Pernah nggak kamu datang ke Madrasah, pengajian atau majelis ilmu, dengerin penjelasan ustaz atau kiai berjam-jam, tapi pas pulang ditanya orang rumah, "Tadi bahas apa?" eh, kamu malah bengong karena nggak ada satu pun yang nyangkut di kepala?
Rasanya mungkin malu atau merasa sia-sia. Tapi tenang, ada kabar gembira dari Syekh Bakri Dimyathi dalam kitabnya yang fenomenal, I’anatut Thalibin (1/23). Beliau menjelaskan bahwa sekadar "hadir" dan "duduk" di dekat orang alim itu sudah mendatangkan berkah yang luar biasa, bahkan jika kita nggak hafal satu kata pun!
Berikut adalah 7 Kemuliaan (Karomah) bagi kamu yang tetap istikamah hadir di majelis ilmu:
1. Tetap Dicatat sebagai "Pencari Ilmu"
Meskipun otak kita mungkin sedang loading atau sulit menghafal, Allah tetap memberikan stempel "Penuntut Ilmu" kepada kita. Keutamaannya sama dengan mereka yang pintar dan cepat hafal. Niatmu melangkah sudah cukup bagi Allah untuk memberimu kemuliaan.
2. "Benteng" dari Dosa
Selama kamu duduk manis mendengarkan ilmu, selama itu pula kamu sedang "dipenjara" dari maksiat. Setidaknya, saat di majelis, kamu nggak sedang membicarakan keburukan orang (ghibah), nggak melihat hal yang dilarang, dan lisanmu terjaga. Itu adalah perlindungan gratis!
3. Hujan Rahmat Sejak Keluar Rumah
Begitu kamu mengunci pintu rumah dan berniat berangkat ngaji, rahmat Allah langsung turun menyertaimu. Kamu berjalan di bawah naungan kasih sayang-Nya sepanjang perjalanan.
4. Kecipratan Berkah Sang Guru
Majelis ilmu adalah tempat turunnya rahmat yang sangat besar kepada sang guru (alim). Karena kamu duduk di dekatnya, kamu pun otomatis "kecipratan" berkah tersebut. Ibarat duduk di dekat penjual minyak wangi, kamu nggak beli pun tetap ikut wangi.
5. Arloji Pahala yang Terus Berdetak
Selama telingamu terpasang untuk mendengarkan (meskipun belum paham), malaikat terus mencatat kebaikan untukmu. Setiap detik yang kamu habiskan untuk menyimak adalah tabungan pahala yang terus mengalir.
6. Dikawal Sayap Malaikat
Ini yang paling spesial. Malaikat sangat rida dengan orang yang hadir di majelis ilmu. Mereka membentangkan sayap-sayapnya untuk menaungi orang-orang yang ada di sana, dan kamu termasuk salah satu yang ada di dalam pelukan rahmat tersebut.
7. Setiap Langkah adalah Penghapus Dosa
Coba hitung berapa langkah kaki atau putaran roda kendaraanmu menuju tempat ngaji. Setiap langkah yang diangkat menghapus satu dosa, dan setiap langkah yang dipijakkan mengangkat satu derajatmu di sisi Allah.
Intinya, jangan pernah merasa rugi datang ke pengajian hanya karena merasa "kurang pintar" atau "pelupa". Syekh Bakri Dimyathi menegaskan: Kalau yang nggak hafal saja dapat segini banyak, bayangkan betapa berlipat-lipatnya pahala bagi mereka yang paham dan hafal!
Jadi, yuk jangan bosan buat hadir. Yang penting datang dulu, duduk dulu, dan hadirkan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar