqodo' puasa bulan ini? Katanya klu tinggal 10 hari puasa udah ga boleh ya? 

Jawab
Boleh, bahkan bisa wajib kalau waktunya mepet

والنصف الثاني من شعبان - الى قوله- (الا ان يصله بما قبله او يصومه لسبب) كقضاء وموافقة عادة فلا تحرم بل تجب او تسن

تحفة الطلاب شرح تحرير تنقيح اللباب ٥١

Minggu, 03 Maret 2024

Biografi Syeikh Abul Fadhol As senory At tubany




Senori, salah satu Kota Kecamatan di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Namanya harum seharum nama ulama guru para ulama Indonesia. KH. Abul Fadlol As-Senory At-Tubany. Meski beliau sudah wafat, namanya tidak bisa hilang dari ingatan semua orang. Bahkan berkat beliau, nama Senori juga ikut harum. 

Kiai Fadlol memang fenomenal, kisahnya dari kecil hingga besar sebagaimana yang dituturkan oleh putra pertamanya, KH. Abdul Jalil selalu menarik untuk disimak dan disuritauladani.

Sejak kecil mBah Ddlol -begitu beliau dipanggil- sudah menampakkan keanehannya dibanding dengan anak seusianya. 

Nakalnya luar biasa tapi kecerdasan dan keberaniannya juga di atas rata-rata. Setiap ada tamu yang sowan pada abah beliau Kiai Abdusy Syakur, wedang yang disuguhkan pasti akan dicicipi dulu. Bak seorang guru yang memberi barokah pada santrinya. 



Beliau suka bermain di markas belanda yang ada di depan rumahnya. Dengan gayeng beliau bisa bercengkrama dengan para londo totok. Tak heran bila beliau sudah mampu berbahasa Belanda dengan fasih.

Di saat usia baru 9 tahun sudah hafal al Qur'an dalam waktu dua bulan. Padahal rata-rata orang menghapal al Qur' an itu butuh waktu 3 sampai 4 tahun. 

15 juz yang awal ditempuh dalam satu bulan setiap satu juz dibaca 3 kali dalam satu jalsah dan langsung hapal dan 15 juz yang akhir juga ditempuh satu bulan dengan metode setengah juz di baca 3 kali dan langsung hapal.

Beliau ketika kecil sering nguping saat abahnya mbalah kitab bersama santri-santri. Bila sang abah sudah selesai, gantian beliau yang membaca kitab yang sama sambil menerangkan isinya persis seperti keterangan abahnya. 

Beliau mengaji hanya kepada abahnya, KH Abdusy Syakur dan kepada Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy'ariTebuIreng Jombang. Itu pun hanya ditempuh selama tujuh bulan.

Pada saat khatam ngaji Jurumiyyah, beliau bisa baca Taqrib dan Fathul Mu'in. Sewaktu khatam Kafrawi, beliau bisa baca Fathul Wahab. Dan ketika khatam Alfiah di saat usianya baru 11 tahun beliau sudah bisa ngajar sekaligus menulis kitab. Ketika khatam Uqudul Juman, gaya dan tata bahasa karangan beliau menjadi penuh warna dan bernilai sastra tinggi. 

Metode yang digunakan dalam mengajar santri-santrinya adalah sorogan dengan satu judul kitab sampai khatam, baru setelah itu ganti kitab lain. Hal ini bertujuan agar benar-benar bisa difaham dan meresap dalam dada. 
Menurut beliau al ilmu fir ro'si laa fil karrosi (Ilmu itu ada di kepala bukan dilampiran kitab).

Kediaman Syech Fadhol: Konon di rumah ini Kiai Faqih Langitan, Kiai Hasyim Muzadi, dan Kiai semasanya mengaji pada Syech Fadhol

Bila jam menunjuk pukul satu malam, beliau bangun untuk melakukan qiyamullail sampai pagi. Malam-malam yang sepi dan sunyi itu diisi dengan dzikir pada sang kholiq.

Sayup-sayup terdengar lantunan dzikir dan bacaan al Qur' an dari kamar pribadinya. Ketika menjelang subuh, dzikir itu ditutup dengan bacaan hizib Saifi Mughni, hizib Nashor, dan hizib Bahr.

Dalam sebulan beliau bisa khatam al Qu'an sebanyak 60 kali. Sedangkan dalam menambah keilmuan, setiap 10 hari bisa khatam satu kitab besar. Itupun dalam keadaan setengah hapal isinya. 

Hal ini terbukti bila ada persoalan, beliau mampu menunjukkan jawaban disertai ta'birnya. Bagi beliau seakan-akan tidak ada masalah yang musykil apalagi mauquf. 

