Sabtu, 25 April 2026

Rahasia Dibalik Keindahan Susunan Alqur'an: Bukti Konkrit Urutan Surah Adalah Tawqif Dari Nabi


Keindahan Susunan Alqur'an: Bukti Konkrit Urutan Surah Adalah Tawqif Dari Nabi

Salah satu pertanyaan menarik dalam kajian Al-Qur’an adalah: apakah urutan surah dalam mushaf yang kita baca hari ini merupakan hasil ijtihad para sahabat, ataukah sudah ditetapkan langsung oleh wahyu (tawqifi)?

Pertanyaan ini bukan sekadar akademik, tetapi menyentuh bagaimana kita memahami kesempurnaan dan penjagaan Al-Qur’an.

Pendapat yang Kuat: Urutan Surah Bersifat Tawqifi

Dalam khazanah ulama, terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini. Namun, salah satu pandangan yang kuat sebagaimana dipilih oleh Imam Al-Baihaqi menyatakan bahwa urutan seluruh surah dalam Al-Qur’an adalah tawqifi (berdasarkan wahyu), kecuali kemungkinan kecil pada Surah Al-Anfal dan At-Taubah.

Artinya, susunan surah bukan hasil susunan manusia, melainkan ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ berdasarkan petunjuk dari Allah.

Bukti Keindahan Susunan Al-Qur’an

Jika kita perhatikan lebih dalam, susunan surah dalam Al-Qur’an menunjukkan pola yang sangat rapi dan penuh hikmah:


Surah-surah yang diawali dengan ḥā mīm tersusun berurutan.

Surah-surah yang diawali dengan “الر” juga memiliki pola tersendiri.

Surah-surah tasbih (المسبحات) tidak disusun berderet, tetapi dipisahkan dengan hikmah tertentu.

Surah Asy-Syu‘ara (طسم) dan Al-Qashash (طسم) yang mirip, justru dipisahkan oleh surah lain.

Surah Al-Infithar dan Al-Insyiqaq yang serupa, dipisahkan oleh Al-Muthaffifin.

Semua ini menunjukkan bahwa susunan tersebut bukan kebetulan. Seandainya disusun oleh manusia, kemungkinan besar surah-surah yang mirip akan dikelompokkan secara berurutan tanpa pemisah.

Lalu Mengapa Ada Perbedaan Mushaf Sahabat?

Sebagian orang mungkin bertanya: jika urutan ini bersifat wahyu, mengapa terdapat perbedaan dalam mushaf sebagian sahabat, seperti mushaf Ubay bin Ka‘b dan Ibnu Mas‘ud?

Jawabannya terletak pada proses turunnya Al-Qur’an itu sendiri.

Pada masa Nabi ﷺ, terjadi beberapa kali nasakh (penghapusan) baik pada ayat maupun bacaan. Bahkan ada surah yang dahulu dibaca, kemudian dihapus.

Urutan yang kita kenal sekarang adalah hasil dari “al-‘ardhah al-akhirah” (pembacaan terakhir Nabi dengan Jibril). Pada fase inilah susunan final Al-Qur’an ditetapkan.

Namun, tidak semua sahabat langsung mengetahui perubahan terakhir tersebut. Akibatnya sebagian sahabat masih mempertahankan susunan lama dalam mushaf pribadi mereka.

Bahkan ada yang menuliskan bacaan yang kemudian telah dihapus, seperti yang terjadi pada mushaf Ubay.

Kesimpulan: Mushaf Utsmani adalah Susunan Final

Dari sini kita dapat memahami bahwa urutan surah Al-Qur’an pada dasarnya bersifat tawqifi (wahyu).

Susunan yang kita gunakan hari ini adalah susunan final yang ditetapkan pada pembacaan terakhir Nabi ﷺ. Perbedaan mushaf sahabat bukanlah pertentangan, tetapi bagian dari proses sejarah turunnya Al-Qur’an.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rahasia Dibalik Keindahan Susunan Alqur'an: Bukti Konkrit Urutan Surah Adalah Tawqif Dari Nabi

Keindahan Susunan Alqur'an: Bukti Konkrit Urutan Surah Adalah Tawqif Dari Nabi Salah satu pertanyaan menarik dalam kajian Al...