Rabu, 12 Maret 2025

Tidur Terus Saat Puasa Adalah Ibadah?

Tidur terus saat puasa adalah ibadah? 

Pada dasarnya tidur adalah perkara yang mubah, dan menjadi bagian dari ibadah, jika diniati rehat untuk persiapan melaksanakan aktivitas positif. 
Namun jika tidur melebih kebutuhan dan dapat meninggalkan aktifitas yang dianjurkan di kerjakan pada bulan Ramadhan maka berujung makruh
Karena dapat menghilangkan hikmah dari berpuasa dan memunculkan hal hal yang merugikan kesehatan, dalam taqriratus sadidah dan Tuhfatul Habib disebutkan:

مكروهات الصوم ثمانية: إلى قوله~ كثرة كثرة الشبع والنوم
والحوض فيما لا يعني لان ذالك يذهب فائدة الصوم 

448 التقريرات السديدة في مسائل المفيدة 

 قال المناوي: اعلم أن كثرة النوم غير محمودة لكثر مفاسده الأخروية، بل والدنيوية، فإنه يورث الغفلة والشبهات وفساد المزاج الطبيعي والنفساني ويكثر البلغم والسوداء ويضعف المعدة وينتن الفم ويولد دون القرح ويضعف البصر والباه حتى لا يكون له داعية للجماع، ويفسد الماء ويورث الأمراض المزمنة في الولد المتخلق من تلك النطفة حال تكوينه، ويضعف الجسد
[البجيرمي، حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب، ٣٨٣/٢]

Imam Al-Ghazali dalam Ihya (1/235) menjelaskan:

Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih 


بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه

إحياء 1 235

Sedangkan hadis nabi yang berupa

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ  
Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni. (HR. Baihaqi). 

Syekh Murtadla az-Zabidi dalam kitab Ittihaf sadat Al-Muttaqin memberi penjelasan mengenai pengertian hadis tersebut:

نوم الصائم عبادة ونفسه تسبيح وصمته حكمة، هذا مع كون النوم عين الغفلة ولكن كل ما يستعان به على العبادة يكون عبادة
Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah. (Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).

Artinya jika tidur itu dalam rangka mempersiapkan hal-hal yang bernuansa ibadah, seperti untuk mempersiapkan fisik dalam menjalankan ibadah, maka itulah tidur yg bernilai ibadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Tidur dalam keadaan suci

KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI من بات طاهراً بات في شعاره مَلَك . Barang siapa tidur dalam keadaan suci ( berwudhu) maka dih...