Sehingga KH. Maimun, Pengasuh PP. Al Anwar Sarang menjulukinya dengan "Sang Kamus Berjalan". Bila melakukan sholat selalu di awal waktu. Dalam memberi maui'dzoh atau khutbah, beliau bersikap serius namun mengena dan menyentuh perasaan. Sehingga para pendengarnya dibuat hening dan tak jarang menagis tersedu-sedu karena terbawa perasaan.

Kendati demikian, Mbah Dhol juga manusia biasa, punya anak dan keluarga yang butuh untuk di nafaqohi. Oleh sebab itu beliau juga bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Berbagai pekerjaan yang pernah dilakukaan dan dijalaninya antara lain: jadi buruh jahit, penjahit, bahkan jualan benang. 

Ada cerita menarik ketika beliau jualan benang. Dari daerah Kerek Tuban sampai Sedan Rembang beliau tempuh dengan jalan kaki sambil memikul benangnya. Sebuah jarak yang sangat jauh dengan beban di punggung yang tidak ringan.

Selain itu beliau juga pernah jualan kain, membuka toko, reparasi sepeda pancal dan sepeda motor, membuat barang-barang elektronik, meski beliau tidak pernah belajar elektro sama sekali. Beliau juga pernah menjadi bos becak, mendirikan pabrik rokok dan lain sebagainya.

Yang mengherankan, setiap usahanya berkembang pesat, seketika itu juga dihentikan dan ganti pekerjaan lain yang dimulai dari nol lagi. Hal ini semakin menguatkan keyakinan banyak orang bahwa beliau adalah sosok kyai yang zuhud. Tujuannya bekerja hanyalah ibadah dan sekadar menuruti perintah Allah SWT semata, bukan untuk mencari harta. 

Dengan memulai dari nol lagi tentu banyak kesulitan yang dihadapi, semakin banyak kesulitan, kian banyak pahala yang kan didulang, al ajru biqodri ta'ab, "pahala tergantung dari nilai kepayahannya."

Jadi menurut beliau segala sesuatu mesti diniati ibadah bahkan sampai dalam memberi nafaqoh istrinya pun tidak lepas dari dimensi ibadah. 

Beliau dalam memberi nafaqoh harian pada istrinya tidak memberikannya sekaligus sehari, tapi nafaqoh pagi di berikan pada waktu pagi, nafaqoh siang di berikan di siang hari dan nafaqoh sore diberikan sore.

Ketika hal itu di tanyakan, jawab beliau "agar banyak niatnya sehingga banyak pula pahalanya".

Dalam keseharian beliau sanngat sederhana dan bersahaja, saking sederhananya ketika ta'ziah dalam wafatnya KH. Zuber Sarang beliau sempat dicueki atau tidak dihormati oleh orang karena songkok hitam yang dipakai tidak lagi hitam tapi telah berubah warna menjadi merah. Baju yang di kenakan lusuh, hingga orang acuh memandangnya. 

Orang-orang baru tahu kalau itu adalah Mbah Dlol yang sangat terkenal itu. Setelah tanpa sengaja mBah Maimun Zuber memergokinya di tengah jalan. Karuan saja KH. Maimun langsung menciumi tangan beliau dan menempatkannya pada tempat yang layak.

Makam Syech Fadhol: sesederhana masa hidupnya yang bersahaja

Puluhan karya tulis yang telah beliau hasilkan. Beliau sudah menulis sejak masih remaja. Hanya yang patut disayangkan adalah karya tulisnya banyak yang tidak bisa dimanfaatkan sebab sebagaian ada yang terkena banjir tatkala banjir besar tahun 1971 melanda Tuban dan yang sebagaian lagi dibawa oleh murid-muridnya yang tersebar di mana-mana, sehingga sulit untuk melacaknya sekarang. 

Beliau dalam mengajar santrinya selalu mengarangkan materi pelajarannya baik yang berbentuk nastar maupun nadzom, setelah selesai, kitab karangannya diberikan pada muridnya yang mengaji.

Di antara karangan beliau yang sudah beredar adalah:
1. Tashilul Masalik Syarah Alfiah Ibnu Malik
2. Kasfyfuttabarih fi sholatittaroweh
3. Ahli Musamaroh fi Bayani Auli'il Asyroh
4. Durrul Farid fil limit tauhid

Dan beberapa karangan yang belum selesai seperti nadzom Bahjatul Hawi, Nadzom Jam'ul Jawami'. (Asnawi/Sis Maula)

Disadur dari MAJALAH KAKILANGIT ed 8 th 2 2004
________________
sumber:
elnova.blogspot
angkringbanyon.blogspot
anjangsanasantri.blogspot

Seputar tepuk tangan



Bagaimanakah hukumnya bertepuk tangan ?

Jawaban
Diperinci:
a. Ketika dalam keadaan sholat (baik bagi laki-laki maupun perempuan guna mengingatkan imamnya ketika salah), maka boleh. Namun jika diniati bermain-main, maka harom bahkan bisa membatalkan sholat.

Nb. Perakteknya dengan menepukan telapak tangan bagian dalam tangan kanan ke telapak tangan bagian luar tangan kiri, jika dengan bagian dalam telapak tangan kanan dan kiri maka harom didalam sholat.

b. Ketika tidak dalam keadaan sholat :
– Jika tanpa adanya hajat (bermain-main), maka makruh menurut pendapat imam ibnu hajar dan harom menurut imam romli.
– Jika ada hajat seperti: untuk memanggil orang dari jauh, untuk seorang wanita menghibur anaknya, untuk penyemangat ketika berdzikir dan bagi pengajar (mudarris) ketika dibutuhkan bertepuk tangan, maka boleh.

Referensi

حاشية الباجوري على فتح القريب للعلامة إبراهيم الباجوري١/٣٣٤

وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت) بضرب بطن اليمين على ظهر الشمال ، فلو ضربت بطنا ببطن بقصد اللعب ولو قليلا مع علم التحريم بطلت صلاتها، والخنثى كالمرأة. قوله (وإذا نابها) أي أصابها ولم يفسره الشارح لعلمه لماتقدم. وقوله شيء أي مباحا كان أو مندوبا أو واجبا أو حراما أو مكروها كما مر. قوله (صفقت) أي وإن كان خالية عن الرجال الأجانب على المعتمد لأنه وظيفتها خلافا للزركشي ومن تبعه حيث قال إنها تسبح حينئذ ولا يضر التصفيق وإن كثر وتوالى حيث كان بقدر الحاجة، وكذا لو صفق الرجل فإنه لا يضر وإن كثر وتوالى، والفرق بينه وبين دفع المار وإنقاذ نحو الغريق أن الفعل هنا خفيف فأشبه تحريك الأصابع في سبحة أو لنحو جرب بخلاف في ذينك ولا تبطل الصلاة بالتصفيق، ولو بقصد الإعلام ولو من الرجل على المعتمد بخلاف التسبيح بقصد الإعلام فإنه يبطل الصلاة. والفرق أن التسبيح لفظ يصلح لقصد الذكر والتصفيق فعل لا يصلح له. واختلف في التصفيق خارج الصلاة، ففيل يحرم بقصد اللعب، ويكره بلا قصد اللعب، وهذا هو المعتمد عند الرملي. وقيل يكره ولو بقصد اللعب وإن كان فيه نوع طرب، وهذا هو المعتمد عند ابن حجر في شرح الإرشاد. وقيل يحرم إن قصد به التشبه بالنساء لأنه من وظيفتهن، وإلا كره.

وهذا كله فيما إذا لم يحتج إليه، فإن احتيج إليه لتهييج الذكر كما يفعله الفقراء أو لضبط الأنغام كما يفعله الفقهاء في الليالي أو لتدريس كما يفعله المدرسون في الدرس لم يحرم بل ربما كان مطلوبا. -إلى أن قال- قوله (فلو ضربت بطنا ببطن بقصد اللعب الخ) فلو لو تقصد اللعب لم تبطل صلاتها ويجري ذلك في بقية الكيفيات فمتى قصد اللعب بطلت صلاتها لأن قصد اللعب مناف للصلاة وإنما خص ذلك بما ذكر لأن شأنه اللعب ليجريان العادة به، وعبارة الخطيب فإن فعلته على وجه اللعب، ولو ظهرا على الخ فأنت تراه.

الأنصاري، زكريا ,الغرر البهية في شرح البهجة الوردية ,1/356
قَوْلُهُ: مِثْلِ ضَرْبِ الرَّاحَتَيْنِ لِلَّعِبِ) قَالَ حَجَرٌ وَهُوَ مَكْرُوهٌ وَلَوْ لِلَّعِبِ وَكَأَنْ يَضْرِبَ بَطْنًا عَلَى بَطْنٍ وَقَالَ شَيْخُنَا م ر إنَّهُ حَرَامٌ بِقَصْدِ اللَّعِبِ وَكَالتَّصْفِيقِ فِيمَا ذُكِرَ ضَرْبُ الصِّينِيِّ عَلَى بَعْضِهِ أَوْ بِنَحْوِ قَضِيبٍ أَوْ ضَرْبِ خَشَبٍ عَلَى مِثْلِهِ حَيْثُ حَصَلَ بِهِ طَرَبٌ اهـ ق ل عَلَى الْمَحَلِّيّ وَاسْتَظْهَرَ ع ش عَلَى م ر حُرْمَةَ التَّصْفِيقِ الْمُحْتَاجِ إلَيْهِ لِتَحْسِينِ الْإِنْشَادِ وَحِلَّهُ لِمَنْ يُنَادِي إنْسَانًا بَعِيدًا عَنْهُ اهـ فَحَرِّرْهُ.

مجموعة من المؤلفين، الموسوعة الفقهية الكويتية، ٨٢/١٢
التَّصْفِيقُ فِي غَيْرِ الصَّلاَةِ وَالْخُطْبَةِ:
10 – التَّصْفِيقُ فِي غَيْرِ الصَّلاَةِ وَالْخُطْبَةِ جَائِزٌ إِِذَا كَانَ لِحَاجَةٍ مُعْتَبَرَةٍ كَالاِسْتِئْذَانِ وَالتَّنْبِيهِ، أَوْ تَحْسِينِ صِنَاعَةِ الإِِْنْشَادِ، أَوْ مُلاَعَبَةِ النِّسَاءِ لأَِطْفَالِهِنَّ.
أَمَّا إِِذَا كَانَ لِغَيْرِ حَاجَةٍ، فَقَدْ صَرَّحَ بَعْضُ الْفُقَهَاءِ بِحُرْمَتِهِ، وَبَعْضُهُمْ بِكَرَاهَتِهِ. وَقَالُوا: إِنَّهُ مِنَ اللَّهْوِ الْبَاطِل، أَوْ مِنَ التَّشَبُّهِ بِعِبَادَةِ أَهْل الْجَاهِلِيَّةِ عِنْدَ الْبَيْتِ كَمَا قَال تَعَالَى: {وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً} . (2) أَوْ هُوَ مِنَ التَّشَبُّهِ بِالنِّسَاءِ، لِمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ مِنِ اخْتِصَاصِ النِّسَاءِ بِالتَّصْفِيقِ إِِذَا نَابَ الإِِْمَامَ

Sabtu, 02 Maret 2024

Mengakhiri polemik nasab Ba Alawi





*Pendahuluan*

Al-Faqir sudah mengikuti polemik nasab Bani Alawi di medsos dan membaca tulisan Pak Imaduddin Utsman yang menyatakan nasab Banu Alawi kepada Rasulullah Saw adalah palsu dan terputus di seluruh dunia. 


Menurut hemat penulis, klaim tersebut sangat prematur dan menjadi fitnah di masyarakat secara luas dan belum layak disebut sebagai kajian ilmiah, karena masih berupa review sejumlah buku tanpa mempertimbangkan keberadaan sumber lain yang lebih otoritatif dan studi di lapangan, hanya sebelumnya ada tulisan yang serupa dari seorang Wahabi bernama Murod Syukri dari Yordania di pertengahan era tahun 90 an dan sudah dibantah oleh para ulama.

Argumentasi Pak Imaduddin menolak nasab Bani Alawi pada intinya hanya soal tidak tercatat dalam kitab sezamannya. Hal ini tidak ada dasarnya secara ilmu fiqh. Karena syarat penetapan nasab dalam kitab fiqh empat madzhab cukup hanya syuhroh wal istifadloh di mana sudah jelas tertulis dalam berbagai manuskrip, buku , kitab dan diakui oleh masyarakat setempat berdasarkan fenomena yang terjadi di zaman Rosulullah saw, bahwa para Sahabat RA menisbatkan diri mereka kepada kabilah-kabilah dan datuk-datuk mereka, meski demikian Rasulullah Saw tidak menuntut mereka untuk menghadirkan bukti-bukti atas kebenaran nasab
tersebut, Rasulullah menjadikan informasi yang telah populer (Istifadhoh) secara turun temurun tentang keabsahan nasabnya sebagai patokan selama tak ada yang menganulirnya, dan berbagai hukumpun dibangun atas dasar ini. 


*PENETAPAN NASAB DALAM SYARI'AT ISLAM* .

Nabi Muhammad SAW mengakui penetapan nasab hanya berdasarkan pengakuan seseorang dari kabilah apa tanpa menanyakan saksi dan bukti catatan nasab mereka keatasnya, sebagaimana dinyatakan Imam Malik RA :
الناس مؤتمنون على أنسابهم 

"Bahwa Manusia itu dipercaya atas pengakuan nasabnya"

Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menerima dengan baik utusan Bani Abul Qois yg mengaku sebagian cucu klan Robi'ah tanpa bertanya dalil dan saksi nasab nya 

حدثنا علي بن الجعد قال أخبرنا شعبة عن أبي جمرة قال كنت أقعد مع ابن عباس يجلسني على سريره فقال أقم عندي حتى أجعل لك سهما من مالي فأقمت معه شهرين ثم قال إن وفد عبد القيس لما أتوا النبي صلى الله عليه وسلم قال من القوم أو من الوفد قالوا ربيعة قال مرحبا بالقوم أو بالوفد غير خزايا ولا ندامى فقالوا يا رسول الله إنا لا نستطيع أن نأتيك إلا في الشهر الحرام وبيننا وبينك هذا الحي من كفار مضر فمرنا بأمر فصل نخبر به من وراءنا وندخل به الجنة وسألوه عن الأشربة فأمرهم بأربع ونهاهم عن أربع أمرهم بالإيمان بالله وحده قال أتدرون ما الإيمان بالله وحده قالوا الله ورسوله أعلم قال شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصيام رمضان وأن تعطوا من المغنم الخمس ونهاهم عن أربع عن الحنتم والدباء والنقير والمزفت وربما قال المقير وقال احفظوهن وأخبروا بهن من وراءكم

Meskupun antara kedatangan Wafdu (delegasi) keturunan Abdil Qays Bin Afshoh dari negara Bahrain yang merupakan cicit dari Kabilah Rabiah, salah satu pokok kabilah Arab yang bernasab kepada Rabiah bin Nizar bin Adnan , jaraknya mereka ke era Nabi Muhammad SAW adalah hampir 500 tahun. (Lihat kitab Fathul Bari juz 12 hal 184). 

Jika mamakai teori bahwa nas harus dicatat kitab sezamannya, maka Nasab Baginda Nabi Muhammad ‎ﷺ kepada Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim Alahimassalam juga sangat bisa diperdebatkan oleh para Ulama disebabkan tidak adanya referensi manuskrip atau kitab se-kurun yang menyebutkan keberadaan mereka.

Nasab-nasab yang tercatat oleh para Ulama ahli sejarah di masa lalu hanyalah berdasarkan riwayat dari hafalan uang diucapkan lisan ke lisan oleh para tsiqoh dari bangsa Arab, jika ada beberapa nama yang tertulis di kalangan mereka dengan menyebut nasab maksimal hanya empat generasi, tentu banyak sekali nasab yang tidak tercatat oleh mereka. Allah SWT berfirman dalam Alquran yang menyatakan bahwa ada kurun yang hanya diketahui oleh Allah dan tidak diketahui oleh selainNya: 

﴿وَقُرونًا بَينَ ذٰلِكَ كَثيرًا﴾ [الفرقان:38]

﴿أَلَم يَأتِكُم نَبَؤُا۟ الَّذينَ مِن قَبلِكُم قَومِ نوحٍ وَعادٍ وَثَمودَ وَالَّذينَ مِن بَعدِهِم لا يَعلَمُهُم إِلَّا اللَّهُ﴾ [ابراهيم:9]



 
Jika seandainya nasab Rasulullah ‎ﷺ yang bersambung ke Nabi Ibrahim diragukan karena alasan tidak diketahui atau tidak dicatat, maka runtuhlah kebenaran pengakuan kanjeng Nabi Muhammad Saw yang selalu menisbatkan dirinya kepada Nabi Ibrahim seperti contoh dalam Hadits sohih:
‎ولد لي الليلة غلام فسميته باسم أبي إبراهيم
“Tadi malam anakku lahir, maka aku beri nama dia dengan nama ayahku, Ibrahim”.


Begitu juga runtuhlah dalil Alquran yang mengatakan bahwa:
﴿فيهِ ءايٰتٌ بَيِّنٰتٌ مَقامُ إِبرٰهيمَ﴾ [آل عمران:97]
Yakni bahwa Kakbah adalah bangunan Nabi Ibrahim, sebab lagi-lagi tidak ada bukti tertulis manuskrip kuno selain kabar dari mulut ke mulut, dengan fakta sejarah jarak zaman Nabi Muhammad dengan Nabi Ibrahim adalah sekitar 2500 tahun. 

Secara ilmu fiqh telah diatur bahwa cara pengakuan nasab adalah dengan syuhroh wal istifadhoh yakni telah terkenal secara luas dalam masyarakat di sebuah wilayah bahwa si Fulan adalah keturunan si Fulan tanpa ada bantahan dan sanggahan dari ulama yang otoritatif yang dibenarkan secara syariah , sebagaimana disebutkan dalam kitab Mughni Al Muhtaj juz 6 halaman 377, Nihayatul Matlab juz 18 halaman 613, Fathul Bari juz 5 halaman 254, Al Hawi Al Kabir juz 17 halaman 35, Al Mughni Ibnu Qudamah juz 10 halaman 141. 

*FAKTA SEJARAH KITAB HADITS*

Satu abad setelah nabi wafat tidak ada catatan atau manuskrip penulisan hadits dan baru dilakukan di abad setelahnya karena takut tercampur dengan Al-Qur'an. Apakah lalu itu berarti kitab hadits yang di tulis di abad berikutnya adalah palsu dan tidak bisa dibenarkan? 

Penulisan hadis baru dilakukan pada abad ke 2, diabad ke-2 H baru dikenal beberapa orang penghimpun dan penulis hadis. Di antaranya Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij di Makkah, Malik bin Anas atau Imam Malik dan Muhammad bin Ishak di Madinah, ar-Rabi bin Sabih, Sa’id bin Urubah, dan Hammad bin Salamah bin Dinar al-Basri di Basra, Sufyan as-Sauri di Kufah, Ma’mar bin Rasyid di Yaman, Abdur Rahman bin Amr al-Auza’i di Syam (Suriah), Abdullah bin al-Mubarak di Khurasan (Iran), Hasyim bin Basyir di Wasit (Irak), Jarir bin Abdul Hamid di Rayy (Iran), dan Abdullah bin Wahhab di Mesir.

Menyusul kemudian muncul Imam Bukhari yang lahir di Bukhorо, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) dan wafat di Khartank, 1 Syawal 256 H (1 September 870 M). Kitab Shohih Bukhori diakui sebagai kitab hadits paling shohih setelah Al-Qur'an di atas muka bumi ini dilanjutkan Kitab Jami sahih Imam Muslim, Setelah dibukukan Kitab hadistImam Bukhari dan Muslim , ternyata masih ada hadist sahih sesuai standar ilmu hadist Imam Bukhori dan Muslim yang dirangkum dalam mustadrak oleh Imam Hakim. Apakah itu tidak boleh disebut sahih sahih karena tidak ada dan tidak ditulis di zaman Imam Bukhari Muslim?

*PERIHAL NASAB BA ALAWI*

Sebetulnya banyak sekali di antara ahli nasab dan sejarawan yang telah menulis dan menetapkan nasab moyang marga Ba Alawi, diantara mereka adalah: 

1. Imam Bahauddin Al-Janadi, Muhammad bin Yusuf Al-Yamani (w 730an H) -beliau tokoh muktamad perihal nasab- menyebut dalam kitab: “As-Suluk fi Tabaqat Al-Ulama wal Muluk” Juz 2 Hal 135-136. 

2. Imam Ibn Tabataba, Yahya bin Muhammad bin Alqasim, (w 478 H) dalam kitab: “Abna’ al-Imam fi Misr was Syam” Hal 167. 

3. Imam Ibnu Inabah Jamaluddin Ahmad bin Ali bin Husain Al-Hasani As-Syi’iy As-Syahiir (w 820 H), dalam kitab: “Umdatuttalib fi Ansabi Abi Talib” hal 225.

4. Sayyid Muhammad Al-Kadzim, ibn Abil Futuh bin Sulaiman Al-Yamani Al-Musawi, (w 880 H) dalam kitab An-Nafhah Al-Anbariyah. 

5. Imam Al-Amidi An-Najfi, Muhammad bin Ahmad bin Amiduddin Al-Husaini An-Nassabah (w 927 H), dalam kitab Al-Musyajjar Al-Kassyaf hal 52 (dalam manuskripnya, sebagaimana dituturkan oleh Hamzah Al-Kattani dalam As-Summ Az-Zu’af) 

6. Imam Murtadlo Az-Zabidi, Muhammad bin Muhammad Al Husaini, pensyarah Ihya’ Ulumiddin (w 1205 H) dalam tahqiqannya atas Al-Musyajjar tersebut.

7. Imam Syamsuddin As-Sakhawi, Abul Khair Muhammad bin Abdurrahman (w 902), menyebut dalam kitab: “Ad-Dlou’ Al-Lami” Juz 5 Hal 59.

 Dan masih banyak lagi ulama lainnya seperti Imam Ibn Hajar Al-Haitami (w 974 H), Ibn Syadzqam (1080an ) Sirojuddin Ar-Rifa’i (w 885 H), Al-Muhibbi (w 1111 Abu Alamah Al-Muayyadi (w 1044 H) Muhammad Zabarah (w 1381 H), Murtadla Az-Zabidi 1205 H), Abu Salim Al-Ayasyi ( w 1090 H), Al-Ahdal (w 903 H), Ibn Al-Muhib At-Thabari (w 117 H), Abul Fadl Al-Muradi (w 1206 H), Abd Bawazir Yahya Hamiduddin (w 194 M), An-Nabha (w 1350 H), Abdu Al-Ghazi (w Abad 13an) Abdul Hafidz Al-Fasi ( 1383 H), Ibn Hassan (w 8 H) dan yang lain yang telah bersaksi bahwasanya nasab dan hubungan mereka kepada Baginda Nabi Muhammad itu shohih .

Soal keberadaan nama anak Sayyid Ahmad bin Isa yang bernama Abdullah/Ubaidillah yang tidak disebutkan dalam kitab As syajarah mubarokah Imam Fahrur Rozi itu bukan dalil yang kuat, karena kitab tsb hanyalah kitab ringkasan yang tidak bisa memuat semua nasab manusia se dunia dan tidak ada kata penafian sama sekali, dan tidak menyebutkan itu sama sekali bukan berarti tidak ada, 

Penggunaan kitab As Syajarah Al mubarokah Imam Fahrur Rozi untuk menafikan nasab Bani Alawi justru ditentang oleh As-Sayyid Mahdi ar-Roja’i , Ulama syiah ahli nasab asal Qum yang mentahqiq kitab as-Syajaroh al-Mubarokah yang dijadikan
rujukan oleh pak Imaduddin, dalam kitabnya al-Mu’qibun min Aal Abi Tholib beliau
menyebutkan sosok Ubaidllah sebagai putra Ahmad bin Isa yang ikut hijrah bersama ayahnya ke Hadhromaut, serta memilki anak Jadid, Bashri dan Alawi, yang mana keturunan Alawi tersebar di berbagai belahan dunia.

Bahkan guru dari Sayyid Mahdi ar-Roja’i yang menemukan manuskrip as-Syajaroh al-Mubarokah, yaitu Ayatullah Mar’asyi yang
merupakan Nassabah dari kalangan Syiah, juga mengakui dengan jelas keabsahan nasab Baalawi sebagai Asyrof keturunan Rosullah SAW. Artinya penemu manuskrip as-Syajarah al-Mubarokah dan pentahqiqnya pun tidak pernah memahami isi kitab as-Syajarah al-Mubarokah terkait keturunan Ahmad bin Isa sebagaimana yang difahami pak Imaduddin yang menafikan nasab Ba Alawi. Bahkan mereka mengeluarkan surat resmi yang isinya mengklarifikasi kesahihan nasab Ba Alawi. 

Penulisan ulama yang menetapkan nasab Bani Alawi di berbagai naskah kitabnya tentu bukanlah pendapat pribadi ataupun hasil ijtihad sebab urusan nasab bukan urusan pendapat atau ijtihadi. Penisbatan itu tidak lain merupakan hasil verifikasi yang murni berpijak kepada data-data sebelumnya baik 
melalui sumber tertulis atau sumber yang tidak tertulis misalnya hafalan lisan, hal ini berlaku sepanjang zaman bahwa nasab menjadi catatan tersendiri bagi anak keturunan mereka yang diwariskan dari hafalan lisan ke lisan.

PENISBATAN NASAB BA ALAWI HARI INI.

Sudah diakui para ahli nasab dunia dan ditulis dalam berbagai kitab tentang kesahihan nasab Bani Alawi, lalu apa karena seseorang tidak bisa menjangkau sumber data para Ulama tersebut kemudian kita mau ikuti dan menganggap itu semua tidak ada dan tidak mu’tabar?

Kalau memang Sayyid Ahmad bin Isa tidak punya anak bernama Abdullah/Ubaidillah, kemana saja para Ulama ahli nasab selama beradab-abad tidak ada satupun yang menafikan justru yang banyak malah meng-itsbatkan?

 Apakah selama lebih dari 1000 tahun lebih baru ada Mujtahid bernama Imaduddin dari Banten dan sebelumnya ada seorang wahabi dari Jordania yang bernama Murod Syukri di pertengahan tahun 1990 an Masehi yang baru cerdas, ngerti dan sadar akan hal ini ?

Kemarin penulis sudah posting 47 judul kitab yg menulis nasab Bani Alawi di group WAG BM Nusantara dan semua menurut mereka para pembenci bani Alawi semua kitab itu hanya bohong dan palsu karena tidak sezamannya. 

Bagaimana bisa ribuan tahun ada kebohongan para ulama yang rapi terpublikasi sedemikian rapi tanpa bantahan padahal semua ulama tahu bahwa penisbatan nasab palsu pada Rosululloh adalah dosa besar dan perbuatan terlaknat? Hal ini disebut dalam sebuah hadits Sahih Bukhori juz 4 halaman 120 yang isinya tidaklah seseorang mengaku-ngaku sebagai keturunan selain ayahnya sedangkan dia mengetahui itu terkecuali dia melakukan kekufuran ( dosa besar ), dan siapa yang mengaku-ngaku sebagai bagian dari sebuah kaum/kabilah padahal ia bukan bagian dari kabilah tersebut maka bersiaplah tempatnya di neraka. 

PENUTUP.

Para Aulia dan Ulama NU sejak zaman dahulu seperti KH Hasyim ‘Asy’ari, KH Kholil Bangkalan, KH Hasan Genggong, KH Abdurrahman Wahid, KH Abdul Hamid Pasuruan, KH Abdullah bin Nuh, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Mas Soebadar, KH Idris Marzuqi Lirboyo, KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni (Guru Sekumpul), KH Maemoen Zubair, serta para Ulama dan Aulia’ lainnya mengakui keabsahan nasab Habaib Baalawi sebagai Dzurriyyah Nabi Muhammad SAW dan saling menghormati satu sama lainnya. 

Maka sangat bijak apabila kita sebagai warga NU saat ini menahan diri untuk tidak ikut berpolemik, kita ikuti saka statement ketum PBNU KH Yahya Kholil Staquf yang menyatakan bahwa nasab Ba Alawi dan para kyai dzurriyah wali songo adalah sah tersambung kepada Rosululloh SAW tanpa perlu lagi diperdebatkan. 

Jangan kita ikut mencela nasab siapapun, biarlah itu menjadi keyakinan masing-masing dengan Allah SWT yang maha tahu, Jika seumur hidup kita tidak pernah mencaci maki Firaun atau setan itu tidak berbahaya dan tidak berdosa , namun bila kita membenci dan mencaci maki seseorang yang mungkin sesungguhnya dia benar di hadapan Allah SWT , itu sungguh berbahaya dan kelak kita akan menanggung dosanya di pengadilan Allah SWT.

Penulis berharap polemik ini harus segera diakhiri karena hanya menebar kebencian, melemahkan persatuan ummat Islam dan rawan dijadikan lahan adu domba menjelang pilpres 2024 mendatang. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta suasana kondusif keamanan bangsa Indonesia .

Malang, 1 Juli 2023.

Oleh Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi.
( Ketua PBNU bidang keagamaan)

*Penulis adalah khadim Ponpes Annur 1 Bululawang Malang, Ketua PBNU bidang keagamaan, Ketua yayasan IAI Al Qolam Malang, Wasekjen MUI bidang fatwa.

Jumat, 01 Maret 2024

Jangan Mau ditipu setan




ولا ينبغي أن يخدعك الشيطان ويقول لك: أظهر الحق ولا تداهن فيه، فإن الشيطان أدبا يستجر الحمقى إلى الشر في معرض الخير، فلا تكن ضُحكة للشيطان فيسخر منك، فاظهار الحق حسن مع من يقبله منك، وذلك بطريق النصيحة في الخفية لا بطريق المماراة.

Tidak seharusnya setan menipumu dan berkata kepadamu: Tampakkanlah kebenaran dan jangan mengkompromikannya. Karena setan itu bisa memikat orang-orang bodoh kepada kejahatan dalam tampilan kebaikan dengan cara yang sopan, maka janganlah kamu menjadi bahan tertawaan setan, agar dia tidak mengejekmu. Menampakkan kebenaran itu baik bagi orang yang mau menerimanya darimu, dan itu dilakukan dengan cara memberi nasihat secara sembunyi-sembunyi (empat mata), bukan dengan cara saling berdebat. [Abu Hamid Al-Ghazali, Bidayah Al-Hidayah, halaman 54]

Ngaji Fathul Muin (39) Memahami Perbedaan antara Sharih dan Kinayah

Lafaz Talak: Memahami Perbedaan antara Sharih dan Kinayah Dalam fikih Islam, persoalan talak tidak hanya berkaitan dengan niat seseorang un...